IVAMORA

IVAMORA
Gadis 350 T


__ADS_3

Masih di gedung yang sama, terlihat seorang gadis yang berlalu lalang dengan raut wajah yang ketakutan, ia bahkan menghindari tatapan mata beberapa orang yang berlalu lalang memperhatikan nya. Ia merasa ketakutan dan merasa tidak aman berada di gedung ini. Gedung yang menurut nya di penuhi oleh beberapa orang jahat.


"Varför är du fortfarande här?" ucap seorang perempuan dengan tubuh yang sedikit gemuk, sambil menghampiri gadis yang sedari tadi nampak ketakutan itu.


"Kenapa kamu masih disini?"


"moster, jag är verkligen rädd, snälla straffa mig inte så här." ucap gadis itu dengan mata yang berkedip memelas.


"Bibi saya benar-benar takut tolong jangan menghukum saya seperti ini."


"Någon har köpt dig till ett högt pris, du bör leta efter din herre." ucap wanita yang di panggil bibi itu.


"Seseorang telah membeli mu dengan harga tinggi, kamu harus mencari tuan mu."


Lalu wanita itu pergi meninggalkan gadis tadi, membuat sang gadis kembali ketakutan, ia memberanikan diri untuk beranjak dari tempat nya, semua pasang mata menatap nya tanpa berkedip, ia mencoba menjaga diri nya dari rasa takut. sebenarnya dia ingin kabur, tapi ia tidak memahami negara ini, ia pun takut jika bertemu dengan orang jahat lagi.


Setelah sampai di luar gedung, ia tak menemukan laki-laki yang tadi membeli nya, ia celingukan mencoba mengamati namun tak kunjung menemukan. Ia pun memilih untuk kembali melanjutkan jalan nya, saat tiba di sebuah tempat di mana banyak mobil terparkir, ia menemukan laki-laki itu. Sedang berbincang menggunakan telfon sambil bersandar di samping mobil.


Dengan memberanikan diri, dia menghampiri laki-laki itu, ia tak mengatakan apapun saat pandangan mereka bertemu. Hanya terus menunduk penuh rasa takut.


"Hei" Andra menaruh kembali handphone nya saat telah selesai dengan telfon nya. Lalu ia menatap gadis yang ia beli tadi dengan pandangan yang menelisik.


"Kenapa kamu kesini ?" ucap Andra, gadis di depan nya tak menjawab, hanya menatap heran ke arahnya. Andra menepuk jidat nya saat sadar jika perempuan di depan nya pasti tidak mengerti dengan bahasa yang ia gunakan.

__ADS_1


"Aku di minta mencari anda tuan" gadis itu menyahut lirih, seketika membuat Andra kembali menatap nya tanpa berkedip, ia pikir gadis itu tak mengerti bahasa Indonesia. ternyata pemikiran nya salah.


"Hei kamu bisa bahasa Indonesia" membuat Andra tersenyum, padahal ia sangat yakin jika gadis itu bukan dari Asia, tapi tak menyangka bahwa ternyata gadis itu bisa menggunakan bahasa negara nya.


Gadis itu mengangguk masih dengan kepala yang tertunduk. Andra yang melihat itu mengernyitkan dahi.


"Kenapa terus menunduk, wajah mu terlihat lebih cantik saat tersenyum, coba tersenyum" gadis itu tak menyahut, tetap menunduk seolah tanah di bawah nya lebih menarik dari apapun.


"Baiklah, kenapa kamu mencari ku ?" tanya Andra kembali.


"Anda sudah membeli saya" ucap nya. Andra tersenyum tipis.


"Memang nya kamu barang sampai harus di beli, aku hanya membantu mu, kamu berhak atas dirimu sendiri." ucap Andra, meski gadis di depan nya sangat cantik, ia tak ingin memanfaatkan keadaan, meski uang nya terkuras habis, tapi niat nya memang murni menolong.


Mendengar ucapan pemuda di hadapannya, gadis itu pun mendongak, menatap Andra dengan mata polos nya. Tatapan menggemaskan itu mengundang senyum di bibir Andra.


"Bolehkah saya ikut dengan anda ? saya takut hidup sendiri di negeri ini." cicitnya pelan.


"Emm" Andra menaruh jari telunjuknya di dagu, seolah sedang berfikir dan menimbang permintaan gadis itu.


"Boleh, ayo masuk ke dalam mobil ku" ucap Andra sambil menunjuk mobil, gadis itu terdiam tak kunjung membuka pintu mobil, membuat Andra kembali merasa heran.


"Kenapa tak masuk ?" tanya Andra.

__ADS_1


"Saya jarang menaiki kendaraan seperti ini" ujar nya pelan, Andra kembali tersenyum lalu membuka pintu mobil agar gadis itu bisa segera masuk.


"Masuklah" ucap Andra


"Tack" ucap nya mengucapkan terimakasih.


Andra mengendarai mobil itu membelah jalanan padat kota. Ia menuju apartemen pribadi nya yang jauh dari mansion besar keluarga, ia tak ingin jika keluarga besar mengetahui keberadaan gadis di samping nya.


Andra melirik gadis di samping nya sekilas, seperti nya gadis itu memiliki sikap yang pendiam, karena sedari tadi ia hanya diam sambil menunduk. Seolah harus patuh akan apapun yang ada di sekitarnya.


40 menit kemudian, Andra sampai di apartemen. ia kembali mengajak gadis itu untuk masuk ke dalam apartemen.


"Kamu bisa tinggal di sini, biasanya saya tidur di mansion, hanya sesekali tidur kesini itu pun kalau ada waktu yang senggang seperti pulang kantor mungkin." ucap Andra membuat gadis itu binggung. Namun gadis itu memberi anggukan entah ia paham atau tidak dengan ucapan nya.


"Kamar di apartemen ini hanya satu, kamu bisa menggunakan nya ketika saya tidak pulang, biasanya setiap pagi akan ada wanita paru baya yang datang membersihkan apartemen sekaligus memasak." ucap Andra lagi. Dia menjelaskan dengan penuh pengertian, seolah seperti guru kepada murid nya.


Gadis itu kembali menganggukkan kepala nya. Andra menghela nafas, ketika gadis itu sama sekali tak bersuara sejak tadi. Namun ia mencoba memahami nya, karena mungkin gadis itu masih merasa ketakutan.


"Aku tinggal sekarang tidak apa kan, di atas ada komputer kamu bisa menggunakan nya sesukamu." ucap Andra lagi.


"Apa di sini saya akan aman ?" tanya gadis itu sambil menatap ke sekeliling nya.


"Tentu, tidak akan ada yang berani datang ke apartemen ini, lagian di sekitar apartemen ini banyak rumah, jadi kamu tidak perlu merasa takut." ucapan Andra membuat gadis itu mengangguk paham, Andra pun pergi dari apartemen dan melajukan mobil nya menuju mansion.

__ADS_1


Semoga saja setelah ini ia tidak akan mendapatkan masalah, mengingat ia menghabiskan 350 triliun dalam satu hari.


__ADS_2