IVAMORA

IVAMORA
Pulang


__ADS_3

Pagi hari kembali menyapa, seorang laki-laki tampak membuka mata nya dan mendesis pelan saat merasakan tangannya yang kebas dan berat, ia melihat sekeliling, di luar sana masih terlihat petang, jam menunjukkan pukul 4 pagi.


Laki-laki itu berniat untuk menggerakkan tangannya, namun ia merasa menyentuh sesuatu, lalu Karel pun menunduk untuk melihat sesuatu yang menghalangi tangan kiri nya.


Ia melihat puncak kepala seseorang yang seperti nya sedang terlelap, Karel tidak dapat melihat wajah nya, hanya dapat melihat rambut nya saja.


Ia juga melihat tangan nya yang kemarin terluka sudah terbalut perban dengan rapi.


Sudah Karel pastikan jika itu pasti Mora, memang siapa lagi perempuan yang berada di apartemen nya. Lagipula tadi malam dia mengingat dengan jelas jika Mora mendatangi kamar nya.


Karel tersenyum, ia tak menyangka jika sekertaris nya itu sangat lincah dan mampu membebaskan diri dari cengkeramannya. Mungkin juga karena saat itu Karel sedang dalam pengaruh alkohol kadar tinggi maka dengan mudah Mora dapat menumbangkannya.


Laki-laki itu berusaha untuk melepaskan tangan Mora yang menggenggamnya dengan perlahan, lalu setelah berhasil Karel turun dari ranjang hanya untuk bisa melihat wajah manis Mora saat terlelap.


Dia baru sadar jika ternyata kamar nya sudah terlihat bersih, pecahan kaca tadi malam sudah tidak ada di tempatnya, apakah Mora yang membersihkan kamar nya ?


Tanpa sadar bibir nya kembali tertarik membentuk senyuman, hanya dengan melihat Mora begini saja sudah dapat membuat nya senang. Suatu rasa yang sulit ia tafsirkan, hanya saja intinya Karel berharap bisa melihat Mora yang damai seperti itu untuk waktu yang panjang.


Dengan perlahan ia menaruh kedua lengannya di paha dan leher Mora, berniat untuk memindahkan gadis itu di atas ranjang.


Namun tau sendiri kan, Mora sangat sensitif, gadis itu akan terbangun jika merasakan atau mendengar sesuatu, gadis itu mengerjapkan mata nya, pertama membuka mata ia sudah di hadapkan dengan wajah tampan Karel yang terlihat baru saja bangun tidur.

__ADS_1


Karel masih berjongkok di samping Mora, nampak kaget karena Mora melihat aksinya yang ingin mengendong gadis itu, ia berfikir juga mungkin Mora akan marah jika mengetahui apa yang dia lakukan tadi malam, namun ternyata ia salah karena Mora malah menjatuhkan tubuhnya dalam dada Karel dan kembali menutup mata.


"Rasanya aku malas sekali untuk melakukan apapun" Karel dapat mendengar ucapan itu, meski terdengar seperti gumaman Karena suara Mora yang lirih.


"Hem tidur lah" Karel mengusap bahu Mora pelan, lalu kembali mengendong tubuh gadis itu, meletakkan perlahan ke atas ranjang, Karel kembali berdiri berniat untuk beranjak pergi. Namun Mora memegang tangannya.


"Tuan, mau kemana ?" tanya gadis itu dengan mata sayu.


"Aku akan ke bawah untuk membeli makanan untuk kita, kamu lanjutkan tidur mu" Mora pun tak menjawab, mata nya kembali terpejam. Karel kembali tersenyum, huh sepertinya pagi ini dia banyak tersenyum. Padahal tidak ada yang lucu.


Karel pun keluar dari kamar nya, dengan hanya menggunakan kaos putih dan celana kolor ia keluar dari apartemen untuk membeli makan pagi. Ia tidak bisa memasak, jadi ia memilih untuk membeli makanan saja.


***


Padahal posisi itu membuat tubuhnya terasa di injak namun ia tetap saja bertahan dengan tangan yang terus menggenggam tangan Karel. Hal itu membuatnya susah untuk mendapatkan tidur yang nyaman.


Mora melihat ke sekeliling, tidak ada tanda-tanda adanya manusia lain di kamar ini, apakah tuan nya itu berada di bawah ?


Mora pun turun dari ranjang, berdiri di depan cermin yang ada di kamar Karel dan merapikan rambut nya yang sudah seperti benang kusut.


"Huh, padahal tidur ku tidak parah, tapi rambut ku selalu saja berantakan setiap bangun" ucap gadis itu sambil berdecak kecil, ia pun segera turun dari kamarnya untuk membersihkan diri. Jangan sampai Karel marah karena melihat ia belum juga bersiap.

__ADS_1


Pagi ini Mora menggunakan gaun putih di atas lutut, dengan bahan lengan panjang sehingga menutupi tangan nya. Gadis itu menyisir rambut nya dan membiarkan tergerai begitu saja. Sejak menjadi sekertaris dia sudah membiasakan untuk menggerai rambutnya dan bersikap lebih girl.


Bagaimanapun juga ia bekerja di perusahaan Karel, maka ia harus bisa menjaga sikap nya, gadis itu lalu keluar dari perpustakaan buku di apart itu.


Jangan tanya kenapa ia bisa berada di perpustakaan, itu terjadi karena ia tak punya pilihan lain, kamar di apartemen ini hanya ada satu, dan hanya perpustakaan saja ruangan tertutup yang ada.


Lagipula di perpustakaan itu terdapat kamar mandi yang dapat Mora gunakan. Untung saja Karel memberikan ia izin untuk menempati ruang perpustakaan ini kemarin saat ia meminta.


Saat akan menutup pintu dan berbalik, Mora melihat Karel yang sudah berdiri di hadapannya, gadis itu berteriak kecil karena kaget.


"Tuan sudah seperti hantu saja, untung saya tidak mempunyai masalah jantung" ucap gadis itu kesal.


"Oh maaf, habis kamu tidak turun turun. Saya sudah menunggu sedari tadi" ujar laki-laki itu sambil menatap tepat pada manik mata Mora.


"Hari ini kita ke kantor tuan ?" tanya Mora sambil menuruni tangga di ikuti oleh Karel di samping nya.


"Itu yang mau aku sampaikan, kita makan saja dulu" mereka pun berjalan menuju meja makan, selesai makan Karel pun berucap satu hal yang membuat Mora kaget.


"Kamu bersiap ya, hari ini kita pulang" ucap laki-laki itu dengan raut wajah yang kembali datar.


"Memang nya urusan di sini sudah selesai tuan ?" tanya Mora.

__ADS_1


"Semuanya sudah selesai" Mora pun tersenyum, kabar itu sangat membahagiakan untuk nya, karena dia juga ingin segera kembali ke Negara kelahirannya itu.


"Baik tuan saya akan bersiap sekarang" bahkan karena terlalu antusias, Mora sampai pergi begitu saja, gadis itu kembali menuju perpustakaan untuk membereskan baju dan koper nya.


__ADS_2