IVAMORA

IVAMORA
Tidak bisa makan udang


__ADS_3

Keesokan harinya..


Alethea berjalan di koridor sebuah universitas ternama, semenjak pulang dari Russia, dia mendapatkan undangan untuk menjadi pembicara untuk memotivasi mahasiswa akhir yang berniat untuk bekerja di Russia, prestasi dan keluarga terpandang membuat gadis itu di kenal oleh banyak orang. Apalagi di usia yang terbilang masih sangat muda, Alethea dan saudara nya sudah bisa membangun sebuah perusahaan besar di luar negara.


"Nona Alethea"


Alethea tersenyum lembut, gadis itu berdiri di hadapan seorang pria muda yang juga melampar senyum khas ke arah nya, di samping mereka terdapat beberapa mahasiswa yang berlalu lalang.


"Apa kabar Tuan agam" Alethea menjabat tangan pria itu.


"Baik, bagaimana kabar mu nona, lama tak bertemu ?" agam memperhatikan wajah gadis itu, terlihat cantik dan manis, apalagi penampilan Aletta yang terlihat elegant dan dewasa.


"Kabar saya baik, terakhir kita bertemu saat menjadi mahasiswa akhir, tidak menyangka jika ternyata anda bisa sesukses ini sekarang."


"Anda juga bisa sesukses ini, benar benar mengagumkan" Aletta tersenyum saja.


"Mari ikuti saya nona"


Kegitan padat itu memakan waktu selama 3 jam, Aletta keluar dari ruangan aula kampus tepat saat jam 2 siang.


"Anda ingin langsung pulang ?"


"Mungkin.." Aletta menjawab ragu, Karena dia juga berniat untuk ke perusahaan papa nya.


"Bagaimana jika ikut dengan saya makan siang, saya Akan menraktir mu." Aletta tampak berfikir sebentar, seperti nya bukan hal yang buruk, Karena dia juga merasa lapar.


"Boleh"


Mereka berdua berjalan keluar kampus, mencari restoran dekat universitas itu, dan duduk di tempat yang cukup private. Di lantai atas.


"Mau memesan apa nona ?"


"Panggil pakai nama saja, lagipula ini di luar pekerjaan rasanya sangat canggung jika memakai panggilan terlalu formal."


"Baik, jika begitu anda juga bisa memanggil ku dengan nama saja."

__ADS_1


"Agam.." mereka berdua menoleh, sudah ada orang lain yang berdiri tak jauh dari mereka. Tatapan Aletta terpaku pada orang itu, tidak bisa di alihkan meski hanya sebentar.


"Hai Lex, duduk sini" Alex menghela nafas, lalu duduk di samping Aletta, tidak ada tempat lain, Karena di samping agam ada barang pria itu.


"Ale maaf ya, tadinya Aku memang berniat bertemu dengan teman ku, sekaligus makan siang" Aletta hanya tersenyum saja di sana.


"Kamu tidak terganggu kan ?"


"Ah tidak kok"


"Kalian mau pesan apa ?" tanya agam pada dua orang di hadapan ya itu.


"Chicken steak saus enoki" jawab Alex.


"Aku mau udang pedas ya agam" ucap Aletta lirih, membuat agam tersenyum.


"Oke jadi Chicken steak saus enoki 1, udang pedas 1 sama sama Beef steak black pepper sauce 1" agam berbicara melalui microphone kecil yang terhubung pada meja dapur, dan secara otomatis pesanan nya Akan tercatat.


"Mau minum apa ?"


"Cie barengan" Aletta membuang wajah, sedangkan Alex terlihat biasa saja.


"Oke tambah lemon tea 3" ujar agam kembali melalui microphone.


Untuk sejenak Aletta kembali terdiam, hanya mendengarkan interaksi 2 pria itu.


Pelayan datang dan meletakkan semua makanan, lalu mereka pun makan bersama. Aletta tersenyum antusias, gadis itu langsung menyantap makanan kesukaan nya, rasanya sangat pedas, tapi gadis itu sangat menyukai nya.


Bahkan gadis itu sampai tidak sadar, jika di perhatikan terus oleh pria di samping nya, Aletta menyuap dengan riang, daging udang itu terasa sangat lezat dan lembut di mulut nya.


Alex mengeser minuman ke dekat gadis itu, mata nya terus menatap Aletta bahkan dia belum menyentuh makanan nya sama sekali. Aletta menoleh, tatapannya terkunci pada mata teduh pria itu.


Gadis itu mengambil minuman dan meminumnya, mata nya melirik sekilas piring Alex yang masih utuh terisi makanan.


"Lex kok ngga di makan sih, Salah pesan ya ?" sepertinya agam juga menyadari jika piring Alex masih penuh, Aletta terdiam, dia juga penasaran dengan jawaban pria itu.

__ADS_1


"Ngga tau jadi pengen udang juga" Aletta menatap makanan nya yang masih tersisa setengah, padahal kalau di lihat makanan yang pria itu pesan terlihat mengunggah selera.


"Astaga, yasudah pesan saja sana" Alex menggeleng.


"Mau punya dia, lagian cuma pengen nyoba"


Deg..


tubuh Aletta menegang, punya nya, dia tak mempermasalahkan makanan nya, yang dia permasalahkan adalah itu makanan bekas nya, meski baru dia makan setengah tapi tetap saja makanan itu sebagian sudah dia makan.


"Kamu ada ada deh Lex, padahal tinggal pesen aja lagi, ngga harus habis juga."


Alex kembali menggelengkan kepala nya, ekspresi nya berubah menjadi sedih, ia menjauhkan chicken milik nya dan menyesap lemon tea nya.


"Nih.." Aletta mendorong piring nya ke samping. Alex menatap nya.


"Buat aku ?" Alex menatap gadis di samping nya, entah saja dia memang sangat menginginkan makanan itu.


"Itu makanan bekas tapi"


"Ngga papa"


"Yasudah makan aja" alex tersenyum, lalu menyantap makanan itu dengan cepat, sedangkan agam hanya menggelengkan kepala saja.


Hingga pada akhirnya makanan itu habis di perut Alex, sedangkan makanan Alex sendiri masih utuh.


Aletta memperhatikan piring kosong itu dengan pandangan yang mencerna, udang ? dia baru ingat jika pria itu cukup sensitive dengan udang. Aletta menoleh, dan benar saja dia melihat wajah Alex sudah memerah dan pucat, tangan pria itu juga terlihat gemetaran.


Aletta mengenggam tangan pria itu, namun yang terjadi selanjutnya adalah pria itu langsung jatuh tak sadarkan diri.


"Astaga.." Aletta langsung merengkuh tubuh pria itu, sedangkan agam melotot dan langsung berdiri untuk membantu Aletta.


"Dia kenapa Ale ?"


"Kayanya alergi nya kambuh, ayo bawa ke rumah sakit gam" ujar Aletta dengan nada panik. Dia merutuki diri, bagaimana Bisa melupakan jika pria itu alergi udang, padahal dulu waktu mereka masih dekat, Alex selalu mengatakan bahwa dia tidak bisa makan makanan laut satu itu.

__ADS_1


dan yang lebih mengherankan lagi, kenapa pria itu nekat makan jika tidak bisa, bahkan menghabiskan makanan miliknya.


__ADS_2