Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.44


__ADS_3

"Daddy, I miss you so much." Naya memeluk Alvino dengan erat karena dua hari Alvino tidak pulang.


"I miss you too sayang. Wah sepertinya kamu sudah siap sekali mau ke pesta onty Vina. Putri Daddy memang yang paling cantik."


"Thanks you, Daddy. Ayo cepat siap-siap dong Mommy sudah selesai mandi loh sekarang sudah di kamar. Ayo Daddy juga kita harus ke Mansion secepatnya." Naya nampak begitu antusias karena bagi seorang anak kecil acara ulang tahun adalah acara yang begitu menyenangkan dan menghibur.


"Baiklah, kalau begitu kamu main di sini. Daddy mau mandi dulu." Alvino melangkah menaiki tangga menuju lantai dua rumahnya.


Klek.


Saat Alvino masuk kedalam kamar. ia mendapati Sheila masih duduk termenung di depan meja rias dan belum memakai gaun pestanya. "Kamu kenapa belum bersiap-siap? Naya sudah menunggu dan tidak sabar untuk pergi ke acara ulang tahun Vina."


"Aku malas bertemu dengan papa kamu." beranjak dari duduknya lalu menghampiri sang suami seraya berpangku tangan. "Kamu tahu beberapa hari yang lalu Papa menemui aku dan dia menamparku dengan sangat keras dan aku tidak terima itu."


"Ck, ternyata Papa tahu semuanya dari kamu ya. Kenapa kamu harus merasa kesal dan tidak terima, saat itu memang pantas untuk mu. Jangan membuat kekacauan hanya karena keegoisanmu sendiri, cepatlah berpakaian dan turun ke bawah untuk menemani Naya, aku mau mandi dan bersiap-siap." Alvino melangkah menuju kamar mandi.


"Kamu ke mana saja Mas dua hari ini, mungkin Abian bisa berbohong kepadaku tetapi Noah mengatakan semuanya, dia bilang kamu tidak berada di kantor selama dua hari kamu ke mana?"


Alvino yang sudah meraih handle pintu kamar mandi kembali berbalik memandangi sang istri. "Memangnya penting bagimu Aku mau ke mana dengan siapa. Aku saja sudah tidak peduli kamu mau ke mana dan apa yang ingin kamu lakukan."

__ADS_1


"Ya aku tau, aku hanya penasaran saja. Apa kamu pergi jalan-jalan dengan wanita simpanan mu itu. Aku juga sudah tidak perduli dengan pernikahan kita tapi aku harap wanita simpanan kamu itu setidaknya bukan seorang ja*lang yang kamu pungut dari club malam."


Rahang wajah Alvino nampak menegang dan kedua tangannya tercengkram erat ketika mendengarkan penghinaan Shela kepada Aliya. Ia mengambil langkah cepat dan langsung mencengkram dagu Shela.


"Dengarkan baik-baik. Dia bahkan seribu kali lebih baik dari pada mu. Jika ada yang pantas di panggil ja*Lang maka itu adalah kamu! Jaga ucapan mu selama aku masih sabar, jika tidak maka dalam hitungan detik aku akan menghancurkan perusahaan keluarga mu."


Mata Shela nampak memerah. Ia menghempaskan tangan Alvino dari wajahnya. "Papa dan anak sama saja, ancaman yang sama sudah aku dengar dari Alvaro Wilson." Ia melangkah menuju Walk in closed untuk mencari gaun yang akan ia kenakan malam ini.


"Aaahkk!" Alvino menjatuhkan tinjunya ke dinding kamar. Rasa sakit di tangannya tidak sebanding dengan sakit hatinya kepada Shela. Ia merasa sudah tidak sanggup bertahan lebih lama dengan wanita itu tetapi kembali lagi kepada tujuan awalnya, ia harus bertahan sebentar lagi.


~


Pukul tujuh malam, Aliya baru saja keluar dari mobil. Penampilannya begitu cantik dengan mini dres, ia merasa kurang nyaman, karena ia tidak terbiasa dengan gaun yang belahan bagian belakang dan depannya begitu rendah.


"Oh kau juga ya. Apa gaun ini terlihat terlihat aneh. Aku merasa kurang nyaman." Aliya terus saja menutup bagian dadanya. Padahal baju itu tidak sampai memperlihatkan belahan dadanya, tetapi tetap saja ia merasa tidak nyaman.


sejenak Noah terdiam serai memandangi penampilan Aliya dari atas sampai bawah. "You look so beautiful. Ternyata kamu bisa secantik ini ya, haha."


"Ah kau ini, masih bisa tertawa? Aku serius."

__ADS_1


"Aku tidak bercanda, malam ini maukah kamu menjadi pasangan dansa ku," Noah mengulurkan tangannya kepada Aliya.


"Hah, kau bercanda? Aku tidak mau."


"Pokoknya kamu harus mau." Noah meraih tangan Aliya dan langsung menariknya masuk ke dalam Mansion utama keluarga Wilson.


Suasana di dalam ruangan pesta sudah begitu ramai dengan para tamu khusus yang diundang oleh alfina dan juga beberapa tamu dari rekan bisnis Alvaro.


Alvino yang sedang mengobrol dengan rekan bisnisnya tiba-tiba mengalihkan fokusnya saat melihat Aliya muncul dari pintu utama sambil bergandengan tangan dengan Noah.


tatapan mata tajam begitu jelas tergambar dari wajah Alvino. Berani-beraninya dia bergandengan tangan dengan Noah.


Alvino hendak melangkah pergi namun tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang ketika ia berbalik ternyata mamanya lah yang menarik tangannya.


"Vino, ayo ikut Mama. Di sebelah sana ada teman Mama, dia mau berkenalan dengan kamu."


"Hah, tapi aku sedang ...."


"Ah sebentar saja. Ayo." Sang Mama menarik tangan Alvino menuju sebuah meja tamu yang tersedia di ruangan rumah yang sangat luas itu. Alvino hanya bisa pasrah padahal Ia sangat ingin pergi menghampiri Aliya dan Noah.

__ADS_1


Bersambung 💖


jangan lupa berikan dukungan untuk Author biar author semakin semangat untuk update ya 😍💖


__ADS_2