IVAMORA

IVAMORA
Gramedia


__ADS_3

Karel menghampiri Mora yang sedang duduk di balkon kamar, gadis itu seperti nya merajuk karena ia memaksa pulang tadi. Karel memang belum bisa jika harus berlama-lama di rumah kakek nya. Ia masih mencoba untuk membiasakan diri.


Laki-laki itu duduk di samping Mora lalu memeluk tubuh wanitanya itu dari belakang. mengecup leher gadis itu.


"Masih marah ?" tanya nya, Mora memutar bola mata malas.


"Aku marah sama kamu"


"Jangan lama-lama" Mora berdecak kesal, sungguh suami nya itu adalah laki-laki paling tidak peka yang dia kenal.


"Kamu sadar ngga sih sama apa yang kamu lakukan" Karel hanya diam.


"Kamu berjanji akan memperbaiki hubungan dengan kakek, tapi ini apa ? kamu sekaan menciptakan jarak antara kalian berdua."


"Kamu tau kan apa alasannya"


"Tapi kamu seperti tidak memberikan celah untuk dekat dengan kakek" Mora mengerucutkan bibir nya.


"Aku butuh waktu by"


Karel membalikkan tubuh Mora, lalu meringsek ke dalam pelukan wanitanya. dapat ia rasakan usapan lembut di kepala nya, hal itu membuatnya merasa nyaman.


"Tolong bantu aku"


"Asal kamu mau dengerin aku dan berusaha, maka aku pasti akan membantu mu."


Karel mendongak, lalu mengecup bibir wanitanya dengan lembut, tangannya tetap melingkar di pinggang sang wanita. mengangkat tubuh gadis itu dan memangku nya. ciuman mereka semakin intens dan dalam, sama-sama saling menikmati.


Sekarang Karel bebas tak ada lagi batasan, dia bebas menyentuh wanita ini tanpa takut lagi. Wanita ini sudah menjadi miliknya seutuhnya.


"Eugh" Mora meleguh saat sesapan Karel turun ke arah leher, laki-laki itu berubah buas dan rakus. Bibirnya terus memberikan tanda di mana-mana, pakaian Mora saja sampai berantakan karena ulah laki-laki itu.


Tangan laki-laki itu tak lagi terkontrol, menyentuh dengan sesuka hati, mulutnya juga terus bermain di bibir sang wanita. Lalu dalam hitungan detik, laki-laki itu sudah mengendong mora dan membawanya masuk ke dalam kamar, menutup pintu balkon dengan kaki nya.


"Eummm" Mora semakin melenguh, merasa tak siap dengan serangan Karel yang bertubi-tubi. Laki-laki itu mendudukkan nya di atas ranjang lalu mulai menggelitik kaki Mora yang terbebas tanpa penghalang apapun.

__ADS_1


Lalu membaringkan tubuh wanitanya dan mulutnya kembali liar menjelajahi leher.


"Eugh..." Mora meremas rambut laki-laki itu, badan nya bergerak gelisah karena permainan suaminya yang semakin liar.


"Mau mencoba gaya baru" ucap Karel dengan serak dan pandangan berkabut.


"Akh..." Mora mendesis saat Karel menyesap kuat leher nya hingga menimbulkan tanda bercak yang sangat jelas.


***


Pagi itu di kontrakan Shofia, Gracell sudah sibuk memasak dan membereskan rumah. Semenjak tinggal bersama dengan Shofia, Gracella semakin rutin bangun pagi dan rajin membersihkan rumah.


Sebenarnya dia ingin mencari pekerjaan seperti Shofia, namun ia masih merasa takut untuk menampakkan diri.


Akhirnya gadis itu hanya mengisi waktu kosong nya dengan membersihkan taman, rumah, dan memasak. Kadang menulis artikel di sebuah aplikasi yang memberikan penghasilan untuk nya. .


Tak ada yang sia-sia, dulu dia mengambil kuliah di jurusan sastra dan jurnalistik, sehingga sekarang ia sering mengisi waktunya dengan menulis artikel dan karya fiksi.


Setidaknya itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nya, ia juga harus mulai menghemat sampai mendapat gaji lagi nanti.


Setelah beberapa menit berkutat akhirnya makanan pun siap, bersamaan dengan itu, Shofia turun ia melihat Gracell yang sedang menyiapkan makanan.


"Aduh maaf ya Cell, kamu selalu kerepotan memasak sedangkan aku malah tidak bisa membantu" ujar gadis itu menaruh tas nya di kursi sebelahnya. pakaian nya sudah rapi dengan pakaian kantor.


"Tidak apa-apa, tubuh mu juga butuh istirahat."


"Makanlah dulu, aku akan membersihkan diri" ucap Gracella.


"Aku akan menunggumu"


"Jangan, kamu bisa telat nanti."


"Tapi"


"Ngga papa, lagian aku juga mau sekalian ke supermarket nanti untuk membeli sayuran dan bahan makanan lainnya."

__ADS_1


"Kenapa tidak nanti sore saja, jadi aku bisa menemanimu."


"Tidak apa-apa, lagian pulang kerja kamu pasti cape." Shofia menghela nafas membenarkan, ia pun mengambil dompet dan mengambil sebuah kartu.


"Ambilah kamu bisa membeli bahan pokok menggunakan kartu ini."


"Tidak perlu, aku masih ada uang kok"


"Jangan begitu Gracell, uang mu kamu tabung saja. Masalah makanan dan yang lain biar menjadi urusanku."


"Tidak Shofia, aku sudah menumpang di sini, akan sangat tidak tau diri jika semuanya kamu yang mengurus." tolak Gracella, Shofia hanya bisa menghela nafas pasrah.


"Ya sudah, aku mandi dulu, kamu makan lah dulu, dan membawa bekal juga tidak apa. Tadi kotak nya sudah aku siapkan tinggal di isi dengan makanan." Shofia mengangguk mengiyakan.


20 menit kemudian Gracella turun dari kamar dengan pakaian santai yang rapi, ia membawa tas kecil dan keluar rumah untuk membeli bahan makanan.


Gadis itu bahkan tak sarapan, karena terlalu bersemangat untuk keluar. Merasa jenuh juga lama-lama berada di rumah, niatnya setelah belanja nanti, dia akan pergi ke perpustakaan untuk mencari buku.


Gadis itu keluar dengan menaiki taksi.


"Apa aku ke perpus dulu ya, kalau beli sayur dulu pasti akan layu." seru Gracella, akhirnya setelah berfikir gadis itu memilih untuk pergi ke perpustakaan.


"Ini pak tips nya" Gracell memberikan beberapa uang merah ke supir taksi itu.


"Kebanyakan ini neng"


"Ngga papa buat bapak aja"


"Masyaallah makasih ya neng, bapak doain semoga lancar rezeki nya." ucap bapak itu sambil tersenyum, Gracell yang mendengarnya ikut tersenyum.


Gracella melangkah menuju ke dalam gedung itu, setelah menyimpan tas nya dalam lemari dan melakukan daftar hadir Mora pun berkeliling dalam perpustakaan besar itu. Ia mengambil buku masakan dan buku lainnya.


Gadis itu duduk di sofa kecil di ruangan itu, sambil membolak-balik kan lembar buku itu.


"Ternyata benar kamu ada di sini sayang" tubuh gadis itu seketika tegang saat mendengar suara itu, suara berat dan mendominasi. tubuh Gracella terasa kaku dan berat. Gadis itu memejamkan mata dengan tangan tubuh yang gemetar.

__ADS_1


__ADS_2