Istri Muda Tuan Mafia

Istri Muda Tuan Mafia
Bab 61 - Serangan Tersembunyi


__ADS_3

...༻❀༺...


Semua anggota The Shadow Holo telah berkumpul di ruang tengah. Termasuk Ruby dan Sarah. Ada sekitar Lima puluh orang lebih yang ada di sana.


Ryan terlihat sudah berpakaian lengkap segera bergabung. Dia mengenakan sweater berwarna hitam. Bercelana panjang yang senada dengan warna sweaternya. Ditangan Lelaki itu tentu ada sebuah pistol yang telah di isi peluru. Sebelum menghadapi semua anggotanya, Ryan terlebih dahulu menghampiri Ruby.


"Ruby, lebih baik kau ke kamar saja. Kali ini biarkan aku menyelesaikan semuanya. Aku tidak ingin melihatmu emosional lagi," saran Ryan dengan raut wajah serius.


"It's ok, Ryan. Kali ini aku tidak akan mengganggumu. Aku berjanji," jawab Ruby tetap pada pendiriannya. Ryan akhirnya mengangguk, dan beranjak. Dia tidak mau terlalu memaksa.


Kini Ryan menghadapi semua anggota yang sudah berkumpul. Memperhatikan wajah-wajah mereka satu per satu.


"Apa ada yang masih belum datang?" tanya Ryan dengan nada suara lantang.


"Max dan Ken mungkin. Aku tidak melihat keberadaan mereka," sahut Frans sembari mencelingak-celingukan kepala ke segala arah.


"Max? Bukankah dia orang yang memberitahukan kalian untuk berkumpul? Kenapa dia yang malah datang terlambat?" Ryan terheran dengan dahi yang mengerut dalam.


"Sepertinya Max hanya berusaha memanggil Ken. Kebetulan Ken pergi ke kamar hotel yang ada di lantai atas," terang Frans. Mengatakan apa yang dia ketahui.


Tanpa basa-basi, Ryan langsung mengambil ponselnya. Dia berniat menghubungi Max. Akan tetapi, belum sempat menelepon, Max malah lebih dahulu menghubunginya. Ryan sontak mengangkat panggilan tersebut.


"Max! Kau kemana?! Jangan--"


"Keadaan sedang darurat! Ken baru saja meledakkan dirinya!" Max berbicara dalam keadaan tergesak-gesak. Seolah dia tengah sibuk mengatur nafasnya yang beproses laju. Kepanikannya sukses memotong ucapan Ryan.


"Apa?! Kau tidak bercanda bukan?!" Ryan merasa tak percaya. Meskipun begitu, pupil matanya tetap membesar.


"Bagaimana mungkin aku membohongimu. Jika mau menyelamatkan diri, sebaiknya lakukan sekarang. Bom akan meledak satu per satu. Parahnya, aku tidak tahu dimana saja Ken meletakkannya. Yang jelas kita bisa simpulkan, kalau dialah pengkhianatnya..." ujar Max. Terdengar suara derap langkahnya menuruni tangga. Dia tengah berupaya menyelamatkan diri.

__ADS_1


Alarm darurat mendadak berbunyi. Sepertinya keadaan berbahaya baru saja dideteksi. Semua orang otomatis dirundung rasa panik.


"Bos, tempat Ken meledakkan dirinya ada di lantai paling atas. Makanya tidak terasa sampai ke bawah tanah. Ledakan bom yang ada ditubuhnya tidak menimbulkan dampak ledakan besar. Untung saja hotel tidak runtuh!" Max kembali memberitahu.


"Oke, selamatkan dirimu!" balas Ryan. Dia segera menyuruh semua anggota untuk bubar dan keluar dari area bawah tanah. Hal yang sama juga dilakukan oleh dirinya. Tetapi bedanya, dia mengutamakan Ruby terlebih dahulu.


"Sarah, aku ingin kau buktikan kepadaku bahwa kau bukan pengkhianat." Ryan menatap lurus ke arah Sarah. "Lindungi Ruby sampai dia berhasil keluar dari gedung ini," lanjutnya. Memberikan perintah.


"Aku bisa menjaga diriku sendiri!" ucap Ruby. Mimik wajahnya terlihat sebal. Gadis tersebut merasa dirinya dianggap seperti anak kecil.


Gaby dan Mike ikut menghampiri Ruby. Keduanya mengajak Ruby untuk pergi bersama.


"Pas sekali, kalian bisa saling membantu untuk keluar dari sini. Cepatlah! Sebelum ada sesuatu yang buruk terjadi. Aku akan menyusul!" titah Ryan. Dia mencoba beranjak, namun Ruby dengan cekatan memegangi pergelangan tangannya.


"Kau tidak ikut?" tanya Ruby dengan sorot mata yang dipenuhi kekhawatiran. Saat itulah langit-langit serta lantai bangunan tiba-tiba bergetar hebat. Mengeluarkan serpihan-serpihan bahan bangunan tua. Nampaknya sebuah bom kembali meledak di salah satu lantai gedung.


Semua orang lantas berjongkok. Menutupi kepalanya sambil memejamkan mata rapat. Hanya Ryan yang reflek memeluk erat Ruby. Memposisikan gadis itu berada di bawah dada bidangnya. Setelah getaran mereda, Ryan mendesak Ruby dan yang lain untuk pergi.


