
"Ingat baby jangan pernah melakukan sesuatu yang membuatku marah, atau aku akan memberikan mu hukuman." Ucap Karel saat mereka saling terdiam di kursi mobil, padahal mobil sudah berhenti sejak tadi, tapi Karel tak membiarkan Mora turun sebelum mendengar ucapan nya.
"Iya" Mora memilih mengiyakan saja ucapan lelaki di hadapannya.
"Awas saja jika aku melihat mu dekat dengan laki-laki lain." ucap Karel penuh ancaman.
"Ck dasar Mr. posesif" Mora segera saja membuka pintu mobil di samping nya, gadis itu keluar dengan cepat tanpa menunggu Karel. Karel yang melihat sikap gadisnya pun dengan segera ikut turun lalu merangkul pinggang gadis itu.
"Sampai sini saja ya, aku merasa malu jika di lihat oleh teman-temanku." sahut Mora dengan tatapan yang memelas, berharap Karel akan membiarkan nya lepas.
"Hem baiklah, tapi aku akan tetap mengawasi mu, awas saja jika kamu melanggar janji." Mora memutar bola mata nya, mengancam saja terus kerjaan tuan nya itu.
"Hey sejak kapan aku berjanji" protes Mora
"Barusan" berucap dengan singkat.
"Mana bisa itu di bilang janji, aku hanya menyetujui saja"
"Tetap saja, sudahlah tak usah mengajak ku berdebat, karena tentu saja aku yang akan menang."
"Huh"
"Tuan Ivander" perdebatan mereka berhenti saat terdengar sapaan yang memanggil Karel. Ucapan itu membuat laki-laki itu menoleh, lalu lelaki itu mengajak Karel berbincang, membuat Mora menghela nafas. Memilih pergi Mora tak ingin menganggu, ia pun menghampiri teman-teman nya yang melambaikan tangan ke arahnya.
"Dateng juga Mor, aku pikir lu ngga dateng" Arsen berucap saat Mora sudah duduk di samping Lea.
"Ya kali aku ngga dateng, acara ultah temen sendiri" sahut Mora sambil tersenyum, ia mengambil kado yang ia simpan di dalam tas, lalu memberikan bungkusan kecil cantik itu kepada sahabatnya, Naura.
"Untuk mu, happy birthday Naura, semoga kedepannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi." ucap Mora dengan tulus, ucapan itu membuat senyuman Naura mengembang senang, ia menerima hadiah dari Mora.
__ADS_1
"Terimakasih Mora, sudah mau datang"
"Tentu saja, kamu sudah seperti saudara ku sendiri, tidak mungkin aku tidak datang."
"Ah sweet banget sih" Naura tertawa dengan raut wajah geli, ya di pikir-pikir teman nya yang satu itu jarang sekali berbicara manis, karena selama mereka berteman, Mora hanya menunjukkan sikap bar-bar nya. Namun setelah hampir setengah tahun tidak bertemu, ternyata ada banyak perubahan dalam diri temannya itu.
"Ayo ke depan, bukannya sebentar lagi acara peniupan kue" ucap Mora sambil melirik beberapa pelayan yang sudah menyiapkan kue di depan sana.
Acara peniupan kue ulang tahun serta pemotongan kue pun di mulai, Naura nampak berdiri di tengah-tengah para tamu, gadis itu tampak memanjatkan doa dengan mata yang terpejam.
"Tiup"
"Tiup"
Fiuh, akhirnya lilin kecil yang ada di kue itu pun padam, di akhiri dengan tepuk tangan semua manusia yang berada di ruangan itu.
"Kue pertama untuk bidadari surga, yang telah merawat ku dengan penuh kasih sayang" ucap Naura sambil menyuapi mama nya.
***
Naura kembali menghampiri teman nya saat sudah selesai menerima ucapan selamat dari para tamu, ia benar-benar merasa bahagia untuk hari ini.
"Cie yang lagi bahagia" ucap Lea dengan nada menggoda.
"Haha biasa aja sih"
Mereka pun mengobrol bersama sambil sesekali tertawa, lalu tiba-tiba ada yang menghampiri mereka.
"Happy birthday my sister" ucap lelaki itu sambil memeluk tubuh Naura yang duduk di kursi panjang.
__ADS_1
"Ck kenapa coba baru datang" sahut Naura dengan bibir yang mengerucut.
"Ya maaf, aku tadi masih ada urusan makanya telat datang." ujar lelaki itu, lalu menatap ke arah sahabat sepupu nya yang sedang duduk di sekitar nya.
Dia menoleh ke sekeliling, hingga tatapan itu terpaku kepada satu titik yang seketika membuat otak nya terasa blank.
Naura melihat sepupu nya itu sedari tadi melamun sambil menatap Mora. Ia yang gemas pun seketika menarik lengan sepupunya agar segera duduk di dekat nya.
"Duduk dulu, kita mengobrol, aku ingin mengenalkan mu dengan beberapa teman ku." ucap Naura.
"Yang ada di samping ku ini namanya Lea, trus di samping nya lagi ada Alex, trus yang ada di sana itu Arsen dan di samping nya itu Mora." ucap Naura dengan riang, seolah begitu bangga memperkenalkan keempat sahabat nya kepada sepupu nya itu.
"Hai salam kenal" Mora menyahut sambil melambaikan tangan.
"Salam kenal nona Mora" jawab laki-laki itu sambil menerbitkan senyum misterius.
Mora mengangguk ringan, gadis itu memperhatikan sekeliling mencoba mencari Karel, dan ya dia menemukan nya, laki-laki itu sedang berbincang dengan salah satu laki-laki dewasa, untuk sejenak pandangan mereka bertemu, Karel berbicara kembali dengan laki-laki dewasa itu.
Lalu setelah nya Mora melihat Karel berjalan mendekat, hal itu membuat Mora panik, ia langsung berdiri dan bersiap untuk mengajak Karel pergi, namun seperti nya terlambat, karena laki-laki itu sudah berjarak dekat dengan nya, lalu merengkuh pinggang nya dan tak lupa menyematkan ciuman kecil di pipi nya.
Apa yang di lakukan laki-laki itu membuat beberapa teman Mora melotot, banyak dari mereka yang sepertinya terkejut, Mora memperhatikan nya dengan raut wajah tidak enak, lalu mencubit pinggang Karel membuat laki-laki itu terkekeh.
"Baby udah malam, kita pulang Hem" ujar Karel menatap nya dalam, membuat beberapa pasang mata yang melihatnya meleleh, dengan cara menatap laki-laki tampan itu.
"Baiklah" Mora akhirnya menurut, ia berpamitan dengan teman-teman nya, lalu meminta Karel untuk ikut berpamitan namun laki-laki itu menolak, bahkan tadi Mora sempat melihat jika Karel menatap sepupu Naura dengan tatapan yang menghunus tajam.
Mereka berdua menghampiri tuan rumah, berniat untuk berpamitan.
"Tuan Karel, terimakasih sudah mau datang, kami tidak menyangka Lo jika tuan muda Ivander ini mau meluangkan waktu untuk menghadiri acara kecil putri kami." ucap papa Naura dengan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
"Tak apa, aku datang untuk menjaga gadisku" ujar laki-laki itu dengan wajah datar nya.