IVAMORA

IVAMORA
Mengunjungi Markas


__ADS_3

Tepat saat jam menunjukkan pukul 7 pagi Vano mendatangi mansion Ivander, laki-laki itu datang atas permintaan tuan nya. Vano juga membawa jadwal yang sudah di buat oleh Mora, untuk sementara ia akan mengantikan tugas gadis tuannya karena tuan nya itu memberhentikan Mora dalam urusan pekerjaan sampai kondisi gadis itu benar-benar pulih.


Cukup berlebihan memang, tapi Vano jelas tau bagaimana sikap tuan nya itu jika sudah jatuh cinta, ia akan sedikit protektif terhadap gadis kesayangannya, maka dari itu Vano dapat memahami hal itu.


Turun dari mobil, Vano melihat puluhan pengawal yang sudah berjejer rapi, hal itu membuat Vano sedikit heran, pasalnya tidak biasanya pengawal berbaris rapi di mansion Ivander. Pasti akan ada urusan penting, tapi apa ? kenapa ia tidak mengetahui nya.


Kedatangan vano di sambut oleh beberapa maid, pembantu memberitahu jika tuan muda sedang berada di meja makan, Vano pun menyusul lalu menyapa tuan nya.


"Pagi tuan" sapa Vano sambil menganggukkan kepala nya.


"Duduklah, kita sarapan" Vano mengangguk, ikut duduk tak jauh dari posisi tuan nya. Pembantu datang lalu melayani dua laki-laki itu. Mereka makan dalam hening, tak ada pembicaraan apapun. Sampai mereka selesai baru mereka terlihat pembicaraan.


"Sudah diubah jadwal nya ?" seru Karel datar


"Sudah tuan, saya sudah ubah jadwal sesuai permintaan anda."


"Sebutkan"


"Anda akan ada pertemuan dengan klien, untuk membahas kerja sama baru di bar Ring××" Karel mendesau, tapi pada akhirnya mengangguk, wajar jika pertemuan di adakan di bar, karena Karel meminta jadwal di undur malam hari, karena rencana nya hari ini, ia akan pergi ke markas sekaligus bertemu dengan anggota Shriekthrush.


"Aku akan datang, tapi jika tiba-tiba aku tidak bisa kamu yang menggantikannya" seru Karel, Vano yang mendengar itu langsung menyahut.


"Maaf tuan, tapi klien yang satu ini datang jauh-jauh, pasti akan kecewa jika tidak bertemu dengan anda." Vano berusaha menerangkan setenang mungkin.

__ADS_1


"Aku akan mengusahakannya" sahut Karel.


Karel pun pergi ke markas bersama pengawal nya, laki-laki itu menaiki mobil mewah yang di kemudikan oleh salah satu pengawal nya. Dan di belakang mobil mereka ada juga beberapa mobil hitam yang akan mengawal mobil Karel menuju markas.


Sampai di markas, terlihat ribuan laki-laki yang memakai jas hitam berbaris dengan rapi, gerbang besar yang baru saja di lewati oleh mobil Karel pun perlahan kembali tertutup dan terkunci, menunjukan simbol dari klan Shriekthrush.


"Selamat datang tuan" seorang laki-laki muda datang dengan senyum manis nya, ia sedikit membungkuk, lalu di ikuti oleh seluruh pengawal yang ada di halaman.


"Selamat datang tuan" mereka semua membungkuk, menyambut tuan muda yang sudah lama tak datang ke markas.


Karel hanya mengangguk singkat lalu memilih untuk berjalan masuk ke dalam markas, di ikuti oleh Al dan beberapa pengawal. Karel dan Al masuk ke dalam ruangan pribadi, Al berdiri di hadapan Karel yang menatap nya dengan tatapan yang mengintimidasi.


"Laporkan semuanya tanpa ada yang terlewat sedikit pun." seru Karel, wajah nya dingin dan datar tanpa ekspresi senang sedikit pun.


"Sampai sejauh ini, dia sudah berani mengambil beberapa senjata milik kita, dan mengirimnya ke klan miliknya. Dia juga menghabisi beberapa pengawal kita yang bertugas menjaga senjata rahasia, dan kami masih mencari tau obat apa yang dia berikan, sehingga beberapa pengawal tewas dengan tubuh membiru dan jantung yang telah rusak."


"Obat ?"


"Iya tuan, bahkan obat yang dia berikan mampu bekerja hanya dalam hitungan detik." Karel mengerjakan gigi nya mendengar itu, ia harus mempercepat rencana nya agar semuanya tak semakin parah.


Dua laki-laki itu lanjut membahas rencana mereka, tidak boleh menunda lagi atau semuanya akan semakin parah. Karel tentu tak bisa terus membiarkan musuh menghancurkan klan Shriekthrush.


***

__ADS_1


Karel dan Al turun bersama dari ruangan pribadi Karel, kali ini Karel akan pergi ke tempat Andra bersama Gilang dan Rafka, terlihat beberapa pengawal yang sudah berjejer rapi siap mengantar tuan muda mereka pergi, Karel yang biasanya acuh tak acuh, kini mulai memperhatikan wajah dari anggota Shriekthrush, sampai tatapan laki-laki itu jatuh di pria yang paling ujung, pria dengan wajah putih namun terdapat banyak luka di wajah itu, goresan dan bekas sayatan memanjang sampai leher. Karel tersenyum samar lalu mulai memasuki mobil nya.


"Antar tuan muda, dan jaga dia" ucap Al kepada anak buah yang ia percaya menjaga Karel.


"Baik"


Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di depan apartemen Andra Gilang dan Rafka sudah menunggu sambil duduk di depan mobil. Nampak raut jenuh di wajah Rafka yang wajahnya sudah terlihat suram. Gilang sendiri yakin, jika Karel tak datang dalam kurun waktu kurang dari 10 menit, maka laki-laki itu pasti akan di semprot dengan cabe level 10 oleh Rafka.


"Gila, anjir ni anak masih berak apa gimana sih" Gilang meringis, sudah dari tadi dia mendengar Rafka yang misuh-misuh karena menunggu Karel yang kelewat lama.


"Sabar, mungkin Karel masih dalam perjalanan"


"Sabar-sabar kaya emak-emak lu, gue ngga bisa sabar" sahut Rafka galak.


Gilang menghela nafas, ia melirik handphone nya, namun naas pesan yang ia kirim untuk Karel bahkan belum di lihat oleh laki-laki itu. Namun beberapa detik berikutnya, Gilang dapat menghela nafas lega saat melihat sebuah mobil mewah berhenti di samping mobil miliknya.


"Sorry gue telat" seru Karel tanpa merasa bersalah.


"Habis dari kutub mana lo, ngga sekalian aja lu mampus" Gilang yang mendengar hanya meringis, sedangkan Karel tampak acuh tak acuh, dengan wajah datarnya.


Di banding menanggapi kemarahan Rafka, Karel memilih untuk berjalan menuju unit apart Andra dan meninggalkan kedua temannya.


"Anjg gue belum selesai ngomong" Rafka menendang botol yang ada di jalan dengan kesal. Gilang yang berada di belakangnya menepuk pundak laki-laki itu.

__ADS_1


__ADS_2