IVAMORA

IVAMORA
Bersama Arsen (1)


__ADS_3

Di sebuah ranjang yang besar dengan kamar yang luas, terlihat seorang gadis yang mengerjapkan matanya, gadis itu merenggangkan tubuhnya sebelum membuka mata. Mora, gadis itu membuka mata saat tidurnya tak lagi nyenyak, melihat jam yang menunjukkan jam 4 pagi.


Mora menyingkir dari atas ranjang, lalu membersihkan kamar nya yang sudah berantakan karena ia pakai tidur tadi malam. Gadis itu mengikat rambutnya, lalu mulai membersihkan sprei dan selimut, menata nya dengan rapi, lalu menata bantal dan guling yang berhamburan di atas lantai kamar.


Setelah semua rapi, Mora duduk di kursi meja rias, sambil melihat wajah nya yang kusut, karena baru saja bangun tidur. Gadis itu memilih membersihkan wajah lalu turun untuk melihat luar.


Ini adalah hari libur, jadi Mora ingin memanfaatkan waktu untuk bersenang-senang lepas dari pekerjaan sejenak. Gadis itu sudah rapi dengan kaos pendek serta celana olahraga.


Mora akan melakukan olahraga di taman sebentar, setelah itu menemui Arsen, karena tadi malam mereka membuat janji untuk bertemu.


Mora melakukan olahraga ringan, di temani udara segar yang menyerukan angin segar membuat Mora merasa nyaman. Gadis itu merasa senang dengan pilihan sang papa yang membeli mansion ini, meski ada di pusat kota, tapi kenyamanan nya tidak perlu di ragukan.


Mora mulai melemaskan kaki serta punggung nya yang akhir-akhir ini terasa sakit, hal itu karena Mora bekerja sepanjang hari dalam keadaan duduk dan tangan serta matanya hanya di gunakan untuk fokus membuat serta merevisi berkas perusahaan.


Siluet matahari mulai Muncul dari ujung timur sana, Mora memilih untuk beristirahat, menegak air putih yang baru saja dia bawa dari rumah hingga tersisa setengah, kini tubuhnya terasa lebih ringan setelah olahraga.


Mora duduk di kursi sambil menikmati angin pagi, serta embun kecil yang turun, gadis itu merasa nyaman dengan suasana seperti saat ini, bahkan dulu saja dia dan Arsen sering main ke air terjun dan pantai saat mereka masih duduk di bangku SMA.


"Non Mora sedang olahraga ya ?" Mora menoleh, menatap bibi yang kini sedang menyapu daun kering di taman itu.


"Iya Bi, saya kan jarang banget olahraga" jawab Mora sambil memberikan senyum nya.


"Oh iya non, kita memang harus olahraga sesekali agar tidak gampang sakit" Mora mengangguk, aktivitas pagi ini sudah di mulai, para maid di rumah Abiyasa sudah mulai melakukan pekerjaan nya.


Mora yang melihat pun akhirnya memilih untuk menyudahi olahraga nya, gadis itu membuang botol minuman nya yang sudah kosong ke dalam tong sampah, lalu berlalu ke kamarnya.

__ADS_1


Sampai kamar Mora langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan mulai membersihkan diri, waktu menunjukkan pukul 6 pagi, memang masih cukup pagi sih menurut Mora.


Gadis itu memilih sweater rajut dan celana kain berwarna coklat susu untuk bertemu Arsen. Mora tertawa saat mengenakan pakaian nya kali ini, setiap dia jalan dengan Arsen pasti banyak sekali yang mengatakan jika mereka anak SMA yang masih lucu-lucunya. Itu di karenakan Mora yang berpakaian seperti anak remaja.


Mora mengambil sneakers putih lalu mengenakannya, gadis itu turun dari kamar dengan rambut yang terurai, ada jepit rambut kecil berwarna putih di rambut nya.


Mora duduk di atas ranjang nya sambil membuka handphone, gadis itu sedang memberikan pesan kepada Arsen.


"Halo Mora, aku udah di bawah" Gadis itu langsung turun dari kamar saat mendapat pesan itu dari Arsen, Mora melihat mobil Arsen sudah terparkir rapi di halaman rumah nya, tak lama kemudian, keluarlah Arsen dari dalam mobil itu.


"You are very beautiful, mora" Mora terkekeh, lalu menghampiri Arsen yang berdiri di samping mobil.


"Bisa aja, udah yuk jalan" ucap Mora sambil menepuk pelan bahu Arsen.


Mereka pun memasuki mobil bersama, mobil berkendara dengan kecepatan sedang, Mora menoleh ke Arsen.


"Oke" jawab lelaki itu, setelah melihat Indomaret terdekat, Mora turun lalu membeli beberapa camilan enak untuk gunakan makanan ringan mereka nanti.


"Hem, kira-kira kita kemana Ar ?" Mora duduk di kursi nya sambil menaruh plastik yang berisi makanan di kursi belakang.


"Katanya mau ke air terjun"


"Iya sih, tapi emang ngga papa ?"


"Ngga papa lah, sekalian healing bareng kan" Mora tersenyum dengan antusias, Arsen memang sahabat terbaik Mora, lelaki itu selalu ada untuk nya.

__ADS_1


"Tapi aku mau ke restoran dulu" ucap Arsen sambil menengok Mora sekilas.


"Ngapain ?" tanya Mora sambil mengangkat kedua alisnya.


"Sarapan lah, aku yakin kamu pasti belum sarapan kan tadi ?" Mora hanya tersenyum, temannya itu memang sangat peka.


Mereka makan bersama di sebuah restoran yang mereka lewati, Arsen memesan makanan favorit di restoran itu, Mora sendiri memasrahkan semua makanan pada pilihan Arsen.


"Gimana, enak ?" tanya Arsen, Mora mengangguk, dia tidak berbohong makanan itu memang enak.


"Syukur lah, lain kali kalo mau keluar itu sarapan. Kan repot nanti kalau kamu sampai sakit, gimana coba kalau kamu ngga di kasih izin lagi keluar sama aku." ucap Arsen panjang lebar.


"Iya-iya"


"Oh jadi seperti ini kekasih baru Karel" Mora yang sedang makan menghentikan tangannya yang akan menyuap, gadis itu mengenal suara yang baru saja terdengar di belakangnya, namun untuk menoleh rasanya sangat malas. GRACELLA wanita yang saat ini berdiri di belakang Mora.


"Ngga usah deketin Karel kalau cuma mau nyakitin" Gracel berdiri di samping Mora, wajah gadis itu masam, terlihat ada amarah terpendam di balik mata itu.


"Siapa yang nyakitin ?" tanya Mora dengan senyum sinis.


"Maksud kamu apa ? kemarin mengatakan kekasih Karel, tapi sekarang jalan sama lelaki lain" ujar Gracel dengan suara sedikit keras.


"Bukankah kamu juga begitu ?" ujar Mora dengan tatapan mencemooh, oh tolong beritahu Mora kenapa selalu sinis ketika bertemu dengan wanita di depannya, padahal selama ini dia tidak mempunyai sikap buruk seperti itu.


"Kamu" Gracel merasa marah mendengar hal itu.

__ADS_1


"Dengar ya anak kecil, kamu itu tidak tau apa-apa soal aku dan Karel, jadi jangan sok tau" sarkas Gracel.


__ADS_2