
Di sebuah gedung besar, di mana kini terlihat para pebisnis sedang duduk saling berbincang, dengan ruangan besar yang di desain secantik mungkin.
Di depan sana panggung tampak sengaja di tutup, karena pelelangan akan di mulai 15 menit lagi.
Di kursi pojok, terlihat seorang laki-laki muda yang duduk dengan gusar, wajah nya nampak kesal, orang itu adalah Andra, sedari tadi ia menunggu teman nya namun Karel tak kunjung datang, hal itu tentu membuat nya kesal.
"Ck" berkali-kali ia berdecak karena merasa kesal, sebentar lagi acara di mulai dan Karel belum juga datang.
Mata Andra tertuju pada tirai di atas panggung yang mulai terbuka, menampilkan seorang laki-laki yang bertugas sebagai MC, menyambut semua tamu yang datang dengan hangat.
Andra sudah tak lagi memedulikan Karel, kini perhatian nya sepenuhnya fokus pada panggung di depan nya.
"Oke baiklah untuk para tamu undangan, serta para orang hebat yang hadir untuk meramaikan lelangan ini. Kami akan menawarkan beberapa barang yang mungkin akan menarik minat kalian."
"Mengingat di sini bukan hanya pebisnis Negara melainkan ada beberapa bisnis luar negeri yang bahkan merelakan waktu nya untuk hadir di acara ini, maka kami tidak akan mengecewakan kalian, kami dapat menjamin bahwa barang yang kami tawarkan tidak akan membuat kalian kecewa." ucap MC dengan menatap lautan manusia di hadapan nya.
Pelelangan ini sangat besar, dengan di hadiri seluruh orang hebat di dunia, pelelangan yang hanya terjadi 5 tahun sekali ini tentu menarik para pengusaha luar untuk ikut merayakan nya.
Beberapa orang nampak mendorong sebuah benda putih bercahaya yang membuat beberapa orang yang melihat melotot.
"Oke yang pertama di mulai dari Heintzman Crystal Piano piano transparan yang terbuat dari kristal. Harga piano ini adalah US$1,3 juta atau setara dengan Rp 20 miliar." ucap MC sambil melihat orang-orang di depan nya yang mulai melakukan penawaran.
"23 miliar"
"25 miliar"
"30 miliar"
"35 miliar"
"40 miliar"
"50 miliar" ucap seorang pemuda yang memakai kaca mata, wajah nya terlihat putih bersih seperti orang Amerika.
"Tak ada lagi sanggahan, baiklah kami lepas Heintzman Crystal Piano dengan harga senilai 50 miliar" ucap MC, lalu mulai kembali melihat buku.
Piano tadi di bawa pergi kembali karena sudah mendapatkan tuan nya, sedangkan beberapa orang yang menginginkan piano itu tampak menatap tak rela.
"Dilanjut dengan mobil cantik di sebelah sana, Ferrari Gto seharga $48,4 juta yang setara dengan Rp753 miliar." ucap MC dengan suara keras. Lalu terdengar beberapa pebisnis yang mulai angkat tangan dan memberikan penawaran.
"755 miliar"
"764 miliar"
"770 miliar"
__ADS_1
"773 miliar"
"775 miliar" sejenak tak ada lagi suara yang terdengar, MC sudah nampak ingin mengangkat suara.
"Baik, sudah tidak ada sanggahan, maka.."
"780 miliar" ucap seorang laki-laki tiba-tiba. Laki-laki itu berdiri dengan tubuh tegap nan kekar. Dengan setelan kemeja berwarna merah dengan di balut oleh jas.
"Baik 780 Tidak ada penawaran lagi ?"
"Oke Ferrari Gto dengan harga lelang paling tinggi 780 miliar lepas di tangan tuan yang ada di depan sana" ucap MC dengan suara keras.
"Seni Garçon à la pipe" (Boy with Pipe) dijual seharga Rp 900 miliar."
"950 miliar"
"1 Triliun"
"1,3 Triliun"
"1,5 triliun"
"1,6 triliun" sejenak semua tampak menengok ke arah suara, lalu mereka berdecak kagum saat ternyata yang menawar adalah seorang pengusaha miliader Italia, dan ketua dari perusahaan pasta terbesar di Dunia.
"Baik suara lelang terakhir berhenti di angka 1,6 Triliun maka, lukisan ini akan kami lepaskan." ujar MC.
"Sejak kapan kamu di sini ?" tanya Andra dengan pandangan sedikit kaget, pasalnya kini Karel telah duduk di samping nya dengan tangan yang menyilang di depan dada. Sambil menatap datar ke depan sana.
"Sedari tadi" sahut Karel singkat, andai saja bukan karena menepati ucapannya pada Andra, tentu ia akan sangat malas duduk di kursi ini.
