IVAMORA

IVAMORA
Part Ale : Akhirnya Sampai


__ADS_3

"Silahkan tuan" Alaric membungkuk di samping arka, setelah membukakan pintu mobil untuk tuan muda nya itu.


"Ingat pesan ku al, bereskan semua pekerjaan tadi, dan ingat jaga perusahaan dengan baik. Aku selalu mengawasi mu, ingat itu." ucap arka dengan nada tegas, lalu memasuki mobil yang akan membawa nya ke bandara.


Di dalam mobil sudah ada Alettha yang menunggunya, mobil mulai melaju meninggalkan perusahaan raksasa itu, Alettha menghela nafas, tampak mencoba meredakan detak jantung nya yang berpacu kuat sedari tadi.


Harapan nya hanya satu, jangan sampai bertemu dengan Alex !!


Dan seperti nya kegelisahan Alettha di sadari oleh saudara kembar nya, arka langsung menoleh menatap gadis cantik itu.


"Kamu gugup Ale ?" tanya arka masih dengan menatap kembaran nya, Alettha menggeleng sambil menghela nafas berat.


"Ngerasa ngantuk, mau tidur aja" sahut Alettha singkat nan lirih.


"Tidur aja, nanti kalau sampai bandara aku bangunin"


"Bener ya" Arka mengangguk singkat, lalu Alettha pun memejamkan mata nya, dan tak lama kemudian terdengar nafas teratur dari gadis itu, Alettha memang merasa kelelahan setelah menyiapkan beberapa keperluan penting nya tadi.


Sedangkan arka menoleh ke arah jendela, memperhatikan jalan yang mobil ini lewati, di depan supir tampak fokus dan tak berani meski hanya sekedar menyapa tuan muda nya.


Hingga sampai bandara baru sopir membuka suara, arka turun dari mobil, dia juga membangunkan Alettha yang tampak pulas itu, sebenarnya tidak tega, tapi tidak mungkin juga menggendongnya.


"Udah sampai Ar ?" gadis itu mengucek mata nya, rasa kantuk nya masih tersisa karena hanya tidur beberapa menit saja.


Arka mengangguk, sambil menyeret koper nya dan kembaran nya itu, sedangkan Alettha mengikuti dari belakang sambil sesekali menguap.

__ADS_1


"Perhatikan jalan mu Ale, nanti bisa tidur lagi di pesawat." sahut arka yang melihat kembaran nya itu tak fokus. Mungkin memang sangat mengantuk pikir nya.


Kini mereka berdua sudah duduk dengan manis, Alettha kembali menutup mata nya, rasa kantuk nya seolah tak bisa di tunda barang semenit pun, sehingga ketika sudah duduk dia kembali memejamkan mata.


Arka sendiri hanya berdecak kecil, dia memperbaiki tidur saudara nya yang awut awutan itu.


di pesawat mereka hanya makan sedikit, itupun saat benar benar merasa lapar, perjalanan menuju negara Indonesia memakan banyak waktu. Seharian penuh pesawat mengudara, sehingga mereka baru tiba setelah 35 jam setelahnya.


Menjejakkan kaki di bandara Indonesia dengan hati yang kembali berdebar, Alettha merangkul lengan arka sambil menarik koper dengan tangan satunya. Gadis itu menggunakan topi besar dan juga masker untuk menutupi wajah nya, juga jaket jumbo yang menutupi semua badan nya.


Mereka langsung masuk ke dalam mobil hitam yang berjejer rapi, baru setelahnya Alettha berani melepas topi nya.


"Benar benar setakut itu ?" tanya arka


Namun dia tak ingin mengeluh, hanya berharap agar segera sampai di rumah agar bisa bertemu dengan keluarga yang sudah lama tidak dia temui.


"Papa dan yang lain pasti terkejut saat melihat tubuh mu Ar" arka hanya tersenyum tipis, tak ingin membalas ucapan Alettha.


Alettha memang tak bohong, tubuh arka yang dulu nya kecil, sekarang sudah terlihat kekar, bahkan kemeja itu terlihat sangat pas di kenakan oleh saudara nya itu. Juga pria itu terlihat lebih berkharisma dengan tubuh tinggi dan kekar nya.


Drtt..


"halo Ra" Ale menyapa terlebih dahulu


"Halo Al, kamu beneran udah balik ke indo ? Kok ngga pamit sih sama anak anak." heyra protes, dia adalah salah satu teman Alettha. Ale menepuk dahi nya, ia melupakan teman teman nya di sana.

__ADS_1


"I am sorry Ra, buru buru soalnya sampai lupa buat pamit." gadis itu meringis merasa bersalah, heyra tak se cerewet Yola, tapi Alettha tau jika teman nya itu sedang marah.


"Jahat banget sampai lupa buat sekedar pamit, kamu di sana lama masak ngga ada waktu buat pamitan sebentar. Anak anak marah nih." lagi lagi Alettha hanya meringis kecil.


"Bujuk dulu ya Ra, beneran udah lupa gimana dong, aku ngga mungkin balik kesana lagi." terdengar decakan tak suka di seberang sana, tentu saja teman nya itu marah.


"Nanti aku telfon yang lain deh, sekarang bantu aku bujuk mereka dulu ya."


"Iya.." telepon pun berakhir, Alettha mengetik beberapa pesan singkat untuk teman teman nya, sebelum kembali mematikan handphone nya.


"Apa masih lama ?" Alettha menoleh pada arka, lima tahun lebih di Rusia membuat nya melupakan jalan rumah. Sedangkan mobil ini juga sedari tadi tak sampai-sampai. Padahal di jalankan dalam kecepatan cukup tinggi.


"Sebentar lagi juga sampai, tidur dulu aja" Alettha tentu saja langsung menggeleng.


"Bosan tidur, punggung aku sampai pegal bersandar terus." ucap gadis itu dengan kesal, namun tak melakukan apa apa juga.


"Yaudah sampai rumah langsung di pakai baring aja." lagi dan lagi Alettha tak menjawab, hanya menghela nafas dan meminum air dalam botol di samping nya.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang dan melelahkan, mobil yang di tumpangi Alettha dan arka pun sampai di rumah besar Abiyasa. Mereka berdua turun dan sudah mendapat sambutan dari keluarga nya yang berdiri bersama di depan pintu.


Alettha tersenyum tipis, lalu berjalan bersama arka menghampiri mereka, mereka saling berpelukan untuk melepaskan rasa rindu, wajar tidak bisa bertemu langsung, hanya bisa melalui handphone. Itu semua karena mereka berdua di larang di jenguk, saat sedang melakukan latihan beladiri dan militer di Rusia selama 3 tahun ini.


Selain itu juga karena kedua orang tua nya sedang sibuk mengurus cabang baru di perusahaan baru di pelosok. Jadi mengharuskan mereka selalu ada untuk menandatangani beberapa hal penting yang tidak bisa di wakilkan.


"Makan dulu yuk sayang, mama udah masak makanan kesukaan kalian semua." Alettha tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2