IVAMORA

IVAMORA
Meminta Sesuatu


__ADS_3

Mora berjalan ke arah lantai atas, membuka pintu kamar berwarna coklat gelap, hingga pintu itu terbuka, Mora pun langsung masuk tanpa meminta izin.


"Halo brother" wanita itu duduk di atas ranjang, di mana sepupu nya itu sedang berbaring tengkurap.


"Ck ngapain kamu masuk ngga izin"


"Bukannya sebelumnya juga ngga pernah izin ?" Andra memutar bola matanya malas, tak memperdulikan keberadaan Mora ia kembali menutup mata.


"Andra"


"Mau apa ?" ucap laki-laki itu terdengar lirih


"Siapa itu, Aisa ?"


GEDUBRAK...


Andra langsung loncat dari tempat nya, ia menatap horor pada sepupunya itu, tidak ada yang tau soal Aisa dan darimana sepupunya itu tau tentang Aisa.


"Tenang-tenang, aku hanya bertanya"


"Tau dari mana ?"


"Apa ?"


"Ck jangan pura-pura Mora !!" Mora terkekeh kecil, lalu menatap mata Andra menggoda.


"Adalah, aku mau ketemu dengan nya"


"Jangan aneh-aneh Mora !!" ucap Andra dengan mata melotot.


"Apa ? kamu mau menyembunyikannya terus begitu ?" Andra terdiam, tak bisa menjawab ucapan sepupu nya itu.


"Belum waktunya"


"Aunty Naya bilang kamu sering ngga pulang, kamu ngga ngapa-ngapain dia kan ?" celetuk Mora dengan asal.


"Ck, ya ngga lah, dia itu istimewa, dan aku bukan laki-laki seperti itu Mor." Mora mengangguk-anggukan kepala nya sok paham, lalu memicingkan mata nya.


"Aku mau menemuinya"


"Tidak boleh"


"Kasih ketemu, atau aku yang menemui nya paksa" Andra menghela nafas kasar, tentu dia sangat tau bagaimana sikap sepupu nya itu yang keras kepala.


"Di tinggal Karel belum ada sehari aja udah liar lagi, harusnya ikut aja biar bisa di kekepin sama suami kamu itu. Biar ngga ganggu ketenangan orang." seru Andra ketus, selama ini dia tidak pernah ketus jika berbicara, namun karena membawa gadis kesukaannya dia jadi kesal.

__ADS_1


Dia tidak ikhlas jika harus membagi Aisa dengan orang lain, CATAT itu.


"Jahat banget sih, padahal baik kan aku pengen ketemu saudara ipar." Andra hanya memutar bola matanya malas.


"Sudahlah lebih baik kamu keluar, jangan membuatku semakin pusing." Mora mencibir, bukannya keluar dia malah ikut membaringkan tubuhnya.


"MORAAA"


"Hiss berisik banget sih, kaya anak perawan aja"


"Aku emang masih suci, udah sana pergi, atau aku akan melaporkan tingkah mu ini pada suamimu itu agar segera pulang dan menjemputmu."


"Dasar Cepu" Andra tak perduli, ia masih menatap Mora tajam, namun tentu saja Mora tak perduli dengan tatapan yang mengalahkan pedang itu.


"Pergi sendiri atau aku seret"


"Iya-iya aku pergi" Mora berdiri, lalu keluar dari kamar, membiarkan pintu kamar itu terbuka begitu saja.


"AUNTY, ANDRA PUNYA CEWEK"


"MORAAAA" Andra berteriak kencang, merasa sangat geram dengan tingkah sepupu nya, kepala nya kini berdenyut karena pusing.


"Bar-bar banget sih cewe Karel" desis Andra kesal.


Laki-laki itu berdiri lalu masuk ke dalam kamar mandi, dia perlu menyegarkan pikirannya agar tenang.


Wanita itu duduk di sofa ruang tamu dengan bibir cemberut, merasa rindu dengan suaminya, laki-laki itu tak menghubungi nya sejak kepergian nya tadi pagi. Apakah sesibuk itu ya pikirnya.


Drttt...


Tiba-tiba terdengar suara telefon, Mora mengambil hp nya lalu melihat siapa gerangan yang menelponnya.


"Halo"


"Halo, ini siapa ya ? "


"Saya Tama suami Gracel, bisa kita bertemu sebentar ?" tanya orang di seberang, Mora mengernyitkan dahi nya, untuk apa juga laki-laki ini mengajak nya bertemu.


"Halo" suara di seberang kembali terdengar, itu semua karena Mora yang tak kunjung menjawab ucapannya.


"Oh bisa, mau ketemu di mana memang ?"


"Terserah kamu saja"


"Oke, kita ketemu di cafe xx"

__ADS_1


"Oke" lalu telfon itu pun mati, Mora menatap nya dengan pikiran yang bercabang, namun pada akhir nya gadis itu beranjak juga dari tempat duduk nya.


Mora berjalan keluar dari mansion Deandra, wanita itu bertemu aunty Naya di depan.


"Eh sayang mau kemana ?" tanya wanita cantik itu.


"Mora pamit dulu aunty, ada acara. Nanti Mora kesini lagi kalau ada waktu." ucap Mora sambil tersenyum tipis.


"Yah, padahal tante udah beli minuman kesukaan kamu tadi."


"Serius aunty ?" mata Mora berbinar cerah, dia langsung mengandeng lengan aunty Naya, membawa nya kembali memasuki mansion Deandra. Bahkan Mora melupakan niat nya yang ingin menemui si Taman itu.


"Mana minumannya aunty, astaga Mora jadi haus" ujar Mora mengadahkan telapak tangannya, membuat aunty Naya geleng-geleng dan terkekeh.


"Ini sayang, Andra di mana ?"


"Masih di atas aunty, ngga tau lagi ngapain"


"Yaudah, ini aunty tinggal dulu ya"


"Iya aunty"


"Nanti kalau mau pergi, langsung aja ngga papa" Mora mengangguk, dengan antusias menerima cup minuman kesukaan nya.


"Lumayan lah" gadis itu tersenyum cerah, lalu mulai membuka minuman yang di berikan aunty Naya.


Drtt


Mora menoleh, melihat hp nya yang memperlihatkan notif masuk dari nomor tidak terdaftar, Mora menepuk kening nya, namun pada akhirnya langsung berdiri keluar dengan masih memegang cup minumannya.


Dia lupa jika ada janji dengan Tama, akhirnya wanita itu pergi dengan mengendarai taksi.


"Mau kemana neng ?"


"Cafe xx pak"


Taksi itupun melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan, hingga tidak butuh waktu lama, taksi pun sampai di tempat tujuan wanita itu.


Setelah memberikan tips dan mengucapkan terimakasih, Mora pun turun, wanita itu langsung berjalan memasuki cafe. Mora celingukan, hingga mata nya melihat seseorang yang memakai pakaian santai sedang duduk sendirian di kursi sambil memainkan hp nya.


"Maaf nunggu lama" Mora duduk tanpa menunggu di persilahkan.


"Huh" laki-laki bernama tama itu menghela nafas, menatap Mora datar.


"Apa ? jangan melihatku seperti itu deh" Mora memutar bola matanya malas.

__ADS_1


"Aku mau minta tolong sesuatu" ucap Tama tanpa basa-basi.


__ADS_2