Satu persatu barang nampak di sebutkan mulai dari kalung berlian, kapal pesiar, sertifikat villa, dan masih banyak lagi barang lelang.
Terhitung sudah lebih dari lima jam mereka duduk dengan malas di kursi itu. Kini tersisa barang lelang terakhir atau utama. Andra tidak tau itu apa namun ia merasa penasaran.
"Kita sampai di lelang terakhir, ini sedikit istimewa dan yang pasti bukan sebuah barang, melainkan sesuatu yang sangat istimewa yang pasti akan membuat kalian berlomba-lomba untuk mendapatkannya." ujar MC sambil tersenyum misterius.
Andra Mengernyitkan dahi nya, banyak juga pebisnis yang berbisik-bisik merasa penasaran dengan yang di maksud MC di depan sana.
"Silahkan bawa ia kesini" sahut MC, Andra menatap panggung tanpa berkedip menanti tirai yang siap terbuka.
"1"
"2"
"3" Tirai terbuka dengan lebar, menampilkan sosok gadis cantik yang duduk di kursi dengan tangan yang di borgol di atas paha. Gadis itu mengenakan gaun berwarna merah gelap dengan kepala yang tertunduk.
__ADS_1
"Wow" semua orang yang berada di kursi tamu tampak berdecak kagum saat melihat gadis manis itu, banyak mata laki-laki yang menatap kagum pada gadis itu, ada juga yang menatap lapar seolah ingin memakan gadis itu hidup-hidup.
Gadis itu mempunyai kulit bersih seputih susu, dengan rambut pirang yang panjang, alis yang terlihat rapi, mata indah berwarna biru terang disertai bulu mata lentik, hidung yang mancung, serta bibir tebal yang terlihat seksi. Aura gadis itu terlihat seperti ratu kerajaan meski kini gadis itu sedang menunduk dengan takut.
"Biarkan saya jelaskan terlebih dahulu tentang gadis manis ini, ia adalah..."
"CUKUP" Bentak seorang laki-laki yang terlihat berdiri dari duduk nya, ia seperti seorang pengusaha, dengan perut yang membuncit dan badan yang gemuk ia kembali bersuara.
"Segera saja tawarkan harga nya" ucap nya lalu di akhiri dengan deraian tawa.
Sedangkan dua orang yang duduk di kursi tamu tampak menatap gadis di panggung dengan tatapan yang berbeda. Karel nampak menatap depan sana dengan pandangan yang datar tanpa ekspresi, sedangkan Andra menatap hal itu dengan tangan yang terkepal. Seolah tidak terima dengan apa yang jadi lelangan penutup ini.
"Baiklah karena lelang terakhir ini sangat istimewa, maka kami akan menjualnya dengan harga paling rendah yaitu US$4,5 miliar atau setara dengan Rp70 triliun." ucap MC dengan keras.
"73 triliun"
"75 triliun"
"80 triliun"
"85 triliun"
"90 triliun"
"96 triliun"
"100 triliun" ucap seorang laki-laki dengan keras, semua mata nampak menoleh mencari tahu siapa kah yang menawar tinggi itu. Karel nampak melirik ke arah Andra, laki-laki itu baru saja menawar seorang gadis dengan harga yang cukup fantastis.
"150 triliun" ujar seorang laki-laki muda yang duduk di bagian paling depan. Seolah tak ingin kalah.
"Ck sial" Andra mengepalkan tangan nya.
"350 triliun" balas Andra dengan telak, bahkan harga yang di tawarkan dua kali lipat lebih tinggi dari harga terakhir yang di sebutkan.
Tak ada lagi jawaban, mereka sebenarnya ingin bersuara namun merasa engan, toh mereka pikir menabung 350 Triliun itu tidak mudah, semuanya tampak menyerah, tak lagi terobsesi untuk mendapatkan gadis manis di atas panggung sana.
"Huh" Andra mendesau lelah, seolah bernafas lega karena tak ada lagi yang mengajukan harga.
"Apa yang membuatmu tertarik membuang 350 Triliun untuk gadis itu" ujar Karel tanpa menoleh, padahal jika di pikir, tanpa membuang uang sekalipun Andra bisa mendapatkan gadis yang bahkan lebih segalanya dari gadis itu.
"Aku hanya ingin" sahut Andra.
"Sudah merasa punya uang heh ?" ucap Karel sambil tersenyum smirk , ia tahu tabungan Andra pasti akan terkuras habis jika nekat membayar gadis itu.
"Tak apa, perusahan ku ada banyak, dan aku akan mulai bekerja dan berhemat mulai besok" Karel tersenyum sinis, merasa lucu dengan ucapan teman nya itu.
__ADS_1
"Baiklah selamat untuk tuan di belakang sana, gadis ini akan menjadi milik anda." sahut MC.