
Hingga pandangan Alettha tertuju pada gadis kecil yang sedang berjongkok sambil menangis, Alettha pun menghampiri anak kecil itu.
"Hey, kamu kenapa menangis" Alettha tersenyum tipis, ikut berjongkok di depan gadis kecil itu.
"Aku kehilangan papa ku" gadis kecil itu mendongak dengan mata berembun dan hidung yang memerah, Alettha kembali tersenyum melihat nya.
"Kok bisa ? memang nya papa mu kemana ?"
"Tadi papa minta celli buat duduk di ruangan nya, tapi celli bosan trus tersesat." Alettha mengernyitkan dahi nya.
"memang tidak ada yang celli kenal di sini ?" Alettha kembali bertanya, jika papa anak kecil ini bekerja di sini, seharusnya banyak yang mengenali anak kecil ini.
anak kecil itu menggeleng, lalu kembali menangis, Alettha langsung mengendong anak itu.
"Ya udah duduk dulu ya, nanti pasti ketemu sama papa." Alettha membujuk gadis kecil itu, dan membawa nya duduk di sebuah kursi kayu.
"celli takut" wajah gadis kecil itu sudah pucat, ketara sekali jika sedang merasa takut, lalu Alettha kembali tersenyum teduh. Harus pintar pintar membujuk gadis kecil ini agar tidak kembali menangis.
"Takut kenapa sayang"
"kata papa ngga boleh deket orang asing" jawab gadis kecil itu polos, Alettha kembali tersenyum.
"karena bisa saja orang itu jahat kan, tenang ya, aunty ini baik kok, suka sama celli yang lucu ini." ucap Alettha sambil mencubit kecil pipi gadis kecil itu. Merasakan gemas karena anak ini sangat cantik.
"celli lucu ?" jawab gadis kecil itu dengan mata berbinar cerah, mata sendu sehabis menangis tadi sudah menghilang di gantikan senyum polos.
"iya sayang, lucu ini jadi pengen aunty cubit" Alettha kembali mencubit pipi gadis itu, tak apalah tak bisa mencubit pipi Liam, udah ada anak ini yang bisa dia cubit sampai puas.
"aa.. Aunty jangan deh, papa udah sering cubit pipi celli, rasanya sangat menyebalkan." ujar gadis kecil itu menggembungkan pipi nya.
"oh ya ?"
"Iya, jadi jangan ikut ikutan yah" gadis itu memegang telunjuk Ale dengan erat.
"Baiklah sayang"
"Selly.." tiba tiba ada seorang pria yang merebut Selly dari gendongan Alettha, seketika saja Ale berdiri dari duduk nya.
__ADS_1
"papa.."
"kamu dari mana saja sayang, jangan buat papa panik." nada bicara penuh kekhawatiran itu terekam jelas di pendengaran Alettha. Gadis muda itu hanya memperhatikan dalam diam.
"celli sesat pa, tapi aunty baik ini nolong celli, dia bukan orang jahat pa."
pria itu menoleh, hingga pandangan mata nya penuh dengan wajah Alettha, seketika tenggorokan nya tercekat.
"Terimakasih.." ucap Alex setelah berhasil melepaskan rasa terkejut nya. Pria itu menatap Alettha dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Sama sama, ya sudah aunty pergi dulu ya dear" Alettha mengusap kepala gadis kecil itu lalu pergi begitu saja.
"pa.."
"Iya ?"
"aunty nya baik ya, cantik lagi" gadis kecil itu tampaknya sudah termakan perhatian kecil yang Alettha berikan.
"always.." Alex menjawab masih dengan melihat jalan yang Alettha lewati.
Alex tersenyum tipis, lalu membawa gadis kecilnya menuju parkiran mobil, dia harus membawa gadis itu pulang, jika tidak mau mendapat omelan dari ibunda tercinta.
Sedangkan Alettha gadis itu berdiri di koridor rumah sakit, pikiran nya mendadak buntu karena kejadian tadi.
"Astaga.."
"Jadi.. Apakah gadis kecil itu putri nya"
Alettha tersenyum paksa, gadis itu melangkah kaki lesu menuju jalan keluar rumah sakit.
"bukankah ini yang aku mau, kenapa harus merasakan sakit sekarang."
Alettha berfikir sangat egois jika dia tidak senang melihat Alex bahagia, seharusnya dia bisa ikhlas meski dia baru menyadari jika ada secuil rasa kehilangan di dalam dada. Apalagi dia sendiri yang sudah membuat pria itu pergi.
"Jika akan begini, lebih baik aku tidak pulang"
"Di Rusia, perasaan ku akan lebih terjaga"
__ADS_1
Di mobilnya, Selly kembali melihat aunty cantik yang membantu nya, gadis kecil itu berteriak kegirangan.
"pa..pa itu aunty cantik pa, antar pulang yu pa" Alex termenung, haruskah dia kembali melakukan nya, rasanya seperti mengulang kenangan kelam di masa lalu. Yang sudah jelas jelas dia lupakan.
"Aunty nya naik mobil sayang, pulang aja yuk, nanti bunda marah." Alex berusaha membujuk Selly.
"Ayolah pa, celli mohon" Alex menghela nafas kasar, pria itu melajukan mobil nya, lalu membuka kaca mobil.
"aunty cantik, ayo celli antar" gadis cilik itu tersenyum manis hingga gigi nya terlihat, Alettha menatap ke arah Alex yang diam saja tanpa menatap nya. Alettha tersenyum lembut.
"aunty pulang naik taksi sayang, kamu pulang aja sama papa."
"aunty udah tolong celli, ayo celli antar ngga papa"
Sebenarnya Alettha berat untuk menerima, tapi karena bocah cilik itu terus memaksa jadinya Alettha menurut, gadis itu duduk di kursi belakang, sambil memperhatikan depan.
"Celli kelas berapa ?" Alettha membuka suara, sedari tadi dia terus memperhatikan bocah cilik itu dan berusaha mengabaikan pria yang berada di balik kemudi.
"Masih TK kecil aunty, kecil segini" Selly menunjukkan jari telunjuk dan jempol nya, hal itu membuat Alettha terkekeh.
"Wah, iya masih kecil, tapi kok pandai banget sih" Alettha kembali tersenyum, hal itu juga membuat bocah kecil itu tersenyum antusias. Apalagi dapat pujian lagi dari Alettha.
"hehe, aunty tau aja, celli memang pandai lo"
"Sayang ngga boleh berlebihan" Alex mengusap lembut rambut gadis kecil itu.
Alettha tertegun saat melihat perhatian itu, melihat kasih sayang pria itu membuat hati mungil nya sedikit tersentil. Tidak ada lagi pria pemaksa, yang ada hanyalah pria lembut yang begitu menyayangi putri nya.
Alettha kembali berfikir, wanita manakah yang sudah berhasil merebut cinta pria itu, merubahnya menjadi pria baik yang mempunyai sikap selembut itu. Gadis muda itu hanya bisa tersenyum paksa dalam duduk nya.
"Sudah berhenti di sini saja, sudah dekat kok" Alettha membuka suara setelah sedari tadi diam.
"Udah dekat aunty ?" tanya selly sambil celingukan melihat jalan.
"Iya sayang, aunty turun dulu ya"
"hati hati aunty, bye" Selly melambaikan kedua tangan mungil nya, Alettha tersenyum dan membalas lambaian tangan itu, gadis itu tanpa sengaja menatap ke arah Alex yang saat itu juga menatap ke arahnya. Namun Alex memutuskan pandangan nya dan kembali menatap ke jalan.
__ADS_1