IVAMORA

IVAMORA
Pulang


__ADS_3

Karel sudah boleh pulang pagi ini, karena keadaannya memang tidak ada yang membahayakan, Andra dan gilang pun juga sudah di perbolehkan untuk pulang. Mora dan Karel sekarang berada di dalam mobil pribadi Ivander, Mora meminta supir untuk menjemput mereka.


Sejak tadi wajah Karel tampak datar tanpa senyum, wajah nya bahkan terlihat keruh. Dan Mora sadar jika suaminya itu sedang merajuk.


Sampai mobil memasuki area mansion, Karel sama sekali tak menatap nya, bahkan ketika sudah sampai, laki-laki itu langsung membuka pintu mobil dan turun.


Mora tersenyum tipis, lalu mengejar langkah suaminya, merangkul lengan suaminya dengan posesif. Memasuki ruang tamu langkah pasangan itu terhenti, di ruang tamu sudah ada perusuh, yang berbaring dengan nyaman dengan makan kuaci, kulitnya pun berceceran tampak sangat berantakan.


Karel mengerakkan gigi nya, mood nya sedang anjlok sejak di rumah sakit, dan saat sampai rumah pun ada saja yang membuat nya kesal.


BUG...


Nathan, yang sedang berbaring sambil mendengarkan musik seketika bangkit saat sebuah bantal terlempar menubruk wajahnya.


Ia menoleh dan mendapatkan Kakak nya berdiri bersama dengan Mora, seketika Nathan pun meringis.


"Eh kakak, duduk kak" Karel hanya diam sambil terus menatap Nathan dingin.


"Bersihkan" titah Karel dingin


"Ouh ini, gampang nanti biar bibi yang bersihkan" sahut Nathan santai, punya pembantu banyak buat apa jika kita mengerjakan pekerjaan sendirian. Rugi menggaji batin Nathan.


"Siapa yang makan, sampai harus menyuruh bibi"


"Tapi kan kak"


"Bersihkan atau silahkan angkat kaki dari sini" Karel langsung pergi setelah mengucapkan itu, sedangkan Nathan mencebikkan bibir nya, dan mulai membersihkan kekacauan yang dia buat.


"Eh Mor lu ngga mau bantu gue" sahut Nathan dengan wajah memelas.


"Ogah, kurang kerjaan banget" Mora pun ikut berlalu meninggalkan Nathan.


"Ck dasar pasangan kejam" Nathan sedikit berteriak, lalu menerima nasib nya.


Mora membuka pintu kamar, lalu ia melihat Karel yang duduk di sofa kamar dengan wajah datar nya, wanita itu pun menghampiri suaminya lalu duduk di samping laki-laki itu.


Karel cemberut lalu mengangkat tubuh istrinya dan memeluk tubuh gadis itu, kepala nya mendusel di leher istrinya.


"Tadi marah kenapa sekarang peluk-peluk ?"


"Terserah apa mau ku" seru Karel ketus, Mora menarik sudut bibir nya.

__ADS_1


"Lebih baik kamu mandi sana"


"Malas" seru Karel singkat


"Ih, lepas dulu, biar aku siapin air hangat, kamu berendam aja dulu" Mora bangkit lalu berjalan ke arah kamar mandi, Karel pun membututi dari belakang, tanpa wanitanya sadari Karel sudah mengunci pintu kamar mandi.


Laki-laki itu memeluk wanitanya dari belakang, mengecupi leher belakang Mora, tangannya sudah berkeliaran melepas kancing baju istrinya.


"Eh apa ini"


"Asupan pagi sayang" seru laki-laki itu, dan sudah dapat di pastikan apa yang terjadi di dalam kamar mandi itu.


***


Mora turun ke dapur untuk memasak, dengan di bantu oleh bibi, wanita itu membuat masakan berbau ikan.


Dia tadi melihat Nathan di ruang tamu yang tampak fokus dengan laptop nya, Mora tak menegur takut menganggu laki-laki itu.


Lauk dan nasi sudah siap, Mora pun mulai mengambil beberapa buah di kulkas yang tampak segar lalu meletakkan nya di tempat buah. menaruhnya di atas meja makan.


Tak lupa wanita itu menyiapkan minuman dan juga susu di atas meja, sedangkan bibi mulai menata semuanya agar lebih rapi.


"Sudah bi, makasih ya bantuannya" seru Mora tersenyum manis.


Makanan para pekerja berada di ruangan khusus, karena mereka di berikan ruangan khusus yang cukup besar di rumah itu, di mana para pekerja akan berkumpul untuk makan dan sekedar mengobrol.


"Sayang" Karel datang lalu melingkarkan tangannya pada pinggang ramping istrinya, mengecup pipi istrinya dengan sayang. Semenjak menikah, laki-laki itu tak ragu lagi menunjukkan sikap posesif nya.


"Udah bangun ?" seru Mora sambil mengusap tangan pria nya.


"Udah, nyenyak banget tidurnya dapat asupan double"


"Ish" Mora mencubit pinggang laki-laki itu, lalu menuntun Karel untuk duduk di meja makan.


"Tunggu bentar, biar aku panggil Nathan"


"Buat apa ?"


"Makan siang by" Karel mendengus, melepaskan istrinya untuk menghampiri adik sepupu nya itu.


"Nathan" Mora berjalan ke arah sofa

__ADS_1


"Apa ?" Nathan menyahut ketus, masih kesal karena di biarkan sendirian di ruang tamu, dan di tinggal lama di kamar oleh pasangan itu.


"Makan dulu yuk"


"Nah gitu kek dari tadi, gini-gini aku tamu ya" Nathan berdiri lalu berjalan menuju meja makan, sedangkan Mora hanya menggelengkan kepala nya saja.


Nathan menarik kursi di samping Karel, namun laki-laki itu menahannya.


"Apalagi sih kak" ucap Nathan merasa jengah


"Duduk di tempat lain, ini tempat Mora"


"Ck" Nathan pun melangkah di kursi satunya, dan duduk dengan wajah kesal nya.


"Apa mau marah ? pulang saja sana. Dasar merepotkan" Nathan hanya memutar bola mata nya.


"Aku sepupu mu kak, bukan orang asing"


"Emang aku anggap ?" seru Karel tersenyum sinis, Mora menatap Karel memberikan kode agar laki-laki itu diam.


"Udah kita mulai makan nya" Mora mengambil nasi dan menaruh di atas piring karel, juga beberapa lauk.


"Nathan ambil sendiri makanan mu" perintah Mora setelah piring suami nya terisi.


"Ck pilih kasih"


"Berani mengumpat heh" seru Karel menatap laki-laki itu tajam, akhirnya Nathan pun mengalah dan diam.


Mereka pun makan siang dalam hening, hanya sesekali Mora mengambil lauk dan menaruh di piring Karel.


Setelah selesai makan, Mora pun akhirnya duduk menemani Nathan, sambil sesekali main hp, sedangkan Karel pergi ke ruang kerja.


Drttt....


"Gracel mau ketemu" Itu adalah pesan dari Shofia, Mora pun berdiri dan berjalan menuju kamar nya.


"Nathan aku tinggal ya"


"Mau kemana ?"


"Keluar, ada urusan" Nathan memberikan anggukan.

__ADS_1


"Ngga papa, izin dulu sama kak Karel tapi" Mora mengangguk, lalu berjalan ke arah ruang kerja milik suaminya.


__ADS_2