IVAMORA

IVAMORA
Mengunjungi Mansion Kakek


__ADS_3

Mora turun dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi, rambut nya di biarkan begitu saja tergerai, gadis itu menghampiri suaminya yang duduk di ruang makan dengan bibir mengerucut.


"Makanlah, kamu bisa telat ke kantor nanti" ucap Mora duduk di samping Karel, tangan nya mengambil piring dan mengisi nya dengan makanan.


"Aku malas" seru laki-laki itu dengan tak minat


"huh" Mora menghela nafas, suaminya itu ngambek


"Ini makanlah, aku sedang lelah" seru Mora


"Maaf" ucap Karel merasa bersalah, apakah dia terlalu egois terhadap istri kecil nya itu ?


"Tak apa, sudah jangan merajuk lagi" Mora mengusap tangan laki-laki itu, Karel mengangguk, menyuapkan makanan yang Mora siapkan tadi.


"Oh ya sayang, nanti sore kita ke rumah tuan lewis"


"Dia itu kakek mu, kenapa kamu memangilnya tuan seolah kalian seperti orang asing." protes Mora.


Karel mengangkat bahu, mulai tampak fokus dengan makanan nya, jika membahas keluarga nya memang dia sedikit malas.


Mora sendiri hanya bisa menghela nafas, tugas nya sekarang adalah berusaha membantu suaminya itu memperbaiki hubungan dengan kakek Lewis.


Benar saja, sepulang dari kantor, Karel menjemput istrinya di mansion, kini mereka sedang berada di mobil dan dalam perjalanan menuju mansion kakek Lewis.


"Kita berhenti di depan sana ya" Mora menunjuk sebuah pusat pembelanjaan, Karel akhirnya menurut, jam masih menunjukan sore hari jadi Karel mau menuruti istrinya untuk berhenti.


Mora masuk sambil mengandeng lengan Karel, wanita itu masuk ke tempat daging, ia mengambil ikan salmon dan ikan tuna yang terlihat sangat segar. Bukan tanpa alasan ia membelinya.


Ikan merupakan makanan yang baik untuk lansia usia lanjut seperti kakek Lewis, meski ia tau jika makanan di mansion kakek Lewis pasti sudah terjamin dari segi makanan, tak mungkin kakek Lewis yang cerdas akan makan sembarangan, namun Mora memang berniat untuk membawakannya.

__ADS_1


Ikan juga mengandung protein, tetapi memiliki kadar lemak yang lebih rendah ketimbang sumber protein hewani lain, seperti daging merah.


Wanita muda itu juga mengambil kacang almond, Meski teksturnya tidak lembut, kacang almond bisa menjadi pelengkap menu sehat untuk orang seusia kakek lewis. Karena, kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati yang baik untuk tubuh. Jenis makanan ini juga mengandung serat yang tinggi, vitamin B6, kalsium, kalium, magnesium, serta rendah lemak jenuh.


Setelah selesai, Mora berjalan ke tempat buah, gadis itu mengambil buah strawberry dan juga kiwi.


Buah-buahan merupakan jenis makanan penting yang wajib masuk ke dalam menu harian Mora. Jenis makanan ini mengandung tinggi serat, air, hingga berbagai vitamin dan mineral agar tubuh tetap bugar.


Selain itu Mora juga membeli berbagai bahan lain, hingga tangan nya penuh dengan tas belanjaan, bahkan tangan Karel tak kalah penuh dengan tangannya, mereka membawa semua bahan itu ke dalam mobil.


"Apa masih ada yang mau di beli" tanya karel dengan wajah suram.


"Sudah, ayo kita ke rumah kakek"


"Kamu membawa barang, seolah kita hanya bisa mendatangi kakek tua itu 5 tahun sekali."


"Ish mulutnya" Mora mencubit mulut suaminya itu dengan gemas, lalu menyandarkan kepala nya pada lengan Karel, sedangkan laki-laki itu kini mulai menjalankan mobil nya menuju mansion tuan Lewis.


"Papa" Mora langsung saja melepaskan rangkulannya di lengan Karel lalu memeluk tubuh cinta pertama nya itu dengan erat.


"Hey sayang" papa Abi juga langsung memeluk putri nya erat, memberikan kecupan sayang di puncak kepala putri nya itu.


"Papa, Mora rindu" ucap wanita muda itu sambil menatap papa nya sedih. Papa Abi terkekeh, mengusap wajah Mora dengan lembut.


"Baru sehari, masa udah rindu"


"Kan kita ngga pernah jauh pa, sebelumnya" papa Abi mengangguk membenarkan, memang sebelum nya mereka tak pernah terlibat jarak jauh, menginap di rumah temannya saja Mora masih berfikir ulang.


"Apa cuma papa kamu yang kamu sapa sayang ?" Mora menoleh, kakek Lewis duduk tak jauh darinya dengan muka yang di tekuk, Mora kembali menatap papa nya.

__ADS_1


"Lihatlah, kakek mu merajuk tu. Hampiri sana" meski ragu, akhirnya Mora tetap menghampiri kakek lewis, wanita itu duduk berjongkok sambi mencium telapak tangan kakek Lewis.


"Akh cucu menantu kakek ini memang sangat sopan" seru kakek Lewis senang, ia membantu Mora berdiri lalu memeluk tubuh cucu menantu nya itu dengan sayang.


"Kakek apa kabar" seru Mora mulai berbicara


"Kabar kakek baik sayang, mana suami mu kenapa sedari tadi kakek tak mendengar suara nya." sindir kakek Lewis pada Karel yang sedang berbincang dengan papa Abi. Bukannya menghampirinya dulu cucu nya itu malah lebih memilih mengobrol dengan mertua nya. Wajah laki-laki yang tak lagi muda itu berubah murung.


"Bentar ya kek" Mora berdiri, ia duduk di dekat Karel.


"Boleh bicara bentar by" pinta Mora dengan sopan, Karel mengangguk, mereka meminta izin terlebih dahulu kepada papa Abi.


"Tolong sapa kakek, jangan malah mendiamkannya seperti tadi."


"Bukannya dia sedang bicara dengan mu ?"


"Sekarang udah selesai"


"Aku sedang bicara dengan papa"


"Bisa nanti kan ? kita kesini tujuannya buat nyamperin kakek by" Mora berbicara dengan nada halus, agar Karel tak salah tangkap omongannya.


"Tapi"


"Aku tau hubunganmu dan kakek kurang baik, tapi tolong jangan menghindarinya seperti ini, bukankah dia keluarga mu juga. Dia sangat menyayangimu dan aku melihat itu." sela Mora cepat, Karel menghembuskan nafas pelan, lalu mengangguk.


"Aku akan berbicara padanya" akhirnya mereka berdua kembali, Mora menggenggam tangan Karel meyakinkan laki-laki itu yang masih tampak ragu untuk menghampiri kakek nya, setelah Karel berjalan menjauh, Mora kembali menghampiri papa nya, memberikan waktu untuk kakek dan cucu itu bicara berdua.


"Suami mu mana sayang ?" tanya papa Abi saat melihat Mora berjalan sendiri ke arahnya.

__ADS_1


"Tu" Mora menunjuk Karel yang berbicara dengan kakek Lewis menggunakan dagu nya, papa Abi pun seketika paham dan mengangguk.


__ADS_2