IVAMORA

IVAMORA
Harus Menikah


__ADS_3

Jam 9 pagi Karel memasuki ruangan khusus meeting bersama Mora dan Vano, wajah Karel tampak murung, ini semua karena asisten Vano yang sudah menganggu nya bermesraan dengan sang kekasih, lihat saja nanti, ia pasti akan memberikan hukuman untuk laki-laki itu.


Di ruang meeting klien yang mengajak bertemu sudah datang bersama sekertaris nya, Karel duduk di tempat nya sambil menatap seorang gadis yang duduk di depannya sekilas.


"Selamat pagi t.Karel" sapa gadis itu dengan senyum lebar nya.


"Hem" Karel menyahut tanpa minat


"Jadi nona Axelyn, ada apa mengajak saya bertemu ?" tanya Karel memulai pembicaraan.


"Oh itu, saya ingin membicarakan tentang project kerjasama kita, saya ingin...." gadis itu menerangkan, mengangkat salah satu kaki nya dan menumpukan ke kaki yang lain, Dalam sekali lihat kaki gadis itu terlihat karena rok di atas lutut yang gadis itu gunakan, bahkan paha gadis itu terlihat sangat jelas.


Gadis itu menatap penuh minat ke arah Karel, yang tentu saja malah membuat Karel jijik. Ia terus mendengarkan ucapan tidak bermutu gadis itu yang berbelit-belit.


"Jadi tuan Karel"


BRAK...


Semua orang melotot melihat Karel mengebrak meja, hal itu tentu membuat mereka terkejut, tak terkecuali Mora. Karel marah saat wanita bernama Axelyn itu berani menyentuh tangan nya, tentu saja Karel langsung menepis, bahkan mengebrak meja dengan keras karena marah.


"Jangan lancang anda, bisnis anda yang tidak seberapa sama sekali tidak menarik minat saya. Di tambah tingkah anda yang menjijikan membuat saya muak." Karel menatap wanita itu tajam, sedangkan yang di tatap hanya tersenyum smrik. Tangan nya di simpan di atas paha yang terbuka seolah sedang di pertontonkan itu.


"Seriously ?"


"Saya tidak tertarik bekerja sama dengan ******" Karel berujar sinis, ia keluar begitu saja dari ruangan itu, tak peduli tanggapan orang-orang.


"Menarik" Axelyn tersenyum smrik, lalu berdiri dan pergi begitu saja dari ruangan itu, belum sampai pintu, ia terjatuh saat merasa ada yang mengganjal kaki nya.


"UPS, paha nya kelihatan, ngga malu apa jadi gratisan" Mora yang berhasil mengerjai gadis itu berdecak puas, ia menendang kaki gadis itu yang menghalangi jalan, lalu keluar lebih dahulu meninggalkan ruangan.

__ADS_1


"Sial" Axelyn mengumpat, ia mengepalkan tangan melihat ada seseorang yang berani menindasnya.


Mora menghampiri ruangan CEO untuk menemui Karel, ia mengetuk pintu, menunggu persetujuan untuk masuk. Setelah di persilahkan Mora pun masuk, gadis itu melihat Karel yang sedang duduk di sofa dengan wajah yang memerah.


"By" Karel merentangkan tangannya, meminta kepada Mora untuk mendekat dan segera memeluk nya, Mora menurut gadis itu memeluk pria nya dengan sayang.


"Maaf ya, tangan ku hampir saja ternoda karena wanita sialan itu" Karel membenamkan wajah nya di pundak gadis nya, ia sangat merindukan gadis nya ini sungguh.


"Tidak apa-apa, salah sendiri jadi laki-laki terlalu tampan." jawab Mora datar, tangan nya mengusap rambut laki-laki itu.


"Kalau aku tidak tampan, kamu tidak akan mau dengan ku kan by"


"Tentu saja, auh" Mora mengaduh saat Karel mencubit pipi nya.


"Untung saja aku tampan" seru Karel dengan senyum nya, laki-laki itu berbaring di sofa dengan menjadikan paha Mora sebagai bantalan, tangannya dengan usil menyikap kemeja Mora yang tak dimasukkan ke dalam celana panjang nya, menaruh kepala nya di perut rata gadisnya, menghirup harum tubuh gadisnya yang selalu menjadi candu.


"Sayang" Mora merengek, ia mencubit tangan Karel yang usil membuat pola di perutnya.


"Jangan begini, nanti kalau ada yang lihat bagaimana ?" seru nya.


"Biarkan saja by"


Tok...tok...tok


Tiba-tiba pintu di ketuk dengan keras, wajah Mora mendadak panik, ia menepuk pipi kekasihnya dengan lembut.


"Sayang ada yang mengetuk"


"Biarkan saja, itu pasti vano, dia akan pergi nanti" Karel tampak tenang, tak ingin beranjak dari posisi nyaman nya.

__ADS_1


Brak


Tiba-tiba pintu terbuka, mata Mora melotot melihat dua orang yang ada di ambang pintu menatap dirinya tajam, ia berusaha bangun dan menjauh dari Karel, tapi tubuh laki-laki itu begitu berat, apalagi tangan Karel yang tau-tau sudah membelit pinggang nya.


Mora meringis takut, saat melihat papa nya berjalan ke arahnya dengan wajah datar. papa nya ? ya yang datang adalah papa Abi dan kakek Lewis, kakek Lewis berteriak pada cucu nya.


"Cucu nakal bangun kamu" kakek Lewis langsung saja menjewer telinga Karel, membuat Karel kaget, padahal dia baru saja terlelap. Tak kalah jauh dari Mora, mata laki-laki itu ikut membulat sempurna saat melihat siapa yang datang.


Bukan takut pada kakek tua itu, tapi ia merasa bersalah kepada papa Abi, apalagi laki-laki itu melihat nya dekat dengan Mora tadi, ia tau pasti papa Abi akan berfikiran buruk setelah ini.


"Astaga apa lagi ini" kakek Lewis memijat pelipisnya.


"Kita duduk dulu, saya akan jelaskan kesalahpahaman kalian" ujar Karel menghela nafas lelah, rumit sekali hidupnya.


Karel melirik gadisnya yang tampak memilih baju, ia duduk di samping Mora menggenggam telapak tangan gadis itu, tanpa memperdulikan dua laki-laki yang saat ini menatapnya setajam samurai.


Kakek Lewis mengajak t.Abi untuk duduk, dua laki-laki itu menatap Karel dengan tajam, sarat akan tuntutan penjelasan.


"Mora" papa Abi menatap putri nya tajam, Mora terus saja menunduk, ia tahu papa nya pasti kecewa padanya.


"Kenapa menunduk, tatap papa" Mora mendongak, mata nya berkaca-kaca. Ia ingin menangis bukan karena takut, tapi karena merasa bersalah membuat papa nya kecewa.


"Kamu benar-benar mengecewakan papa" laki-laki itu menghela nafas kasar, mengusap wajah nya dengan frustasi.


"Mora minta maaf pa" Mora memeluk papa nya, memeluk laki-laki itu dengan erat.


"Huh" papa Abi terdiam, berusaha menenangkan hati nya.


"Ucapan kamu benar-benar tidak bisa di percaya nak" ucap papa Abi menatap Karel tajam.

__ADS_1


"Kalian salah paham, saya dan Mora tidak berbuat sejauh itu, dan tadi saya hanya menjadikan paha Mora sebagai bantal, bukan kah itu wajar di lakukan oleh sepasang kekasih ?" Karel menjelaskan dengan wajah tenang nya.


"Kalian harus segera menikah!!"


__ADS_2