IVAMORA

IVAMORA
Gracel Hilang ?


__ADS_3

Mora menyiapkan makan malam untuk suaminya, tinggal memanaskan kembali makanan, makanan itu di buat setengah jam sebelum Karel pulang, jadi tidak akan berubah rasa.


Setelah selesai, wanita cantik itu menata makanan di meja dengan di bantu oleh pembantu, makanan nya tak banyak karena Karel yang meminta, daripada masak banyak nanti nasi lebih baik makan 4 lauk saja.


Karel turun dengan pakaian yang rapi, terlihat berbeda karena menggunakan celana panjang dengan di lapisi jaket jeans. Mora mengernyit heran, membiarkan suaminya untuk duduk terlebih dahulu.


Mora menemani Karel makan sambil tersenyum tipis, sangat tipis. Karel mendongak menatap istrinya.


"Kamu ngga makan ?" tanya laki-laki itu, Mora menggeleng singkat.


"Udah makan tadi, masih kenyang" sahutnya singkat.


"Aku izin keluar ya by, ada urusan penting sama anak-anak" Mora kembali tersenyum, belum ia bertanya laki-laki itu sudah mengatakan sendiri.


Karel sendiri sudah tau jika istrinya pasti penasaran kenapa ia memakai pakaian rapi, maka dari itu ia segera memberitahu bahkan sebelum menyelesaikan makan nya.


"Harus malam ini juga ?" tanya Mora lirih, berharap suaminya membatalkan niat, Karel sedang capek, seharusnya istirahat saja.


Karel mengangguk membenarkan, merapikan alat makan dan menatap istrinya intens.


"Penting soalnya, aku janji ngga akan lama" ucap laki-laki itu berusaha meyakinkan, ia tak ingin membuat istrinya cemas.


"Yaudah"


"Ngga marah kan ?" Mora menggeleng singkat


"Jadi dapat izin ya ?"


"Kalau pun aku ngelarang, apa kamu bakal membatalkannya ?" tanya Mora mengangkat alisnya, Karel menggeleng.


"Yang ini penting ngga bisa di tinggal, aku janji akan segera pulang." lalu Karel pun berdiri dan berjalan menghampiri istrinya, memberikan kecupan singkat di kepala sang istri.


"Hati-hati" Karel mengangguk, lalu pergi ke luar.


Tak lama setelah kepergian Karel, bibi mendatanginya


"Ada apa bi ?" tanya Mora


"Ada mama dan papa nona di luar, sedang menunggu di ruang tamu. Bibi buat minum dulu ya non, nona temui saja mereka." Mora mengangguk, berjalan dengan pikiran nya yang ada di kepala, tumben sekali orang tua nya datang.


"Malam pa, ma" Mora duduk di dekat mama nya, memeluk kedua orang tuanya dengan erat.

__ADS_1


"Malam sayang, bagaimana keadaan mu, kenapa tidak pernah ke rumah." mama Abi mengomel, mencubit telinga putrinya pelan. Mora tersenyum sambil mengusap tangan ibunya itu.


"Maaf ma, Mora belum sempat" ucap Mora dengan cengiran nya.


"Mana suami mu ?" Mora menatap papa nya, kenapa setiap bertemu selalu Karel yang papa nya tanyakan, apakah sekarang kasih sayang papa nya sudah turun sepenuhnya pada Karel.


"Karel keluar pa, ada urusan"


"Urusan apa ?" papa Abi mengernyit heran


"Mora ngga tau, katanya penting gitu"


"Dia ngga bilang ke kamu sayang mau kemana nya ?" mama Abi giliran bertanya. Mora hanya menggeleng, papa Abi berdiri.


"Kamu ngobrol dulu sama mama, papa mau keluar sebentar ke mobil." Mora mengangguk, membiarkan papa nya keluar.


"Mama bener-bener kangen sama kamu" mama Abi kembali memeluk putrinya.


"Tadi yang ngajak kesini siapa ma ?" tanya Mora tersenyum tipis, masih mengusap lengan ibunya.


"Mama paksa papa, habis kangen sama kamu, heran juga kenapa kamu betah ngga pulang." Mora meringis mendengar itu.


"Karel sibuk di kantor ma, sebenarnya tadi sore mau ngajak ke rumah, tapi dia kelihatan capek banget, Mora nya jadi kasihan." ucap Mora menjelaskan.


"Habis katanya penting gitu, ngga bisa di cegah orang nya"


Sementara itu papa Abi yang berada di mobilnya kini langsung menelfon asistennya.


"Menantu saya keluar, cari tau di mana dia, dan sedang mengurusi apa dia." ucap papa Abi tegas.


Bukannya mau terlalu ikut campur, namun dia tau bagaimana sikap menantu nya itu, Karel selalu tertutup jika mempunyai masalah, bahkan menyembunyikan dengan sangat rapi. Hal itu membuatnya ikut turun tangan, mencari tau informasi tentang menantu nya dengan detail.


Kembali pada mama Abi dan Mora, mereka masih asik berbincang, dari a sampai b, terkadang mama Abi juga bercerita tentang teman-temannya pada putrinya itu.


Drrtt...


"Siapa sayang ?" mama Abi melirik Mora yang melihat layar hp nya.


"Shofia ma"


"Yaudah angkat dulu aja"

__ADS_1


"Iya ma, Mora angkat bentar ya" Mora memencet tombol, dan terdengar lah suara Sofia yang panik.


"Mor ini gawat Mor"


"Kenapa sof ? jangan panik dulu, ambil nafas oke"


"Gracel Mor" suara di seberang masih terdengar memburu, sepertinya Shofia memang sedang panik bukan main.


"Gracel kenapa ?"


"Gracel belum pulang, tadi pagi dia izin ke supermarket buat belanja. Tadi sore pas di kantor aku telfon ngga di angkat, malam ini dia ngga ada di rumah. Hp nya mati." Shofia mengatakan tanpa jeda, panik bukan kepalang tentu saja.


"Oke tenang dulu, kita cari"


"Emang ngga papa ?"


"Ngga, mumpung di sini ada papa, aku bakal minta dia buat cari tau."


"Eh jangan Mor, ngga enak aku" Shofia berujar cepat, merasa sungkan jika harus melibatkan orang tua temannya itu.


"Udah ngga papa, Gracel juga temen aku, aku ngga mau dia kenapa-kenapa."


"Yaudah kalau gitu Mor, kita kabar-kabaran lewat hp ya" Mora pun mematikan handphone nya lalu menatap mama nya.


"Temen kamu kenapa nak ?"


"Gracel hilang ma, katanya pergi dari pagi sampai sekarang belum pulang. hp nya ngga bisa di hubungi."


"Astaga jangan sampai temen kamu dalam bahaya"


"Maka dari itu ma, udah aku mau cari papa dulu, siapa tau papa bisa lacak keberadaan Gracel." papa Abi berjalan ke arah mereka, mengernyit saat melihat istri dan putrinya terlihat cemas.


"Pa, papa dari mana sih, lama banget"


"Ada urusan bentar ma, kalian kenapa ?"


"Temen aku pa hilang, papa bisa cari dia kan ?"


"Hilang ?"


"Iya, dari tadi pagi sampai malam ini belum pulang" Mora mengatakan dengan wajah cemas nya, dia takut dengan keadaan Gracel saat ini, meski mereka baru dekat, tapi Mora sudah sangat menyayangi teman nya itu.

__ADS_1


"Coba kirimkan nomor nya pada papa" Mora mengangguk, dan langsung mengutak-atik hp nya kembali.


__ADS_2