IVAMORA

IVAMORA
Menyembunyikan


__ADS_3

Gadis itu berdiri, lalu melangkah maju namun belum juga melangkah tangan nya sudah di cekal dengan kuat. Lalu di hentak ke belakang.


"Sakit" Gracel menunduk, kini wajah seseorang yang memanggilnya terlihat jelas, merasa takut dan gemetar gadis itu memilih menunduk.


"Sudah puas kabur-kaburan nya honey" Gracel melipat bibirnya, tangannya bergetar hebat.


"Akh lepas" tangan nya yang di tarik dengan kuat membuat air matanya jatuh, gadis itu meronta dan memohon ampun namun tak di indah kan sama sekali oleh sang pria.


"Hiks lepas"


Bruk, gadis itu mendesis merasa sakit karena punggung nya membentur kuat pada awak mobil.


"Tama"


"Diam" pandangan mata laki-laki itu menggelap, membuka pintu mobil dan memasukkan tubuh Gracella dengan paksa.


Mobil memasuki sebuah mansion besar, Tama membuka pintu lalu mengendong tubuh Gracella seperti karung beras, gadis itu berontak hingga mereka memasuki lift menuju lantai atas.


Tama membawa gadis itu menuju kamar lalu menghempaskan tubuh Gracella ke atas ranjang.


"Hiks" Gracella menangis tersedu, mengusap mata nya yang basah.


Tama menarik wajah Gracell yang terbaring lalu mengungkung tubuh wanita itu, dengan ekspresi marah ia menyatukan bibir keduanya.


"Emm..." Gracella berontak kembali namun tubuh nya yang kecil tidak sebanding dengan tubuh besar Tama, dengan gerakan nya, laki-laki itu menyesap bibir nya dengan sedikit kasar, tangannya bahkan merobek baju nya dengan paksa.


Srekk...


Air mata Gracel mengalir dari mata wanita itu, hati nya terasa sakit melihat kemarahan suaminya, tangannya terkepal saat Tama bertindak semakin liar di atas dadanya.


"Apa aku terlalu baik padamu honey" suara itu terdengar dingin, tangan laki-laki itu semakin liar menyentuh apapun yang ada pada tubuh istrinya. membuat wanita itu melemah dengan sentuhan laki-laki itu.


"Jangan marah hiks"


"Siapa yang membuatku marah" mulut Tama berpindah pada leher, menyesap dengan kuat, tak cukup satu, laki-laki itu memenuhi leher istrinya dengan tanda kissmark.


"Maaf" Gracel berujar lirih, berharap Tama mau berbaik hati bicara padanya.


"Terimalah hukumanmu"

__ADS_1


Tama bangkit melepaskan pakaian nya lalu kembali menindih istrinya yang sudah pasrah, tentu saja Gracel takut untuk melawan laki-laki itu yang tampak sangat marah.


"Aku gila di sini, mencari mu kemanapun, apa kamu pernah peduli" Gracel menangis karena takut dan rasa bersalah nya.


"Ah...." Tama membungkam bibir itu dengan bibirnya, menghentakkan milik nya dengan kuat pada tubuh sang istri, tangan nya juga ikut bekerja memainkan area sensitif gadis itu.


"Tama..." Gracella meremas bahu laki-laki itu, permainan Tama kali ini tampak kasar, tidak seperti biasanya yang lembut. Tubuh gracella terhentak-hentak akibat permainan laki-laki itu.


Mulut laki-laki itu sudah berada di area dada dan menyesap kuat seperti bayi yang kehausan, suara percintaan mereka terdengar sangat keras, itu semua karena gerakan Tama yang cepat.


"Akh... Tama..hh.. hiks"


Pagi itu Gracell menghabiskan waktu sampai sore dalam kamar, tama benar-benar kembali mengurungnya, bahkan memberikan hukuman yang mampu meremukkan tubuh istrinya.


Tama turun dan duduk di meja makan, ia mengambil nasi dan lauk di atas meja.


"Sayang" Terdengar suara lembut seorang wanita, duduk di hadapan laki-laki itu, Tama hanya melirik sekilas dengan senyum tipis.


***


Sedangkan Mora saat ini sedang berada di taman samping mansion Ivander, ternyata di taman ini banyak sekali bunga yang di rawat oleh para maid.


Tiba-tiba, Karel datang lalu duduk di samping istrinya, masih lengkap dengan pakaian kantor, ia merangkul bahu sang istri dengan mesra dan mengecup kepala wanitanya itu.


"Kok sudah pulang ?" tanya Mora menatap wajah tampan suaminya itu. Tak bosan Mora memuji ketampanan suaminya itu yang di atas rata-rata, umur mereka hanya terpaut 4 tahun, sehingga Karel masih terlihat sangat tampan dengan usia nya yang masih sangat muda.


"Aku merindukanmu" ucap nya menatap mata Mora dengan ekspresi datar.


"Oh ya ?" ucap Mora dengan senyum menggoda


Karel mengangguk, lalu mengangkat tubuh Mora dan mendudukkannya di pangkuan.


"Eh apa ini, nanti ada yang lihat lo" Mora memperingati, namun laki-laki dingin itu sama sekali tak perduli.


Mora mengambil sapu tangan di saku nya, lalu mengelap keringat di dahi suaminya, memang dia selalu membawa sapu tangan meski hanya di rumah, sinar matahari yang hampir terbenam itu menyinari wajah mereka.


"Apa kamu sudah makan ?" tanya Karel sambil mengusap lembut wajah istrinya.


"Seharusnya aku yang tanya, kamu udah makan belum, ayo masuk biar aku siapin." Karel menggeleng, masuk ke dalam pelukan sang istri yang masih berada di pangkuannya.

__ADS_1


"Kok jadi manja lagi ?"


"Tenaga aku habis" Mora terkekeh kecil, tangannya mengusap rambut pria nya, semenjak dekat dengan Karel, ia mempunyai hobi baru yaitu memainkan rambut laki-laki itu.


"Kok habis"


"Mau sun" Karel mendongak, menatap dengan penuh permohonan.


Cup


"Udah cukup ?" tanya wanita itu dengan senyum menggoda.


"Ngga cukup sayang" Karel berdiri dan mengendong tubuh istrinya, membawa istrinya masuk ke dalam rumah dan membawanya ke kamar mereka.


Mora memijat punggung suaminya yang sedang tengkurap, laki-laki itu langsung merebahkan diri saat sampai kamar, melihatnya tentu saja membuat Mora tak tega.


"Seharusnya tadi minta antar vano" ucap Mora dengan tangan yang asik memijat punggung suaminya.


"hm aku masih bisa mengendarai mobil sendiri" Mora tersenyum tipis.


"Mandilah setelah itu turun untuk makan"


"Kamu mau kemana ?"


"Aku mau turun, kalau kamu masih cape istirahat dulu aja." Mendapat anggukan dari suaminya, Mora pun langsung turun.


Drttt...


"Halo"


"Aku udah dapet semua bukti nya" ucap pria di sebrang.


"Kita ke markas nanti malam, suruh semuanya kumpul"


"Oke"


Karel merubah posisi nya menjadi terlentang, tangannya memijat pelipisnya yang terasa pusing. Akhir-akhir ini ada banyak masalah di kantor, dia mencoba untuk menutupi nya agar tidak membebankan pikiran istrinya.


Karel pun bangkit dan menuju kamar mandi, saat ini bukan tidur yang dia perlukan, karena pikiran nya yang sedang terkuras buka energinya.

__ADS_1


__ADS_2