IVAMORA

IVAMORA
Rencana Jahat


__ADS_3

Pagi itu Mora tampak mengendarai mobilnya keluar mansion, dengan style kantor yang sudah rapi ia melajukan mobil nya menuju kontrakan Shofia. Ia memang sengaja menjemput gadis itu karena hari masih terlalu pagi untuk berangkat ke kantor.


Setelah selesai memarkirkan mobil di depan kontrakan temannya, Mora pun turun, gadis itu segera berjalan ke rumah kontrakan temannya.


Tok..tok...tok


Mora menunggu dengan sabar, mungkin saat ini temannya masih sibuk, ia kembali mengetuk pintu. Sampai akhirnya pintu itupun terbuka.


"Mora" Shofia berdiri di hadapan temannya dengan pakaian kantor, ia langsung saja menarik Mora untuk masuk.


"Ayo berangkat bersama" Mora tersenyum lebar saat mengatakannya.


"Astaga ini masih sangat pagi"


"Aku sengaja datang pagi, karena ingin bertemu dengan Gracell, apa dia ada ?" tanya Mora sambil celingukan.


"Ada, dia sedang memasak, yasudah pergilah ke dapur, aku bersiap dahulu." Mora mengangguk, membiarkan teman nya itu pergi ke kamar, ia pun segera berjalan ke dapur.


"Halo" Mora mendekat, melihat Gracell yang sedang asik dengan alat dapur.


"Kamu masak apa" Mora bertanya dengan ramah, sejak kemarin ia dan Gracell sudah dekat bahkan menjadi teman.


"Nasi goreng" Gracell segera mematikan kompor dan menaruh nasi yang sudah matang ke wadah kaca.


"Mau sarapan bersama ?" tawar Gracell setelah menata makanan sederhana itu di meja.


"Eh, boleh memang tidak apa-apa ?" tanya Mora, Gracell menggeleng.


"Asal makanan nya cocok dengan lidah mu maka tidak apa-apa, aku selalu membuat lebih." ucap gadis itu. Ia masih memakai piyama tidur. dengan rambut yang di cepol ke atas.

__ADS_1


"Boleh-boleh" Mora segera mengambil duduk


"Kita nunggu Shofia dulu ya" Mora mengangguk dengan senyum nya, gadis itu menatap nasi goreng yang mengeluarkan bau harum itu dengan penuh minat.


"Wah udah matang nih" Shofia menarik kursi, lalu melihat makanan buatan Gracell.


"Ayo kita makan" ucap Gracell, mereka mengambil makanan sesuai porsi, Mora mulai menyuapkan makanan itu ke dalam mulut dengan tidak sabar.


"Em, astaga ini enak" Mora mengunyah dengan mata yang berbinar.


"Iyalah, masakan Gracell emang enak" shofia ikut menimpali.


"Apasih kamu Sof, jangan percaya Mor. dulu aku ngga bisa masak apa-apa selain mie instan, tapi karena di ajari Shofia aku jadi bisa membuat nasi goreng dan sayur."


"Kita berangkat sekarang yuk Mor" Shofia mengambil tas nya, mengajak Mora untuk segera berangkat.


"Ayuk, Gracell kita pergi dulu ya" pamit Mora yang segera mendapat anggukan dari Gracella, Shofia dan Mora pun segera pergi menuju kantor.


Di ruangan Presdir, Karel tampak duduk dan mengerjakan pekerjaan nya, Vano belum datang dan membacakan jadwal, jadi mungkin Karel akan menggunakan waktunya untuk memeriksa beberapa berkas.


Jangan salah, laki-laki itu sangat teliti jika mengamati, kesalahan sekecil apapun dia pasti akan mempermasalahkan nya, dan meminta di ganti dengan yang baru, dan di pastikan harus benar, karena seperti yang sudah-sudah karel sangat tidak menoleransi kesalahan sekecil apapun.


Tok...tok...tok


Pintu di ketuk, Karel hanya menyahut singkat, karena ia bisa menduga jika yang berada di luar sana adalah sang asisten. Dan biasanya laki-laki itu akan masuk dengan sendirinya.


"Selamat pagi tuan" sapa seseorang itu, suara nya seperti tak asing, suara perempuan yang akhir-akhir ini memenuhi kepala nya, perempuan yang sangat ia rindukan.


Untuk memastikan dugaan nya, Karel pun mendongak, sedetik kemudian senyum laki-laki itu terbit, ia dengan segera berdiri untuk menyambut gadis di sampingnya.

__ADS_1


"Eh" Mora menahan dengan kedua telapak tangan nya.


"By kangen" Karel menatap memelas, ingin memeluk gadis itu tapi malah tak boleh.


"Tidak boleh, ini di perusahaan" seru Mora masih menahan.


"Kita hanya berdua sayang please, udah lama ngga ketemu" Karel masih berusaha memelas, agar gadis di depannya ini luluh.


"No no no" Mora masih tetap pada pendirian nya, akan menganggap Karel asing saat berada di kantor.


"Sekarang saya bacakan ya tuan jadwal nya, anda akan bertemu dengan CEO dari perusahaan c setelahnya anda akan ada pertemuan dengan pihak H untuk melanjutkan proyek yang akan berjalan beberapa bulan lagi." seru Mora menjelaskan sambil melihat-lihat buku kecil miliknya.


Gadis itu terlampau fokus sampai tak sadar jika Karel telah berdiri di samping nya, menatap nya dengan tatapan memangsa penuh dengan kerinduan.


Grepp


Mata gadis itu seketika melotot saat merasakan pelukan di perutnya yang sangat erat, siapa lagi pelakunya jika bukan bos sekaligus kekasih nya itu. Bahkan kepala laki-laki itu kini mendusel ke arah lehernya, tangan laki-laki itu juga sudah berjalan di sekitar punggungnya, mengelus dan menggelitik.


Sementara di tempat lain, di sebuah gedung besar yang di sekeliling nya di kelilingi dengan banyak sekali pepohonan tinggi, terdapat beberapa pria dengan menggunakan pakaian formal yang sedang berjaga dan ada juga yang duduk bersantai sambil merokok.


Di dalam sana, tepatnya di ruang utama, terlihat 5 orang pria yang sedang duduk bersama sambil menegak minuman keras, sudah biasa mengonsumsi minuman itu, tentunya untuk mereka. Siapa yang berani melarang dan menjerat mereka dengan hukum ? jika mereka adalah keturunan paling berpengaruh di dunia ini.


"Aku udah rentas dan cari beberapa informasi tentang dia, dan ternyata benar kini kehidupannya jauh lebih baik." pria bernama Aldi berucap sambil menyerahkan flashdisk kepada Axeo. Membuat laki-laki itu menarik sudut bibirnya, tersenyum sinis.


"Setelah menghancurkan kehidupan orang lain, dia masih bisa bahagia ?" wajah laki-laki itu berubah datar, tampak dari matanya sorot penuh kebencian, tangannya mengepal di atas meja karena rasa marah.


"Apa rencanamu ?" Aldi bertanya, dia tau jika temannya itu sedang dilanda amarah, wajar sih, jika dia yang berada di posisi laki-laki itu dia mungkin saja sudah mengamuk.


Axeo tersenyum sinis, apakah ia akan membiarkan orang yang telah membunuh keluarga nya hidup bahagia ? tentu saja tidak, sampai ujung dunia pun tak akan pernah ia lepaskan.

__ADS_1


"Lihat saja nanti" ujar Axeo singkat, tak lupa senyum sinis itu masih tersemat di bibir nya.


__ADS_2