IVAMORA

IVAMORA
Rencana Pekerjaan


__ADS_3

Kini Mora sudah mulai kembali bekerja, kemarin dia dan nenek sudah tiba di Jakarta, sekarang Mora sudah tak takut lagi, karena nenek berada di bawah pengawasan banyak orang.


Pagi-pagi sekali Mora sudah bersiap untuk ke kantor, hanya berbekal roti bakar di tempat bekal dia melaju ke kantor, bahkan keluarga nya saja tadi belum ada yang turun.


"Ini kamu pelajari, nanti kamu akan mengantikan tuan untuk presentasi di depan." asisten Karel memberikan 3 buah map yang berisi berkas yang harus Mora pelajari, gadis itu mengambil nya lalu mulai membuka nya satu persatu. Dia tidak punya banyak waktu, karena hanya tinggal hitungan jam saja maka mereka akan memulai meeting itu.


Mora harus bersyukur karena mempunyai daya ingat yang kuat serta kecepatan dalam memahami sesuatu, gadis itu mengambil beberapa point penting untuk dia jadikan topik dalam daya ingat nya agar dia bisa menjawab jika nanti ada yang mengajukan pertanyaan padanya.


Selama hampir 30 menit Mora gunakan untuk memahami berkas itu, gadis itu pun merasa perut nya lapar, lalu membuka kotak bekal yang ia bawa, mengambil roti yang tadi sempat dia buat, lalu menyuapkan ke dalam mulut.


"Akhirnya kamu masuk juga" suara yang terdengar di dekat pintu membuat Mora menoleh, terlihat Karel yang berjalan ke arahnya dengan jas hitam yang sudah rapi membalut tubuh atletis nya.


"Maaf ya tuan, kemarin saya ambil cuti nya terlalu lama" sahut Mora meminta maaf, baginya mungkin kemarin dia keterlaluan, karena bagaimana pun juga pekerjaan kantor itu padat, hampir tidak ada waktu senggang, eh malah dia ambil cuti 2 minggu, padahal posisi nya di perusahaan ini sangat penting.


Mora menyadari kesalahannya, kini gadis itu akan memusatkan fokus nya pada pekerjaan kantor.


"Bukan masalah, kamu sudah memahami semua berkas yang di berikan Vino ?"


"Sudah tuan, memang nya meeting nya jam berapa ?" tanya Mora.


"Dua jam lagi, kamu masih mempunyai waktu banyak jika memang belum paham sepenuhnya." Mora mengangguk, dia patut bersyukur untuk itu.


Ketika waktu menunjukkan tepat pukul 11 siang, Mora dan Karel sudah menyelesaikan meeting nya, kini Mora sedang duduk di kursi rapat setelah mempersilahkan para rekan kerja untuk pergi.


Sedangkan Karel juga sudah keluar bersama beberapa klien, kini Mora kembali menata beberapa berkas meeting dan bersiap untuk beranjak pergi, namun asisten Karel memangilnya.


"Ada apa ya tuan ?" tanya Mora saat sudah duduk di hadapan Vino.

__ADS_1


"Apakah tuan sudah memberitahu mu" Mora mengernyitkan dahi nya tak paham, memberitahu soal apa.


"Memberitahu soal apa tuan ?" tanya Mora, karena dia memang tidak tau apa yang di maksud laki-laki di hadapannya.


"Kamu akan ikut dengan tuan Karel ke Jerman 1 minggu kedepan"


"Apa ?" tanya Mora terkejut, pasalnya tuan nya itu tidak memberitahu nya jika mereka akan ada kerja di luar.


"Tuan Karel pasti belum memberitahu mu, maka dari itu saya beri tau sekarang, kamu akan menemani nya di Jerman, mungkin 5 hari, paling lama juga seminggu, akan ada produk terbaru dari perusahaan di sana. Maka dari itu persiapkan dirimu." Mora tak mampu lagi berucap, gadis itu tampak berfikir sejenak.


"Apa tuan juga akan ikut ?" tanya Mora kepada laki-laki di hadapannya.


"Tidak, kalian akan berangkat berdua, asisten tuan Karel yang bertugas di sana akan menyambut kalian nanti, serta akan membantu mu dalam bekerja di sana." Mora kembali terdiam, mau bagaimanapun ini adalah tuntutan pekerjaan, dan dia tidak bisa menolak, ya sudah lah, toh dia senang-senang saja.


"Baik tuan" sahut Mora sopan.


Mora masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya, sampai gadis itu mengabaikan perut nya yang sakit karena tadi pagi hanya sarapan roti, bahkan Mora tidak sadar jika sekarang adalah jam istirahat, karena terlalu larut dengan pekerjaannya.


"MORAA" gadis itu menutup telinganya saat mendengar suara nyaring dari pintu, itu adalah Sofia yang berjalan ke arah nya dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Astaga Mora kamu beneran sudah masuk lagi, kangen banget sama kamu" gadis itu tanpa ragu merangkul leher Mora, Mora pun berdiri, dan memeluk teman nya itu.


"Iya aku udah selesai masa cuti, aku juga kangen banget sama kamu sof" ujar Mora dengan senyum senang nya.


"Oh ya btw tadi suara kamu bikin aku kaget tau ngga, untung aja aku ngga ada masalah jantung" ujar Mora bergurau. Tapi dia tidak bohong soal kaget, karena suara Sofia benar-benar nyaring tadi.


"Hehe maaf ya, habis nya aku terlalu antusias sih pas denger kamu udah masuk kantor lagi." ujar gadis itu meringis malu.

__ADS_1


"Iya ngga papa, aku juga seneng banget bisa kerja lagi, bisa ketemu kamu lagi" ucap Mora, gadis itu menutup berkas nya lalu mengandeng tangan Sofia keluar ruangan.


"Ouh manis banget ucapan nya, btw kamu cuti kemana aja ?" tanya Sofia menarik-turunkan alisnya.


"Ngga kemana-mana cuma jaga nenek di kampung" ujar Mora sambil tersenyum.


Mereka berjalan ke arah kantin bersama, kantin kantor tampak ramai di isi para karyawan yang sedang memesan makan siang.


"Kamu mau apa Mor, biar aku pesen nin."


"Nasi goreng spesial ya" ucap Mora, karena perut nya sedang lapar.


"Oh oke, aku pesan dulu ya" gadis itu segera berlalu menuju kantin penjual nasi goreng.


Mora memainkan handphone nya, pikirannya kembali pada dia dan Karel yang akan ke Jerman minggu depan. Kenapa coba lelaki itu tak mengatakan padanya sendiri dan malah asistennya yang memberitahu nya.


"Kenapa muka kamu kusut gitu" Sofia kembali sambil menatap ke arahnya. Mora hanya memanyunkan bibirnya.


"Satu minggu nanti aku ada kerjaan di luar, menemani tuan Karel" sahut Mora dengan lesu.


"Oh, kan memang tugas mu untuk selalu berada di sisi tuan Karel" sahut Sofia bijak.


"Iya tapi kan aku baru masuk"


"Resiko itu mah, sabar aja, lagian kan enak bisa berada di samping CEO terus" sahut Sofia sambil terkekeh, gadis itu menerima makanan yang baru saja di antar.


Mora hanya tersenyum tipis, lalu mulai mengambil nasi goreng milik nya, aroma nya tercium sangat menggoda perut nya yang semakin keroncongan.

__ADS_1


__ADS_2