IVAMORA

IVAMORA
Berkunjung Ke Rumah Nenek


__ADS_3

Pagi harinya Karel dan Mora bersiap untuk kembali meninjau perusahaan cabang, hampir semua perusahaan yang berada di bawah pimpinan Karel berkembang pesat, hal itu membuat keuntungan perusahaan meningkat. Hanya ada beberapa kendala yang tidak terlalu merugikan perusahaan.


Tepat jam menunjukkan pukul 12 siang, mereka telah selesai mengunjungi perusahaan. Kini mereka dalam perjalanan menuju apartemen untuk bersiap pulang.


Mora merasa tidak sabar untuk segera pulang, gadis itu merasa lelah dan ingin segera bertemu keluarga nya.


"Tuan, kenapa kita harus ke apartemen ? kenapa tidak langsung pulang saja ?" tanya Mora pada Karel yang asik memainkan handphone nya.


"Ada sesuatu yang harus aku ambil" jawab Karel tanpa menoleh.


"Tuan, setelah ini saya ingin mengambil cuti ya" ujar Mora, ucapan Mora membuat Karel menoleh dengan mengernyitkan dahi.


"Kenapa ?"


"Saya ingin ke Bandung, nenek saya sedang sakit tuan" ujar Mora, tadi pagi mama nya memberikan pesan, bahwa nenek mereka kembali masuk rumah sakit karena penyakit nya kambuh. Kini orang tua mereka sedang berada di Bandung untuk melihat kondisi sang nenek.


Mora yang sudah lama tidak kesana merasa rindu kepada nenek nya itu, sehingga membuat nya ingin menjenguk, selama ini dia memang terlalu sibuk dengan kuliah nya, sehingga tidak mempunyai waktu untuk menjenguk sang nenek yang sudah semakin tua.


"Oh, baiklah" jawab Karel singkat. Mora tersenyum, dia merasa bersyukur karena mempunyai bos seperti Karel yang tidak terlalu ketat menuntut nya dalam pekerjaan.


"Boleh saya ikut ?" Mora terdiam, lalu menoleh pada Karel dengan cepat, gadis itu menatap Karel yang juga menatap nya dalam, jantung Mora seketika berdebar saat mendapat tatapan seperti itu dari Karel.


Tunggu dulu, apakah dia tidak salah dengar ? mengapa Karel ingin ikut coba.


"Kenapa tuan ingin ikut ?" tanya Mora heran


"Oh tidak boleh ya"


"Bukan seperti itu, tapi tuan kan..." Mora terdiam, mencoba mencari kalimat yang tepat.


"Kenapa ?" tanya Karel menuntut


"Begini tuan, rumah nenek saya itu di desa, rumah nya juga tidak sebesar di kota, karena nenek suka kesederhanaan. Saya takut jika tuan tidak betah nanti. Lagipula rumah nenek saya itu dekat dengan wisata air terjun, jadi udara nya dingin" ucap Mora panjang lebar.

__ADS_1


"Ya bagus dong, saya tidak pernah main ke air terjun" Karel menjawab dengan polos, dia memang tidak pernah ke wisata air terjun, kalau ke pantai sering, tapi kalau ke air terjun, demi mama nya yang jahat dia belum pernah.


Mora melongo mendengar hal itu, dia tidak percaya dengan ucapan Karel, mana mungkin tuan nya itu tidak pernah bermain di air terjun. Kenapa kuno sekali.


"Aku tidak bohong Mora, Poko nya besok aku mau ikut" ucap Karel yang sudah seperti anak kecil yang merengek kepada ibu nya. Sikap nya yang berwibawa sewaktu mengunjungi kantor tadi lenyap.


Mora menggaruk tengkuk nya sambil tersenyum paksa.


"Ya sudah, ya sudah tidak apa jika tuan memaksa" ujar Mora menghela nafas.


"Besok aku jemput ?" Mora memberikan anggukan, Karel tersenyum mendengar hal itu.


"Kamu menyenangkan Mora, kenapa kita tidak berteman saja ?" jantung Mora kembali berpacu mendengar itu, akhir-akhir ini sikap Karel sangat manis, membuatnya heran dan takut.


