IVAMORA

IVAMORA
Kepadatan di Kantor


__ADS_3

"Kenapa tidak mengajak ku ke kantin bersama" Mora menoleh, Sofia duduk di samping nya sambil menatap nya yang saat ini sedang makan bakso di kantin. Di tangan gadis itu terdapat sebuah mangkuk yang berisi makanan yang sama dengannya.


"Aku fikir kamu sedang sibuk sof" ujar Mora sambil tersenyum canggung, gadis itu menatap Sofia yang menghela nafas kesal.


"Aku tadi mencari mu di dalam ruangan, tapi kau tak ada, aku pikir kau meninggalkanku makan di luar" ujar gadis itu sambil mencebik kan bibirnya, tangannya mengambil saus sambal di atas meja lalu menuangkan ke dalam mangkuk bakso miliknya.


"Waktu nya terlalu padat untuk mencari makanan di luar sof, maaf tadi tak mengajak mu, karena ku fikir kamu benar-benar sedang sibuk" ucap Mora yang merasa tak enak, gadis itu menatap temannya yang asik makan bakso itu dengan perasaan bersalah.


"Oke, santai aja, tadi emang ada beberapa pekerjaan yang belum selesai, makanya lama, lain kali kamu datangi saja ruangan ku" ucap Sofia masih fokus dengan makanan nya.


"Iya, lain kali aku akan langsung ke ruangan mu"


Sofia mengangguk sambil kembali menyuapkan makanan ke dalam mulut, Mora pun kembali fokus dengan makanan nya sendiri mata gadis itu menatap ke arah beberapa karyawan kantor yang juga sama memesan makan siang seperti dirinya.


Jika di pikirkan, selama Mora bekerja di kantor ini, dia hanya dekat dengan Sofia, dia bahkan belum mengenal karyawan dari divisi lain.


"Sofia"


"Iya" Sofia menoleh ke arah Mora, gadis itu mengangkat satu alisnya menunggu ucapan Mora yang memanggilnya.


"Kamu punya temen selain aku di kantor ini ?" tanya Mora penasaran, karena selama dia berteman dengan Sofia, dia tak pernah melihat gadis itu bercengkrama dengan karyawan lain.


"Ada, banyak malah" ujar Sofia jutek


"Mana ? aku tak pernah melihatnya"

__ADS_1


"Ya karena mereka tidak pernah mendatangiku saat aku bersama mu" ujar gadis itu masih dengan ekspresi bodoh amat.


"Kenapa ? apa mereka tak suka dengan keberadaan ku ?"


"Bukan, mereka hanya sungkan saja karena belum mengenalmu" ujar Sofia cepat, gadis itu menatap Mora yang terlihat cemberut di sampingnya.


"Aku ingin berkenalan dengan mereka boleh ? aku hanya mengenalmu di kantor ini, em mungkin karena aku yang tak berbaur kali ya"


"Oke, nanti pulang saja bersama Ku, aku juga ada rencana jalan sama temen-temen" ucap Sofia, Mora memberikan anggukan di sertai senyum tipis saat mendengar itu. Sangat hampa rasanya sendirian, dia ingin mempunyai banyak teman juga di lingkungan pekerjaan nya.


Mereka menyelesaikan makan siang nya, lalu berjalan bersama ketika waktu istirahat tinggal 15 menit.


"Ahahaha kamu sangat konyol, bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu" Mora tertawa saat mendengar ucapan Sofia, bagaimana bisa temannya itu mengucapkan kalimat lucu seperti itu dengan ekspresi datar, padahal baginya hal itu sangat random.


"Ya itu kan fakta, aku memang kejam jika tidak suka" Mora tak dapat menahan senyumnya, merasa lucu saja dengan tingkah temannya itu.


"Eh selamat siang tuan" Sofia yang melihat Karel menunduk hormat, gadis itu menggenggam tangan Mora membuat gadis itu mundur beberapa langkah.


"Kalian dari kantin ?" tanya Karel, Sofia segera memberikan anggukan.


"Iya tuan, kami permisi dulu, Mari..." Karel mengangguk, Sofia menarik pergelangan tangan Mora membuat gadis itu kembali melangkah kan kakinya. Tatapan mata Karel tak lepas dari kepergian kedua gadis itu.


Mora duduk di kursinya dengan raut wajah kusut, gadis itu menghela nafas nya, tangannya membuka lembaran pekerjaan nya dengan pikiran yang melayang kemana-mana.


"Ish, aku harus fokus" Mora menggelengkan kepala nya karena merasa tak fokus dengan pekerjaan nya. Gadis itu ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya dan segera pulang.

__ADS_1


"Mora" Mora melirik ke arah pintu, gadis itu melihat Diana masuk ke ruangannya dengan membawa beberapa tumpukan buku.


"Ada apa mba ?" tanya Mora heran, gadis itu berdiri dan membantu Diana meletakkan buku ke atas meja.


"Kamu sibuk ?" tanya Diana, nafas nya tampak ngos-ngosan karena membawa banyak tumpukan buku.


"Tidak, hanya mengerjakan tugas untuk besok, sebentar lagi juga selesai"


"Bagus, kemarilah aku akan menjelaskan beberapa tugas sekertaris utama" ucap Diana, Mora hanya menurut, gadis itu mendekat meski merasa bingung.


Diana mengajarkan banyak sekali tugas-tugas sekertaris, dari yang paling ringan hingga tugas yang paling berat. Mora hanya mendengarkan saja dengan baik, tidak memotong ucapan senior nya sama sekali.


"Jadi seperti itu Mora, apakah kamu mengerti ?" tanya Diana, Mora mengangguk.


"Huh syukurlah, aku haus, aku akan kembali lagi nanti. sekarang aku mau mencari minuman segar lebih dulu." ujar Diana berdiri dari tempatnya.


"Tunggu dulu mba" ujar Mora spontan, Diana menghentikan langkah nya yang hampir mencapai pintu, wanita itu menatap Mora dengan dahi berkerut.


"Em, itu yang mba beritahu tadi bukannya tugas sekertaris utama ? kenapa mba Diana menjelaskan kepada saya ?" tanya Mora. Tampak dia lihat Diana menghela nafas.


"Kamu akan tau sendiri nanti, sudah ya saya keluar dulu" akhirnya Mora membiarkan wanita itu pergi keluar dari ruangannya.


"Huh, mungkin hanya untuk berjaga-jaga saja ketika dia tidak ada di kantor" monolog Mora pada dirinya sendiri. Itu lah hal yang paling mungkin terjadi, karena biasanya juga dia yang mengantikan tugas Diana saat wanita itu dinas di luar kota.


Mora melirik beberapa lembar buku yang berserakan di meja, lalu merapikan sebentar, setelah itu Mora kembali duduk di kursi nya sambil mengambil air putih yang berada di dalam tas nya.

__ADS_1


Gadis itu menutup pekerjaan nya yang belum terselesaikan di atas meja, andai Diana tidak datang, mungkin pekerjaan itu sudah selesai ia kerjakan.


"Huh, kerjakan saja lah, tinggal sedikit juga" Mora segera membuka kembali, meski tubuhnya sudah lelah namun dia tidak ingin menunda pekerjaan itu. Tidak ingin kerepotan dengan tugas besok.


__ADS_2