
Taksi yang membawa Aliya sudah semakin jauh, entah kemana ia akan di bawa oleh sang Ayah tiri. tanpa pria baru raya itu sadari alias secara perlahan-lahan terus mencari cara untuk menghubungi sang suami.
Hingga akhirnya ia berhasil melakukan panggilan telepon meski ia tidak bisa bicara, setidaknya ia yakin suami yang akan mendengar apa yang terjadi dan membaca situasi.
~
Alvino yang sedang sibuk di belakang meja langsung menoleh melihat ponselnya berdering, senyum lebar kembali terukir di wajahnya saat mengetahui yang menelpon adalah Aliya.
"Hallo, sayang. Kamu sudah pulang?" Alvino yang awalnya tersenyum mulai terlihat cemas ketika bukan suara sang istri yang ia dengar tetapi suara seorang pria. "Aliya kamu dengan siapa sekarang, kamu baik-baik saja kan?"
[Pokoknya saya tidak akan memberikan apapun kepada Ayah! Sudah cukup selama ini Anda membuat saya tersiksa.]
Alvino berdiri dari posisinya saat mendengar suara sang istri. Ia yakin sekarang Aliya sedang dalam ancaman bahaya. Tanpa berkata-kata apapun lagi, ia melangkah keluar dari ruangannya dan menghampiri Abian.
"Sekarang juga kamu lacak keberadaan Aliya dan kerahkan semua tim pengamanan yang kita punya!"
Abian terlihat kaget saat tiba-tiba saja di beri perintah yang tidak biasa, padahal ia baru saja kembali dari menemui Viona. "Hey a-apa kau bercanda, sebenarnya ada apa?"
"Aku belum tau secara pasti, sepertinya Aliya di culik oleh Ayah tirinya, aku takut dia kenapa-napa." Alvino yang terlihat tidak tenang tak henti-hentinya melangkah kesana kemari.
"Diculik? ... Baiklah, aku akan segera bertindak." Abian segera mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.
~
"Selama 10 tahun saya dan ibu saya hidup tersiksa karena sikap Anda yang tidak pernah menganggap kami keluarga tetapi hanya sebagai seseorang yang bisa anda peralatan untuk uang, minuman keras dan judi! Saya bisa saja melaporkan Anda ke polisi tapi saya masih ingat pesan ibu saya untuk menghormati Anda! Sekarang rasa hormat itu sudah hilang."
__ADS_1
Paaakkk
Satu tamparan akhirnya di jatuhkan oleh pria itu di wajah Aliya. "Diam! Kau dan Ibu mu saja. Bodoh, kau membuat ku semakin kesal padahal aku hanya meminta uang dari mu."
Aliya bisa merasakan pipinya berdenyut dengan luka berdarah di sudut bibirnya. "Saya tidak sudi memberikan uang kepada pria seperti mu!"
Aliya tumbuh menjadi anak yang mandiri tanpa kasih sayang dari seorang Ayah, karena Ayah kandungnya meninggal sejak ia masih kecil.
Hatinya benar-benar hancur saat mendapatkan seorang Ayah sambung yang tidak pernah menyainginya. Hari ini ia memberanikan diri untuk bicara dengan tegas, aga tidak selalu di anggap remeh.
"Dasar kau wanita sialan! Kalau begitu aku akan memberikan kamu pelajaran setelah ini!"
~
Abian melangkah dengan tergesa-gesa meraih ponselnya yang tertinggal di ruangan untuk menelpon Alvino yang sedang menunggu kepastian darinya. "Vin, lokasi Aliya sudah terlacak. Aliya sedang menuju tol luar kota."
Abian segera mematikan panggilan telepon itu lalu men-share lokasi tempat Aliya terakhir terdeteksi keberadaannya. setelah selesai Ia pun segera beranjak pergi dari tempat tersebut untuk menyusul Alvino yang sudah berangkat sejak tadi bersama beberapa tim pencari.
~
Aliya membulatkan matanya ketika melihat mobil taksi yang membawanya memasuki gerbang tol luar kota. "Kita mau kemana ... kenapa lewat tol!"
"Diam saja, kita akan pulang ke kampung mu. Aku akan membawa kamu ke tempat seharusnya kamu berada."
"Anda benar-benar sudah gila saya sudah memperingatkan Anda untuk tidak mengambil keputusan gegabah! Anda tidak tahu apa yang akan Alvino Wilson lakukan kepada Anda."
__ADS_1
Pria paruh baya itu hanya memutar bola matanya malas karena ia tidak tahu seperti apa seorang Alvino Wilson ketika sedang marah apalagi jika yang diusik adalah orang yang begitu penting baginya.
"Aku tidak takut memangnya apa yang akan dia lakukan, hah!"
Baru saja Aliya akan angkat bicara tiba-tiba saja terdengar suara helikopter yang seolah mengikuti laju mobil yang membawa Aliya. Ayah tiri Aliya membuka kaca jendela untuk melihat helikopter itu.
[Hentikan mobil taksi itu sekarang, Anda sudah kami kepung jadi menyerahlah.]
suara seseorang dari helikopter yang terus mengikuti laju mobil tersebut terdengar hingga ke telinga ayah tiri Aliya. "Sial!"
Aliya sudah memprediksi sang suami pasti akan datang untuk menolongnya tetapi ia tidak menyangka bahwa suaminya akan mengerahkan pasukan udara. "Sudah saya bilang jangan macam-macam, apa Anda masih tidak takut?"
"Diam kau!" Ayah tiri Aliya beralih melihat sang supir taksi yang masih mengemudikan mobil. "Hentikan taksi ini, menepi lah!" iya terlihat begitu panik hingga mencoba untuk beralih ke rencana darurat.
Saat taksi itu sudah berhenti di tepi jalan tol ayah tiri Arya memaksa Alia untuk turun dari dalam mobil. "Ayo turun kamu."
"Lepaskan saya!"
Bertepatan dengan Aliya yang baru saja dipaksa keluar dari dalam taksi mobil Alvino mulai terlihat, ia menghentikan mobilnya dan menepi tepat di belakang taksi itu.
"Mas Alvino." Aliya hendak melangkah menghianati Alvino namun ia di tahan oleh sang Ayah tiri dari belakang
Karena merasa terancam ayah tiri Arya pun langsung menodongkan pisaunya ke bagian leher Aliya. "Jangan mendekat! Atau dia tidak akan selamat."
Untuk pertama kalinya Ari Alvino bertemu dengan ayah tiri Aliyah orang yang telah menjual Aliya ke madam G. kedua tangan Alvino terlihat tercengkram erat karena rasa amarah yang bergejolak dari dalam dirinya.
__ADS_1
Bersambung 💖
Jangan lupa vote dan hadianya gaess...😘😘