
sekitar setengah jam perjalanan akhirnya alvino sampai di gedung apartemen tempat aliya tinggal. ketika ia membuka pintu unit apartemen miliknya, keningnya mengkerut heran ketika melihat aliya sedang duduk di kursi tamu dengan ekspresi wajah yang begitu serius dan cenderung kesal.
"kamu kenapa memasang wajah seperti itu, wajah mu jadi semakin mirip dengan biri-biri, haha.", alvino telanjang duduk di samping sang istri seraya merangkul pundaknya.
saat tangan sang suami merangkul pundaknya aliya pun segera menggeser tempat duduknya agak sedikit menjauh. "jangan mendekat dulu, saya lagi kesal."
"oh kamu memanggil ku kemari hanya itu?" alvino kembali mendekat dan menatap wajah aliya seraya tersenyum. "coba katakan kenapa kamu kesal?"
aliya mulai menegapkan posisinya seraya menatap alvino dengan serius. "tuan, kenapa anda memberi tau noah soal hubungan kita. bukankah kita sudah berjanji untuk merahasiakan hal ini?"
__ADS_1
alvino nampak menghela napas pelan ketika mendengar ucapan sang istri. "hm, alasan simple, karena dia sudah keluar dari jalur yang kalian bilang 'hanya' sahabat tapi nyatanya dia mencintai kamu. apa aku harus tinggal diam saja, dan membiarkan kamu terus di goda olehnya. dia sudah ku anggap adik, menyetilnya sedikit itu tidak akan menjadi masalah."
"anda benar-benar tidak bisa di percaya. it's okey kalau anda meminta untuk kita menikah agar tidak menimbulkan dosa tapi, urusan saya dan noah itu beda. saya tahu tempat dan batasan saya sebagai istri anda, tapi apa alasan anda bersikap berlebihan seperti ini? anda dengar sendiri kan saya sudah menolaknya apa itu tidak cukup?"
alvino menggelengkan kepalanya dengan perlahan. "because you are mine (karena kamu adalah milikku)." alvino menangkup wajah aliya dengan kedua tangannya. "aku tidak tahu sejak kapan, tapi aku mencintaimu."
"sampai saatnya tiba apa yang kamu maksud? jika kamu berpikir aku akan melepaskan kamu, itu tidak akan terjadi. jika pada awalnya aku mengikat kamu dengan benang tipis dan begitu rapuh. tapi ketika aku mengucapkan janji suci pernikahan, aku sudah mengikat mu dengan hati dan perasaan ku. ikatan yang jauh lebih kuat di bandingkan tali baja."
aliya kembali menatap alvino dengan tatapan tak percaya. ia tidak ingin mempertanyakan hal yang sama seperti sebelumnya tetapi sikap posesif alvino selalu berhasil membuat ia salah paham. "why? do you really love me? (kenapa? apa kamu benar-benar mencintai ku?)
__ADS_1
"apa yang harus aku lakukan untuk membuat kamu percaya?" alvino merasa tidak ada gunanya untuk berkata cinta kepada aliya, karena pada dasarnya semua wanita itu sama, tidak butuh janji manis melainkan sebuah pembuktian.
"bersikap tegas, jangan mengabaikan nona shela karena keegoisan anda sendiri. cobalah berdiskusi, mencari jalan terbaik untuk pernikahan kalian. saya mengerti semua demi naya, tapi apa dia bahagia melihat kedua orangtuanya yang selalu jarang berada di rumah karena sebuah alasan yang tidak jelas? jangan permainkan perasaan gadis kecil itu lebih lama lagi. anda tau, melihat dia menangis karena mencari kedua orangtuanya, membuat saya merasa di hujam dengan perasaan bersalah yang teramat sangat. lebih baik anda simpan dulu perasaan anda itu dan mulailah pahami kondisi anda saat ini, jangan lari dari kenyataan lagi."
aliya segera melangkah pergi meninggalkan alvino yang masih tertegun karena memikirkan ucapannya.
Bersambung.
akhir-akhir ini autor sedang sibuk Karena ada acara pribadi di rumah jadi tidak bisa update dengan teratur. tetapi autor terus berusaha untuk tetap menulis meski hanya satu atau dua bab saja, terus berikan dukungan kembang kopi vote like dan komen ya guys
__ADS_1