IVAMORA

IVAMORA
Dua Laki-Laki Tengil


__ADS_3

"Mau mati dasar bodoh" Shofia hanya meringis, melihat vano yang tampak marah membuat nya hanya bisa menggaruk tengkuk.


"Tuan, bantu saya ya, saya mau ke kantor tapi ngga ada taksi yang mau berhenti." ucap Shofia dengan raut memelas.


"Trus" sahut vano tanpa minat


"Numpang ya tuan, tadi saya habis jenguk Mora"


"Bukan urusan saya" Vano berbalik, Shofia dengan cepat menarik lengan itu membuat vano marah.


"Ngga usah sentuh" Vano menarik lengan nya kasar


"Tuan saya mohon, saya bisa telat" ujar Shofia, sungguh ia benar-benar sedang membutuhkan bantuan.


"Kali ini saja, saya benar-benar bisa telat"


"Kamu bisa berangkat seharusnya kamu juga bisa pulang" wajah Shofia berubah pias, gadis itu menatap sendu ke arah laki-laki berkacamata hitam di hadapannya, ia bingung harus meminta bantuan pada siapa.


"Tuan, saya mohon kali ini saja gunakan hati anda"


"Masuk" seru vano dengan malas, ia langsung duduk di kemudi, sedangkan Shofia masuk dengan wajah sumringahnya.


Vano melajukan kendaraan membelah jalanan kota siang itu yang cukup padat, ia menatap lurus ke jalanan, sedangkan Shofia, berkali-kali menghela nafas lega, untung saja asisten Vano mau membantunya.


"Jangan bernafas" ucap vano ketus


"Kalau tidak bernafas ya mati tuan" ujar Shofia, bagaimana bisa laki-laki itu berucap seperti itu.


"Kamu bernafas cukup keras, berisik tau ngga" sekali lagi Shofia menghela nafas, sabar dia tidak boleh terpancing.


Gadis itu memilih diam, tak lagi menjawab ucapan laki-laki datar di depannya, ia merasa haus dan lelah karena harus berdiri lama kepanasan mencari taksi tadi.


Akhirnya setelah satu jam lebih berkendara mobil pun sudah berada di sekitar kantor Ivander, hanya tinggal memasuki gerbang besar maka akan sampai, tapi tiba-tiba saja vano menghentikan mobil nya.


"Kenapa berhenti tuan ?" tanya Shofia heran


"Turun" seru vano dingin

__ADS_1


"Kenapa tidak sekalian masuk kantor saja ?"


"Emang kamu berharap apa heh, di lihat karyawan karena satu mobil sama saya. Sudah turun, beruntung saya mau memberi mu tumpangan"


"Ck" Shofia memilih turun dengan cepat, sungguh lebih baik ia jalan kaki daripada harus mendengar ucapan tajam asisten datar itu.


"Sombong banget sih, dasar ngga punya hati" Shofia menghentakkan kaki nya dengan kesal, gadis itu akhirnya berlari menuju gerbang.


"Loh mba, habis dari mana kok ngos-ngosan" seru pengawal yang berjaga gerbang.


"Habis lari maraton" seru Shofia, ia berjalan cepat menuju kantor, gadis itu tampak sangat lelah dan kesal.


Brak, tiba-tiba saja tubuhnya di tabrak oleh seseorang, Shofia berteriak karena kesal, sungguh ada saja cobaannya hari ini.


"Punya mata ngga sih" seru Shofia, nafas nya memburu karena marah.


"Maaf ya ngga sengaja" ucap laki-laki yang tadi menabrak Shofia.


"Ngga gue maafin, gue doain lu kejedot pintu sampai tu jidat benjol, kalau bisa sampai seminggu berturut-turut." seru Shofia dengan ketus, ia menabrakkan bahu nya yang kecil ke arah bahu laki-laki itu.


"Akhh" Shofia menyandarkan kepala nya di meja kantin, ia mengambil minuman di lemari pendingin dan menegak nya sampai habis, lelah, letih, lesu. Gadis itu benar-benar sial hari ini.


"Ini bukan hutan, berisik" tiba-tiba saja ada yang menyahut ucapannya, Shofia menegakkan tubuhnya, baik siapapun orang yang bicara ia pastikan akan memakai habis-habisan. Dia sudah sangat kesal hari ini dan ada saja yang mematik emosi nya.


"Heh mata lu buta ya, ngga lihat pakaian gue yang lusuh, lu ngerasa berisik, minggir aja sana." ujar Shofia ia menunjuk muka laki-laki itu.


"Emang ini kantin lu" tanya laki-laki itu ikut sewot.


"Kenapa emang, terserah gue mau apa, yang punya kantin aja diem kenapa lu yang bacot" seru Shofia, ia menarik lengan blazer nya.


"Eh ini kantin bukan punya lu" seru laki-laki itu tersenyum sinis.


"Tapi setidaknya"


"Diam" orang yang satu meja dengan laki-laki yang ribut dengan Shofia mengebrak meja. Shofia melotot melihat orang itu.


"Kalau mau ke kantin jangan berisik, habis itu lanjut kerja. Jangan suka makan gaji buta" ujar orang itu, lalu pergi meninggalkan Shofia dan laki-laki di depannya yang ikut pergi dengan senyum sinis.

__ADS_1


"Anjg" rasanya Shofia ingin menendang meja karena kesal. Gadis itu kembali memilih duduk di kursi nya, sambil menunggu pesannya yang sangat lama datang.


Di mansion besar Ivander


Brak, pintu terbuka dengan keras menampilkan dua orang laki-laki yang berjalan dengan wajah tengil nya. Salah satu dari mereka tampak duduk di sofa ruang tamu dengan mata yang terpejam, gurat lelah terlihat di wajah nya yang berkeringat.


"Please aku butuh air" teriak nya dengan nada suara yang serak.


"Manja banget lu, ambil sendiri sana" tak jauh dari tempat nya berbaring, temannya itu mencemooh dengan kesal.


"Ck gue capek anjg"


"Ya ngga usah bar-bar, gitu aja ngomong kasar"


"Banci lu" olok nya kesal, sedetik kemudian ia berteriak.


"Bibi, haus" teriak nya, bibi berlari menghampiri ruang tamu, melihat siapakah gerangan yang berteriak di mansion Ivander, mengingat tuan muda sedang berada di ruang kerja.


"Den rafka" seru bibi heran


"Bi buatin minum lah, haus ini astaga" laki-laki itu mengusap leher nya yang terasa kering, tak ada cairan.


"Bentar ya den" bibi langsung memanggil temannya yang membawa dua jus jeruk, belum juga jus di letakkan di meja, rafka sudah menyerobotnya dan menegaknya dengan terburu-buru.


"Lebay banget dah lu raf"


"Bacot" rafka memilih untuk mengisi perutnya dengan minuman dingin itu.


"Ini untuk den Gilang" ujar bibi meletakkan jus segar di depan teman tuan nya.


"Makasih ya bi" tak seperti rafka yang terlihat tak punya tata krama, Gilang membalas ucapan bibi dengan nada ramah dan senyuman.


"Itu milik gue anjg" Gilang melotot saat rafka mengambil minuman nya.


"Basi lu, mending buat gue"


"Anjg dosa apa hamba punya temen kaya dia tuhan" Gilang mengelus dada nya sabar.

__ADS_1


"Cih" rafka pun berdiri, ia memilih untuk pergi ke dapur dan mencari makanan, laki-laki itu sudah seperti gelandangan yang tidak terurus. Meninggalkan Gilang yang hanya bisa menggeleng melihat tingkah memalukan teman nya.


__ADS_2