IVAMORA

IVAMORA
Perkembangan


__ADS_3

"Tuan lepas" Mora mendorong tubuh Karel dengan paksa, gadis itu berlalu dari hadapan Karel, tangannya ingin membuka pintu. Namun mengurungkannya, Mora menoleh, menatap Karel yang masih bersandar di pintu kamar mandi, gadis itu merasa kasihan. Mora pun mengambil tas nya dan menelfon seseorang.


"Halo ?"


"Cepet ke perusahaan Karel, bantu aku ngurusin temen kamu" ucap Mora sambil menghela nafas nya.


"Emang kenapa Mor ?" tanya Andra, ya Mora menghubungi Andra karena sudah lelah mengurus Karel, apalagi dia harus bekerja setelah ini.


"Sepertinya dia habis mabuk di kantor, cepet kesini, bawa dia pulang"


"Oh oke, aku kesana sekarang" Mora meletakkan handphone nya, gadis itu duduk di kursi sofa sambil menunggu kedatangan Andra.


"Kepala aku pusing banget" Mora hanya diam, tidak berniat membantu Karel yang nampak kesusahan. Salah sendiri mabuk!!


Karel berjalan sempoyongan hingga menabrak meja, barang-barang itu jadi berantakan karena ulahnya. Mora menghela nafas, sebenarnya dia tidak berminat untuk dekat dengan teman sepupu nya itu, namun dia sudah berjanji kepada Andra untuk membantu merubah sikap Karel, meski dia tau itu sulit.


Mora berjalan mendekati laki-laki itu, tangannya menggapai tubuh Karel yang cukup berat, membawa laki-laki itu untuk duduk di sofa, lalu tangan kecil nya mengusap rambut Karel yang berantakan.


Laki-laki itu menutup mata, seolah tak sadar jika tangan Mora telah lancang menyentuh nya.


"Sebenarnya kamu kenapa sih, kenapa hidup kamu ribet banget kelihatannya" Mora memperhatikan wajah Karel dengan intens, jarak mereka yang sangat dekat membuat gadis itu sadar bahwa lelaki di dekat nya itu memang tampan jika di perhatikan lebih dalam.


"Mora" Andra datang dengan langkah tegap menghampiri Mora dan Karel, laki-laki itu duduk di samping Karel.


"Lu lama amat elah" Mora menepuk bahu Andra dengan kencang, merasa kesal dengan sikap temannya itu.


"Ya maaf, lagian ini masih sangat pagi, aku aja baru bangun" ucap Andra tanpa dosa.

__ADS_1


"Mendingan lu bawa dia balik, hari udah mau pagi, aku ngga mau ada karyawan yang lihat dia"


"Cie perhatian banget" Mora melotot mendengar itu, membuat Andra terkekeh.


"Udah waktunya lu fokus sama tujuan kita Mor" sahut Andra, laki-laki itu menatap Mora dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Iya" sahut Mora malas.


"Yaudah lu bawa dia pulang gih" Andra mengangguk, lalu merangkul Karel untuk di bawa pergi.


"Lu ngga ikut ?" tanya Andra ketika laki-laki itu berada di depan pintu.


"Yakali, nanti dia marah kalau lu bawa gue ke rumahnya"


"Ya ngga papa sih, dia ngga akan berani kasar selama ada aku" Mora hanya menggeleng, dia tidak akan mengikuti kemauan Andra, karena dia akan menjalankan niatnya sendirian.


Andra meletakkan tubuh Karel di ranjang besar di kamar Karel, laki-laki itu ikut membaringkan tubuh nya karena merasa lelah, sekali lagi dia beritahu, tubuh Karel itu berat!! lebih berat dari karung yang berisi beras.


"Aku heran sama lu, ada masalah apa sih sampai minum, padahal lu udah lama banget ngga kaya gini." Karel pernah mabuk berat dulu, itu pun kejadian nya sudah sangat lama, bahkan temannya itu sampai terkapar dua hari tanpa sadar di kamar. Ada satu hal yang membuat Karel depresi sehingga laki-laki itu tak peduli dengan dirinya sendiri.


Dan sekarang kejadian beberapa tahun lalu kembali terulang, Andra tidak bisa menebak masalah baru apa yang membuat temannya kembali seperti sekarang, dia akan menanyakan hal itu nanti ketika Karel sudah sadar.


Tok...Tok...Tok


"Tuan, ini sup hangat untuk tuan Karel" ucap bibi sambil membawa nampan berisi sup yang terlihat masih panas, kuah sup itu tampak mengepul di udara pertanda baru saja di buat.


"Percuma bi, dia nya aja masih tepar, nanti aja kalau dia udah sadar di suruh sarapan" ucap Andra menunjuk Karel yang masih menutup mata nya.

__ADS_1


"Sekarang saya mau ke kantor dulu bi, nanti kalau Karel udah sadar, telfon saya ya" ucap Andra, bibi itu nampak mengangguk, Andra adalah teman baik tuan nya, lelaki itu begitu perhatian layak nya seorang kakak. Jadi bisa di percaya ketika menyangkut tentang Karel.


"Hati-hati tuan" Andra mengangguk, lalu keluar dari kamar Karel. Dia ada pertemuan penting pagi ini yang tidak bisa di tinggal maupun di undur, jadi dia akan mengurusnya lebih dulu.


***


Sementara di kantor, Mora fokus dengan pekerjaan nya, 10 menit lagi pekerjaan nya akan selesai, dia berniat untuk pergi mencari makan, karena sejak tadi siang dia tidak meninggalkan tempat duduk nya karena ingin segera menyelesaikan tugas-tugas nya.


"Yes selesai" Mora segera mengambil tas nya, lalu keluar dari kantor, gadis itu buru-buru masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil itu meninggalkan area kantor. Dia akan pergi ke restoran favorit nya.


Mora memesan dua bungkus makanan hangat di restoran itu, sambil menunggu gadis itu menghubungi sepupu nya.


"Ada apa Mor ?" terdengar sahutan di sebrang sana.


"Kamu dimana ?" tanya Mora, telapak tangannya menyangga wajah nya dengan malas, sambil menunggu pesanan nya yang masih di buat.


"Masih di kantor, kenapa ?"


"Bisa mampir ke kafe biasa ngga, aku pesen makanan buat kamu sama Karel" setelah Mora mengatakan itu, tak ada lagi suara yang terdengar, nampak nya sepupu nya itu sedang berfikir.


"Demi apa, lu pesen makanan buat aku sama Karel ? wah ada kemajuan juga ya hubungan kalian" sahut Andra heboh di sebrang sana. Suara nya nampak begitu semangat saat mendengar ucapan Mora.


"Apa sih orang belum ada hubungan apa-apa" sahut Mora ketus.


"Belum, berarti ada kemungkinan berhubungan kan ?" Mora speechless saat mendapatkan pertanyaan itu, seperti nya Andra sedang meledek nya.


"Udah si, mending lu kesini buruan, makanan nya udah jadi nih, ntar keburu dingin" sahut Mora agar Andra tak lagi meledek nya.

__ADS_1


"Iya ini mau berangkat"


__ADS_2