IVAMORA

IVAMORA
Gaun Pengantin ?


__ADS_3

Mora mengernyit heran saat melihat beberapa orang berlalu lalang di mansion besar nya, para pengawal juga berbaris dan tampak berbicara dengan seorang pria ntah siapa. Ada juga beberapa mobil yang terparkir di halaman mansion Abiyasa.


Gadis itu menatap mama nya ingin meminta jawaban, namun mama nya hanya tersenyum lalu turun, Mora pun mengikuti dengan cepat dan mengejar mama nya.


"Kamu tidak perlu bertanya karena kamu akan tau nanti." mama Abi berhenti dan berbalik menghadap Mora, wanita itu tersenyum dan mengusap bahu putrinya.


"Siap-siap ya, keluarga kita akan berkumpul disini" kening Mora berkerut, namun belum sempat dia bertanya, mama nya sudah lebih dulu pergi.


"Semewah ini ?" Mora berucap lirih, merasa heran dan penasaran.


Mora pun akhirnya melangkahkan kaki nya ke dalam mansion, melihat kedatangannya ada dua pelayan yang menghampiri.


"Nona mari ikut kami"


"Eh" dua pelayan itu langsung menarik tangan nona Mora dengan lembut menuju kamar gadis itu, saat membuka pintu kamar wajah Mora tampak tercengang, bagaimana tidak, ia melihat kamar tampak penuh dengan make up dan beberapa baju.


"Nona akan di bantu membersihkan diri, setelah itu nona akan di make up." Mora mengernyit heran, karena binggung ia pun bertanya.


"Sebenarnya ini ada acara apa ?"


"Nona akan tau nanti"


Sama, jawaban ya lagi-lagi sama, tentu itu membuat Mora semakin penasaran.


"Aku tidak tau, dan aku penasaran sejak tadi. Jika kamu tau tolong beritahu." ucap Mora berharap


"Maaf nona" pembantu itu menunduk, lalu ada dua perempuan yang mengambil alih nya dan mengiringnya menuju kamar mandi.


"Ck, sebenarnya ada apa sih" gadis itu menggerutu kesal.


Bukan hanya di ruang bawah dan kamar, di kamar mandi pun tampak aneh, karena di dalam bathtub itu tampak aroma harum menyeruak, sedikit membuat nya tenang, tapi karena bau nya yang menurutnya terlalu harum membuatnya sedikit terganggu.


"Aku akan membersihkan diri sendiri"

__ADS_1


"Kami akan memijat anda nona"


"Tidak perlu" Mora menolak, dan langsung menutup pintu, menghela nafas pelan, ia pun mulai membersihkan diri. menyingkirkan rasa penasarannya.


Di kamar mandi Mora kembali termenung, di dukung dengan aroma harum yang begitu menenangkan. ia jadi banyak berfikir pagi ini. Bukan hanya tentang Karel tapi juga tentang beberapa kejadian aneh tadi.


"Mama sejak pagi juga Benyak tersenyum, pasti hal yang membahagiakan. Tadi dia bilang akan ada keluarga yang datang. Tapi kenapa semua tampak sangat mewah." ucap Mora lirih, kepala nya tampak berfikir.


"Tapi kenapa harus di adakan saat hatiku sedang patah, pasti sangat melelahkan jika harus bertemu banyak orang. Aku merasa ngga siap." di saat galau begini, memang Mora lebih suka sendiri, dia akan sulit buat berbicara dengan orang lain.


"Lalu kenapa coba aku harus berdandan, biasanya juga aku dandan sendiri kalau ada acara keluarga." kembali gadis itu berucap sambil termenung. Sampai tiba-tiba...


Tok...Tok...Tok


"Nona apa anda masih lama ?" terdengar suara seseorang di luar kamar mandi. Ah, apakah dia terlalu lama berfikir di dalam kamar mandi.


"Sebentar lagi" seru Mora, buru-buru gadis itu menyelesaikan mandi nya.


Ceklek


"Bisa ambilkan pakaian ku, aku lupa mengambilnya tadi."


"Akh baik, tunggu sebentar" pembantu itu segera berjalan pergi, menuju ke arah ruang pakaian milik nona nya.


Mora menunggu di dalam kamar mandi dengan hanya berbalutkan handuk pendek.


"Ini nona"


"Oke, terimakasih" Mora pun segera mengenakan pakaian nya, keluar dengan rambut yang tergerai dan basah, sekarang di kamar nya ada dua perempuan yang Mora sendiri tidak mengenal nya. Memintanya untuk segera duduk agar ia bisa segera di rias.


Mora tentu hanya bisa menurut, membiarkan tangan dua orang itu, menyentuh wajahnya entah untuk apa.


satu jam ia diam di tempat duduk nya, sampai semua itu selesai, Mora menatap wajahnya melalui cermin, menurutnya dandanan kali ini terlalu berlebihan, meski masih terlihat elegan tapi ini terlalu berlebihan menurutnya.

__ADS_1


Ceklek


"Wah kakak cantik sekali" seru Alettha lalu menghampiri kakak nya, gadis itu berdehem saat melihat tampilan kakak nya yang begitu sempurna.


"Ale"


"Em mba tolong segera ya" bukannya menatap kakak nya, gadis itu malah meminta kepada dua orang yang mendadani Mora untuk segera menyelesaikan tugasnya.


"Baik nona" Alettha pun tersenyum lalu berbisik ke telinga kakak nya.


"Selamat ya kak, kakak cantik banget" ucapan itu tak langsung Mora jawab, tentu saja ucapan yang Alettha lontarkan semakin membuat kebingungan Mora semakin tinggi. Ia menatap adiknya dengan pandangan penuh tanya.


"Kakak akan tau nanti" Alettha langsung pergi setelah mengatakan itu, sedangkan dua perempuan tadi pergi menuju lemari pakaian Mora.


"Nona, segera kenakan gaun ini ya, kami akan membantu anda." Mora menoleh, mata gadis itu membulat saat melihat gaun cantik yang sangat mirip dengan desain bia di butik mama nya. Bahkan tanpa sengaja mulut gadis itu mengangga. Karena terlalu terkejut dan tidak percaya.


"Mba ?"


"Ayo nona, kita harus cepat" tak memperdulikan keterkejutan Mora, kedua perempuan itu langsung meminta Mora untuk mengenakannya.


"Tunggu"


"Cepat nona"


"Ck" ingin sekali rasanya Mora berlari dari dua perempuan itu yang terus memaksa nya, buat apa dia di dandani sampai ber jam-jam dan buat apa dia harus mengenakan gaun itu.


Meski ia sangat menyukai gaun itu dan berharap bisa mengenakannya tapi itu rencana nanti bukan sekarang, tapi kenapa ia harus memakai sekarang.


Mora menggeleng, menatap diri nya yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin panjang.


Gaun pengantin ?


Ya gaun yang Mora kenakan adalah gaun pengantin yang dia bahas tadi dengan mba bia, gaun itu saat ini membalut tubuh nya dengan indah, entah harus senang atau sedih Mora tak mengerti. Situasi nya terlalu rumit, apalagi tidak ada yang mengatakan tujuan ia di dandani seperti ini.

__ADS_1


Apakah ini rencana mama nya yang sedari pagi terlihat bahagia, apakah mama nya sudah tau, kenapa tidak memberitahu nya. dan malah membuatnya binggung seperti ini.


__ADS_2