IVAMORA

IVAMORA
Part Alettha Harus menikah


__ADS_3

"Kamu tidak bisa macam-macam" Alettha berusaha melindungi dirinya yang terncam bahaya.


"Kenapa tidak bisa, tidak ada siapapun yang bisa menolong mu di sini." seru Alex sembari menerbitkan senyum sinis, Alettha tampak gemetar mendengar itu.


"Ini salah Alex, kamu tidak boleh melanjutkannya"


Lelaki itu membuang nafas kasar, lalu beranjak dari posisi nya yang menindih tubuh Alettha. Dia mengusap kasar wajah nya lalu bangkit dan pergi dari kamar.


Alettha benar benar tak betah berada di rumah itu, apalagi sejak kemarin ia tak kunjung menemukan jalan keluar dari tempat asing ini.


dan Alex, bukannya membebaskan nya namun lelaki itu tak lagi menemuinya, semenjak kejadian terakhir Alex meninggalkan nya sendiri di kamar waktu itu.


Ceklek...


Lamunan Alettha buyar, atensi nya beralih pada wanita paru baya yang masuk dengan paper bag di tangan nya.


"Non Ale, mandi dulu yuk." Alettha mengernyitkan dahi nya, namun ia tetap beranjak dari ranjang. Sambil menghampiri bibi itu.


"Bibi ini siapa ya ?"


"Saya salah satu bawahan di rumah ini non"


"Oh" Alettha hanya menjawab singkat


"Mandi dulu non, biar saya siapin baju nya"


"Eh ngga usah, biar saya siapin sendiri" Alettha jelas saja langsung menolak, malu lah jika di layani sedemikian rupa. Tangannya ingin mengambil paper bag itu, tapi bibi menolak.


"Ngga papa non, sudah menjadi tugas saya"


"Tapi baju nya mau sekalian saya bawa ke dalam bi, biar cepat." wanita renta itu tampak berfikir, lalu pada akhirnya memberikan anggukan, bungkusan di tangan nya pun dia berikan pada Alettha.


"Yaudah saya mandi dulu ya bi" Alettha pun dengan ragu memasuki kamar mandi, dia melihat semuanya sudah rapi, tinggal mandi saja.


Alettha menenggelamkan tubuh nya pada bathtub. Merasa ingin berendam meski hanya sebentar, sekaligus membuat otak nya tenang agar dapat menyusun kembali rencana untuk kabur dari tempat terkutuk ini.


"Kenapa papa ngga cari aku ya, ini putri nya ngga pulang loh."


"Alex juga.. lelaki itu benar benar berbahaya"

__ADS_1


Alettha sama sekali tak menyangka, jika harus berhadapan dengan lelaki over seperti Alex, padahal dia sudah menyusun rencana untuk kabur, namun kini ia kembali terkurung.


"ck, aku harus kabur" Alettha memainkan busa yang memenuhi bathtub.


Gadis itu pun mengenakan pakaian yang sudah di siapkan oleh bibi, dia keluar dan tampak merapikan rambut nya yang berantakan.


"Sudah selesai non ?"


"Udah bi" Alettha berbalik, menatap bibi yang berdiri di dekat pintu, sedari tadi wanita renta itu terus mengawasi nya.


"Mari turun non, tuan sudah menunggu di bawah"


"Alex ada di bawah bi ?" tanya Ale sedikit terkejut, rasanya malas sekali jika harus kembali bertatap muka dengan lelaki itu.


"Iya non, sedari tadi menunggu nona turun, untuk sarapan bersama."


"Sarapan nya bawa kesini saja ya bi, saya malas turun." Ale berusaha bernegosiasi, semoga saja dia di izinkan untuk makan di kamar. Dia tak ingin bertemu dengan Alex, sungguh.


"Tidak bisa non, tuan yang minta"


"Ck" umpatan itu keluar begitu saja tanpa bisa di cegah.


Benar saja, saat memasuki meja makan, Ale melihat lelaki itu sedang duduk membelakangi nya, dengan menghela nafas, Ale pun duduk, sama sekali tak menoleh pada Alex.


"Makanlah" Alex menyodorkan piring nya yang sudah berisi sandwich. Ale hanya melihatnya saja.


"Mau aku suapi ?"


"Ngga" jawab Ale dengan ketus


"Jangan ketus ketus sama calon suami"


"Uhuk.." seketika minuman yang baru saja Ale teguk langsung membuat nya tersedak, sampai tenggorokan nya terasa sakit. Gadis itu menatap mata Alex sejenak.


"Apasih, ngga usah ngayal deh"


"Ngga, emang bener kok. Kamu calon istri aku" Alettha tersenyum sinis, ia memakan sandwich itu dengan kasar. Saking kesal nya dengan lelaki di samping nya ini. Andai saja dia bisa keluar dari rumah asing ini secepatnya.


Alex terus menatap pada Alettha, membuat gadis itu sedikit risih, dia tampak berusaha tak memperdulikan tatapan Alex yang begitu tajam.

__ADS_1


"Mau mahar apa ?" lagi dan lagi Alettha terkejut, kini bukan lagi tersedak tapi menyemburkan makanan yang ada di mulutnya, gadis itu mengambil tisu dan membersihkan mulutnya, lalu menegak air dingin di meja samping nya.


"Hati-hati baby girl" alex membantu mengusap bibir gadis itu, tampak kotor karena makanan itu.


"Kamu mau buat aku spot jantung ya"


"Ngga, kan aku nanya baik baik" jawab Alex tanpa rasa bersalah, bahkan dengan wajah yang polos tanpa beban, ingin sekali Ale mencakar wajah itu namun ia tak berani.


"Sudah jangan bicara lagi, atau nafsu makan aku benar benar hilang." Ale kembali berucap dengan ketus.


Alex tak lagi bicara, terus menatap gadisnya dengan rasa sayang. Ale menyelesaikan makan nya lalu menatap lelaki itu sekilas.


"Mau apa ?"


"Aku ngga mikir nikah dalam waktu dekat" ucap Ale berharap lelaki ini mengerti maksudnya.


"Ngga papa, minta aja yang kamu mau" Ale tampak berfikir sejenak, gadis itu tersenyum samar, sudah ada ide licik di otak nya.


"Aku mau mobil" seru Ale dengan enteng, dengan senyum yang lebar, gadis itu bahkan baru kali ini tersenyum padanya.


"Itu aja ?"


"Iya, tapi mobil nya yang harga 200 miliar ya"


Wajah laki-laki itu berubah datar, melihat hal itu membuat senyum Ale semakin lebar, gigi nya bahkan terasa kering. Dia sudah menduga pasti lelaki itu tak akan mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membelikan nya mobil. Biarkan saja, Ale malah senang jika lelaki itu menyerah mengejar nya.


"Oke, besok akan di kirim ke sini, tapi besok kita menikah" ujar Alex santai, lalu lelaki itu merangkul bahu gadisnya.


"Ngga mau" Ale langsung cemberut, menatap tak suka pada lelaki itu.


"Harus mau, aku sudah menyanggupi syarat dari mu."


"Ish aku tetap tidak mau" Ale memutar otak, rencana nya malah gagal total karena permintaan nya benar benar di anggap serius dengan lelaki itu.


"Aku belum siap nikah sekarang"


"Mau kapan, nikah nya harus sama aku tapi" Alex menjawab dengan nada memaksa, dia berusaha bersikap lembut saat ini, agar bisa menarik hati gadis dingin ini.


"Ish ngga mau" Ale berdiri, lalu meninggalkan lelaki itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2