"Hehe iya tuan" sahut Mora, bingung harus menjawab apa.


Perjalanan mereka menuju kota membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama, mereka hanya mampir untuk membeli makan siang dan makan malam, dan saat jam sudah menunjukkan pukul 7 malam mereka sudah tiba di kota.


"Rumah mu mana ?" tanya Karel, Mora terdiam.


Sampai di rumah Mora, Mora segera turun dari mobil Karel, gadis itu menundukkan kepala nya agar bisa melihat Karel.


"Tuan makasih sudah mau mengantar saya" ujar Mora dengan senyum tipis.


"Baiklah, segera beristirahat, besok kamu telfon saja ya mau berangkat jam berapa." Mora mengangguk, lalu kaca samping mobil kembali tertutup. Mobil Karel berjalan menjauhi pagar rumah Mora.


Mora pun menggeser gerbang perlahan, melihat gerbang bergeser membuat pak satpam ter jingkat, sepertinya nona mudanya sudah pulang, dia pun membuka gerbang dari dalam.


"Eh non Mora sudah pulang" sapa pak satpam ramah. Dia tersenyum saat melihat Mora berjalan masuk dengan pakaian kantor.


"Iya pak, mama sama papa udah pergi ?" tanya Mora.


"Sudah non, tadi siang mereka berangkat" Mora mengangguk, lalu mulai berpamitan kepada pak satpam untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Gadis itu segera saja memasuki kamar nya, mengambil pakaian dalam walk in closet lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


30 menit Mora habiskan untuk membersihkan diri, gadis itu keluar dengan piyama panjang berwarna biru terang, lalu berjalan menuju meja rias. sejenak Mora menatap wajah nya, lalu mulai membersihkan wajah nya. Serta menyisir rambut panjang nya.


Gadis itu merenggangkan kedua tangannya, lalu mulai melangkah menuju ranjang. Mora memeriksa handphone nya, sambil tiduran di ranjang nya.


Mora menghubungi mama nya, tak lama mama nya langsung mengangkat panggilan dari nya.


"Halo ma"


"Iya sayang, kenapa ?" tanya mama nya di sebrang sana.


"Ma, mama sama papa ke rumah nenek sama adek ?" tanya Mora, karena tadi saat dia pulang, dia tidak melihat keberadaan kedua adiknya.


"Mama sama papa doang, adik kan lagi ada kunjungan kuliah" Oh pantas saja rumah sepi.


"Oh" sahut Mora singkat


"Mama sama papa sampai kapan di sana ?" tanya Mora kepada mama nya.


"Hem besok papa pulang sepertinya, karena nenek juga memaksa mau dirawat di rumah. Nanti di fasilitasi perawatan rumah sakit. Kamu tau sendiri kan sayang, papa sibuk dengan pekerjaan nya, jadi mungkin besok papa sudah pulang, tapi tanpa mama. Karena mama mau rawat nenek dulu, belum pulih sepenuhnya kan kondisi nya." sahut mama nya, sekaligus menjelaskan kondisi nenek.


"Oh iya ma"


"Kamu sudah pulang ?" kembali mama nya bertanya.


"Sudah ma, 1 jam lalu baru sampai rumah"


"Yasudah, kamu istirahat saja ya, kasihan pasti kamu capek." Mora tersenyum mendengar itu.


"Iya, mama sama papa juga jangan sampai lupa makan, jangan sampai mama sakit nanti"


"Iya pasti, ya sudah mama tutup dulu ya nak"

__ADS_1


"Iya mah" Saat telfon terputus, Mora segera berjalan dengan mengambil tas besar milik nya, lalu mulai mengisi beberapa pakaian miliknya, dia berniat untuk ambil cuti lama, agar bisa mengantikan mama nya menjaga nenek.


Gadis itu juga memberikan pesan pada Karel, jika tidak perlu ikut dengan nya besok, karena dia akan menginap lama di rumah nenek tanpa tau kapan akan pulang.


__ADS_2