IVAMORA

IVAMORA
Part Ale : Bertemu Mantan


__ADS_3

Setelah jam istirahat kantor, Alettha berjalan keluar menuju sebuah cafe di seberang jalan, tidak mengajak siapapun karena dia sedang ingin sendiri.


Setelah memesan makanan, gadis cantik itu pun mulai fokus memainkan hp nya, karena kesibukan nya sedari pagi, dia baru sempat membuka hp sekarang.


Setelah makanan datang, Alettha pun meletakkan hp nya dan mulai menyantap makanan nya, perut nya sudah terasa lapar karena melupakan sarapan nya tadi pagi. Apalagi otak nya baru saja bekerja keras karena menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu yang cepat. Karena sama seperti yang arka bilang, mereka akan pulang ke indo dalam waktu dekat ini.


Alettha mengirim pesan pada saudara nya untuk segera menyusul nya, namun pesan nya tak terjawab juga. pria itu terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.


"Dia pasti belum makan" Alettha pun memilih untuk memesankan makanan untuk saudara nya itu.


Sambil menunggu pesanan nya datang, Alettha pun kembali memainkan hp nya, gadis cantik itu bahkan tidak sadar saat ada seorang pria duduk di depan kursi nya.


"Ale.."


Alettha mendongak, pandangan mata nya seketika bertemu dengan sepasang mata coklat yang sedang tersenyum padanya itu. Gadis itu terdiam, namun sepersekian detik kemudian membuang muka.


"aku merindukan mu honey"


"Apa kamu merasakan hal yang sama hm" tangan pria itu terangkat, ingin mengusap wajah gadisnya, namun Alettha dengan gesit menghindar.


"Honey.. kamu masih marah ?" pria itu menatap mata Alettha dalam.


"Anda siapa ? Jangan menganggu" Alettha berucap dengan ketus, dia mengutuk pelayan yang lambat memasak pesanan nya. Padahal dia sudah sangat muak berada di tempat ini.


"Okey kamu pasti masih marah, maafkan aku hm"

__ADS_1


"Jangan marah lagi" pria itu menggenggam telapak tangan Alettha, Alettha menarik tangan nya dengan kasar.


"Enteng banget sumpah, jangan temui aku lagi paham !!" Alettha berujar lagi dengan ketus, dia langsung pergi begitu saja, bodo amatlah dengan pesanan nya. Dia akan meminta pelayan untuk membeli di kantin.


"Nona ini pesanan nya, dan ini kartu nya" Ale merebutnya tanpa mengucapkan apapun.


Gadis itu berjalan dengan terburu buru menghindari pria masa lalu nya, sampai tidak sadar menabrak seseorang.


Bruk..


"Eh astaga i am sorry" Alettha segera saja bersimpuh, tapi melihat makanan pesanan nya yang sudah tumpah di lantai membuat nya urung. Gadis itu menghela nafas kasar, sial.


"Biar saya ganti makanan kamu nak" Alettha menggeleng di sana, menatap wajah wanita yang masih muda di depan nya yang sepertinya juga orang asia. Terlihat dari garis wajah nya.


"Tidak perlu nyonya, salah saya juga tadi jalan ngga fokus." Alettha tersenyum singkat, sambil celingukan memastikan pria sialan itu tak mengejar nya.


"Saya harus ke kantor nyonya, ngga ada waktu, sudah tidak apa apa. Saya langsung pergi ya, permisi." Alettha langsung ngacir, selain tak mau masuk karena takut bertemu mantan, dia juga sudah sangat telat untuk ke kantor.


"Astaga aku menumpahkan makanan nya" wanita setengah baya itu menatap kotak makanan yang ada di lantai itu dengan perasaan bersalah. Lalu menatap kepergian gadis muda tadi yang sudah melaju dengan sebuah mobil mewah.


Alettha sampai di perusahaan, dan dia telat hampir 15 menit, gadis itu langsung duduk di kursi ruangan nya, di saat seperti ini dia merasa beruntung karena mengerjakan pekerjaan nya awal awal.


Sehingga saat sampai di kantor dalam suasana hati yang buruk, dia tidak di serbu dengan pekerjaan yang menumpuk.


Ting..

__ADS_1


Hp nya berbunyi menandakan ada pesan masuk, kening gadis itu terlipat saat melihat ada notif pesan masuk dari nomor asing.


'Aku benar benar minta maaf honey, jangan marah lagi.'


"Cih" Alettha tersenyum sinis, lalu meletakkan hp nya begitu saja di atas meja, tanpa menjawab dia jelas tau siapa pengirim pesan itu. Dia sudah memblokir nomor itu bahkan tanpa membalas nya.


"Kenapa juga dia harus kembali" Alettha duduk di kursi nya, sambil memperhatikan berkas yang ada di atas meja. Berkas perjanjian perusahaan dengan perusahaan klien. Yang baru saja dia periksa, niat nya akan dia berikan pada kembaran nya sekaligus makan siang yang dia beli, namun apa daya, pesanan nya sudah jatuh karena insiden tadi.


Tak mau ambil pusing, Alettha pun memilih kembali berkutat dengan komputer di meja kerja nya, niat nya dia akan pulang cepat sore ini untuk menata pakaian.


Jari nya bergerak cepat dia atas komputer, juga tangan nya yang satu di gunakan untuk merapikan berkas di atas meja.


"Selesai !!" Alettha tersenyum puas, gadis itu berdiri sambil membawa setumpuk berkas dan membawa ke ruangan arka.


Arka masih sibuk dengan pekerjaan nya, Alettha menaruh berkas itu di atas meja sofa, karena meja kerja arka sudah penuh dengan beberapa lembar kerja.


"Kamu datang Ale ?" tanya arka tanpa menoleh, dia jelas tau siapa yang memasuki ruangan nya tanpa izin. Sudah pasti kembaran nya itu.


"Yeah, aku sudah menyelesaikan tugas ku, minta Alaric buat susun semua nya nanti." ucap Alettha sambil mengusap peluh di dahi nya. Cukup melelahkan juga membawa barang berat ini apalagi dia belum minum semenjak berlari menghindari mantan nya tadi.


"Sekarang makan dulu, kamu harus mengisi kembali tubuh mu agar tidak sampai sakit." perintah Alettha dengan nada yang memaksa, dan cukup berhasil membuat arka berhenti dari aktivitasnya.


"Kamu membawakan ku makanan ?"


"hm, aku tau kamu pasti melupakan makan siang mu kan."

__ADS_1


"Tidak, aku bahkan ingin meminta Alaric untuk memesankan makanan untuk ku saat dia kesini nanti." elak arka, dia tak ingin mendengar suara cerewet saudara nya itu.


"Sudah makan ini saja, belum pesan juga." Pada akhirnya arka pun bangkit dan duduk di samping Alettha. Pria itu menatap saudara nya lalu menatap pada makanan yang ada di meja.


__ADS_2