IVAMORA

IVAMORA
Part Alettha


__ADS_3

Alettha berjalan perlahan memasuki kantor, hingga di lobi dia di sambut oleh beberapa resepsionis dengan senyuman ramah, Ale terus berjalan di samping nya bersama Sam.


Mereka berjalan menuju lift yang lumayan jauh dari meja tamu, hingga saat sudah dekat, Ale melihat papa nya sedang berjalan bersama lelaki bertubuh kekar.


Seketika gadis itu melotot, dia langsung saja menepi dan bersembunyi di balik tembok, membiarkan Sam terus berjalan menghampiri papa nya.


"Astaga" Ale mengusap dada nya, tampak Sam berbicara pada papa Abi lalu tampak juga Sam yang menoleh ke belakang seperti mencari nya.


Untung saja tadi Sam berjalan jauh di depannya, dan untung saja Ale melihat papa Abi yang sedang bersama Alex. Gadis itu bingung kenapa Alex ada di perusahaan ini.


Dapat ale lihat Alex yang juga ikut celingukan, Alettha hanya berharap jika persembunyian nya aman, dia tak ingin bertemu Alex, bisa sia-sia semua usaha nya menghindari lelaki itu.


Dengan perlahan Alettha mulai berjalan menuju pintu keluar menggunakan jalan lain, Untung saja lobi papa nya ini luas, sehingga ada banyak jalan menuju pintu keluar.


Alettha berjalan ke arah jalan, lalu mulai menghentikan taksi, gadis itu menghela nafas lega, untung saja dia waspada, sekarang yang menjadi pertanyaan nya adalah kenapa papa nya bisa bersama dengan Alex.


Alettha mengambil air minum yang dia beli saat keluar dari gerbang kantor Abiyasa, meneguk nya hingga sisa setengah, ia benar-benar merasa haus.


"Jalan sekarang aja pak" Ale bersuara, taksi yang dia tumpangi tak kunjung jalan, mungkin menunggu perintah dari nya.


"Sudah puas menghindarinya heum"


Deg...


Jantung gadis itu nyaris copot, matanya membulat lebar. Seketika tubuh nya menegang dengan tangan yang bergetar.


"Alex.." Ale bahkan hampir menangis saat mendengar suara dingin plus menyeramkan tadi, tangannya berusaha membuka pintu mobil tapi gagal, pintu nya terkunci.


"Aku mohon lepaskan aku, buka pintunya" cicit Alettha dengan nada bicara bergetar, dan mata berkaca-kaca.


"Kamu meminta hal yang mustahil baby girl" Alettha nampak ketakutan, apalagi saat Alex loncat dari kursi depan dan duduk di samping nya.

__ADS_1


"Aku merindukan mu, kenapa begitu jahat padaku" Ale meneguk ludah nya kasar, tangan nya menahan tubuh Alex yang terus berusaha mendekat.


"Jangan begini please" Alettha masih berusaha untuk menahan lelaki itu.


"Lalu aku harus apa ?" Alex menyeru dengan nada dingin.


"Lepaskan aku Al"


Grep..


"Sampai kapanpun tak akan pernah, kamu sudah masuk ke hidupku, dan tak akan pernah aku lepaskan, bahkan jika kamu memohon sekalipun!!" tubuh Alettha menegang, seketika dia merasa sangat menyesal karena sudah mempermainkan perasaan lelaki ini.


"Alex, hubungan ini terjadi karena kesalahan, sudah akhiri saja, kita hanya sama-sama saling menyakiti. Mungkin dengan kita em Lex.." Alettha berusaha menahan rasa takut nya, di dekat laki-laki ini membuat nya merasa tak berdaya.


Apalagi saat Alex memaksa mencium bibir nya, membungkam bibir nya yang terus bicara, tangan nya di cekal dengan kuat sehingga Alettha tak bisa melakukan pergerakan apapun.


Cukup lama ciuman itu, Alex sama sekali tak memberikan kesempatan untuk gadis itu, Alettha menangis, dia benar-benar takut tolong.


Cup


"Aku mencintai mu baby girl, dan kamu wajib untuk membalas perasaan ku hm" tangan Alettha meremat jas kantor yang Alex kenakan, mata nya terpejam, bahkan dia tak memberikan perlawanan apapun saat Alex kembali memeluk nya.


"Sudah jangan menangis, aku janji akan membuat mu bahagia." tiba-tiba Alettha merasa ada sesuatu yang menyentuh lengan nya, hingga membuat kesadaran gadis itu menghilang.


*


*


*


Alettha terbangun dari tidur nya, dan menemukan dirinya yang sedang terbaring di ranjang asing, dia sama sekali tak mengenali ruangan ini, kepala nya mulai mengingat ingat kejadian sebelumnya sampai dia bisa berada di tempat asing ini.

__ADS_1


"Astaga" kedua telapak tangan gadis itu terangkat memegang kepala, ia kini dapat mengingat dengan jelas kejadian sebelumnya, di mana dia bersama dengan Alex dan berakhir tak sadarkan diri.


Alettha langsung beranjak dari tempat nya, berusaha untuk membuka pintu, tapi sepertinya pintu itu terkunci dari luar. Gadis yang biasanya tampak tenang itu kini mulai panik, beberapa pikiran buruk mulai menghantui pikirannya.


"Bagaimana ini" Alettha tampak berfikir dengan keras, lalu matanya pun melihat ke arah ranjang.


"Hp ku mana" Alettha berusaha mencari hp nya, jalan satu-satu nya agar ia bisa keluar dari tempat asing ini, namun ia sama sekali tak menemukan benda penting itu.


"Alex" Alettha mengepalkan kedua tangan nya, merasa sangat marah dengan lelaki itu.


"Ya baby girl"


Alettha menoleh, menatap sengit pada orang yang berdiri di dekat pintu, ia mendekat lalu...


Plak...


"Lepaskan aku brengsek" Alettha terus memukuli dada lelaki itu, ia sudah sangat muak berhadapan dengan lelaki ini.


"Tidak boleh marah-marah sama kekasih mu hm"


"Hubungan kita sudah berakhir, berhenti untuk menyiksa ku." Alettha berteriak sedikit kencang, meski dengan nada ucapan yang bergetar.


"Berakhir ? Bukannya tidak pernah di mulai hm. Seperti tidak ada yang di mulai maka ini tidak akan ada akhir nya baby." Alex mengusap wajah gadisnya yang tampak berkeringat. Dia sangat suka melihat nya, Ale tampak sangat cantik jika seperti ini.


Seketika pikiran nya jadi mesum, pasti gadisnya ini sangat cantik jika sedang berada di bawahnya dengan mata yang terpejam.


"Brengsek" Alettha kembali menampar lelaki di hadapannya, Alex yang sedari tadi menatap nya mesum membuat gadis itu waspada sekaligus merasa ingin menangis.


"Mulutmu kasar sekali, apa perlu aku lunak kan"


"Jangan berani em.." Alettha berontak dengan kuat, tapi tentu saja tenaga nya tak ada apa-apanya dengan kekuatan tubuh lelaki itu. Alex mengendong tubuh nya tanpa beban, padahal Alettha tak berhenti berontak.

__ADS_1


"Aduh.." Alettha sedikit berteriak saat Alex menghempaskan tubuh nya ke ranjang. Kini Alettha hanya bisa menatap takut pada lelaki di atasnya itu.


__ADS_2