"Jika ada sesuatu yang kau ambil, biar aku saja yang melakukannya!" ujar Mike bersikeras. Tangannya mencengkeram erat salah satu bahu Ryan. "Biarkan aku membayar hutang budiku," mohonnya.


"Kau tidak akan mengerti. Mike, aku akan sangat berterima kasih jika kau berhasil membawa Ruby keluar dari gedung ini. Kita tidak punya banyak waktu. Jika kau ingin aku selamat, maka lakukanlah apa yang kusuruh sekarang!!" tegas Ryan seraya mendorong paksa Mike. Dia kemudian beranjak pergi.


Karena Ryan begitu memaksa, Mike lantas tidak punya pilihan lain selain menerima. Dia dan yang lain segera melangkah menuju pintu tangga darurat.


Tidak seperti orang lain yang ingin lekas keluar, Ryan malah semakin masuk ke area bawah tanah. Dia berjalan melewati lorong menuju kamarnya.


Ruby melangkah berbarengan bersama Sarah, Gaby dan Mike. Sesekali gadis itu menoleh ke belakang. Dia sangat mencemaskan Ryan. Jujur saja, dirinya heran kenapa suaminya tersebut malah makin masuk ke dalam, dan bukannya berlari keluar gedung. Kebetulan Ruby orang yang berjalan paling belakang. Terbersit dalam pikirannya untuk menyusul Ryan.


Sarah, Gaby dan Mike terus bergerak maju. Bahkan sudah melewati tangga darurat menuju lantai atas. Mereka setidaknya berhasil pergi dari area bawah tanah. Ketika benar-benar telah berada di luar, barulah Sarah menoleh ke belakang. Kini dia baru sadar kalau Ruby sudah tidak ada.

__ADS_1


"Sial! Dimana Ruby?!" timpal Sarah kepada Mike dan Gaby.


Mike yang juga baru tahu, bergegas kembali. Dia berniat menjemput Ruby. Hal yang sama juga dilakukan Sarah dan Gaby.


Disaat Mike baru membuka pintu menuju tangga, sebuah ledakan menyambutnya. Membuat Mike, Sarah beserta Gaby terlempar ke udara secara bersamaan. Puing-puing bangunan juga tampak beterbangan ke segala penjuru. Meskipun ledakannya tidak begitu besar, namun dampaknya berhasil menyebabkan jalan keluar tertutup reruntuhan.


Sekarang tiang penyangga terlihat sedikit retak. Sarah dengan cepat menarik Mike dan Gaby untuk menyelamatkan diri. Tetapi Mike menolak, dia bersikeras hendak kembali masuk ke ruang bawah tanah.


"Pergilah sana! Kau tidak akan bisa masuk jika jalan keluarnya tertutup begitu!" pekik Sarah. Dia menggelengkan kepala tak percaya. Frustasi terhadap betapa keras kepalanya Mike.


"Mike, kita lebih baik keluar dari gedung ini..." Gaby memohon sambil menitikkan beberapa cairan bening dari sudut matanya.


"Mike! tiang-tiang penyangga mulai retak. Jika kita tidak pergi, maka kita tidak akan selamat." Sarah masih berdiri di belakang Mike. Berusaha merubah jalan pikiran Mike.


"Iya, aku tahu!" pekik Mike dengan keadaan mata yang membuncah hebat. "Lalu bagaimana dengan Ryan dan Ruby?! Aku akan lakukan apapun untuk membuat mereka selamat. Kau harus tahu itu!!" ucapnya lagi menegaskan. Sorot matanya penuh akan getaran. Membuktikan bahwa tekadnya bukanlah main-main.


"Gaby, pergilah lebih dahulu dengan Sarah. Aku akan berusaha menyelamatkan Ryan dan Ruby, CEPAT!!" perintah Mike. Melantangkan suara di kata terakhirnya.


"Tapi--"


"Ayo, Gaby. Kita tidak punya banyak waktu. Biarkan kakakmu sibuk dengan keputusannya sendiri." Sarah membawa paksa Gaby ikut bersamanya. Mereka perlahan berlari keluar dari gedung. Pergi menjauh sebisa mungkin seperti orang-orang lainnya.


Pemboman secara bertahap dan tersembunyi memang tidak bisa diduga. Ledakan akan terjadi secara tiba-tiba di waktu yang tidak diketahui.


..._____________...


Catatan Author :


Maaf upnya telat ya guys. Author lagi nggak enak badan dari tadi malam. Tapi sekarang sudah baikan kok.

__ADS_1


Oh iya, aku mau kasih tahu buat pembaca yang mengharapkan Ruby hamil. Untuk sementara itu tidak akan terjadi ya. Soalnya cerita ini sudah mencapai konflik utama. Selain itu, karena novel ini juga sedang ikut lomba berbagi cinta. Jadi, aku berusaha menyesuaikan sama kerangka cerita yang aku kasih ke editor. Sebab di kerangka, sama sekali tidak ada mengisahkan kehamilan Ruby. Tapi kalau mau lihat Ruby hamil bisa di season dua nanti sih, itupun kalau kalian masih berminat sama ini cerita... hehe. Ya udah itu aja ya guys,


salam cinta, Auraliv.


__ADS_2