Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.25


__ADS_3

"Kenapa, tidak?"


Alvino menarik napas panjang lalu kembali menatap sang Papa dengan serius. "Naya, putriku adalah satu-satunya alasan aku mempertahankan pernikahan ini. Aku tidak bisa membuatnya mengetahui jika kedua orangtuanya tidak baik-baik saja. Setelah dia selesai operasi jantung, barulah aku akan mengakhiri semua omong kosong ini."


Alvaro mencengkram erat kedua tangannya. Ya, putranya benar, Naya tidak boleh tahu tentang hal ini, karena penyakit yang di derita gadis kecil itu amat sensitif dengan perasaan.


"Percepat jadwal operasi Naya, cari dokter hebat di rumah sakit terbaik di dunia ini. Kamu jangan membodohi diri mu sendiri, lepaskan jika terasa berat! Kamu laki-laki harus tegas. Papa menyesal karena sudah menikahkan kamu dengannya, jangan pernah bawa wanita sialan itu lagi ke Mansion ini, Papa tidak sudi menganggap dia menantu."


Alvaro beranjak pergi dari ruangan itu. Seolah mengalami dejavu Alvaro tidak terima jika Alvino di khianati. Karena di masalalu sebelum ia menikah dengan Arumi, ia pernah ada di posisi yang sama dan ia tahu betul bagaimana rasanya berjuang untuk hati yang memperjuangkan orang lain.


Andai Papa tau jika aku telah membalas perselingkuhan Shela dengan berselingkuh juga, apa mungkin Papa juga akan kecewa kepada ku, batin Alvino.


Alvino beranjak dari tempat duduknya. Ia melangkah keluar dari ruangan itu. Dari kejauhan ia bisa melihat sang Papa sedang termenung di balkon utama lantai dua Mansion. Ia pikir Papanya butuh waktu untuk menenangkan diri jadi ia memilih untuk pulang


.


Saat akan masuk kedalam mobil. Dari kejauhan ia melihat mobil Abian memasuki gerbang. Alvino tahu, pasti sekertarisnya itu mengantar Viona pulang.


Saat mobil Abian berhenti tepat di belakang mobil Alvino. Viona langsung turun dan memeluk saudara kembarnya itu. "I miss you so much brother."


"Hey kenapa kau sok dramatis seperti ini, tidak biasanya kau memelukku." Alvino melepaskan pelukan Viona padanya.

__ADS_1


Viona berkacak pinggang seraya menatap saudara kembarnya itu dengan serius. "Kita harus bicara serius sekarang juga, ayo ikut aku." Tanpa menunggu persetujuan Alvino, Viona langsung menarik tangannya kembali masuk kedalam Mansion mewah itu. Tak lama Abian pun segera menyusul.


~


Di atas rooftop Mansion.


"Hey sebenarnya apa yang ingin kamu bicara sampai membawa aku kesini," ucap Alvino seraya melepaskan tangannya dari genggaman Viona.


Viona duduk di sebuah sofa yang ada di atas rooftop itu. "Duduklah dulu, aku sudah pusing padahal kamu yang punya masalah."


Mendengar ucapan Viona, Alvino segera menoleh kearah Abian yang juga sudah duduk di sofa itu.


Alvino hanya bisa menghela napas berat. Belum selesai dengan sang Papa kini saudara kembarnya juga sudah tau.


"Jangan banyak bertanya jika kamu sudah tau. Aku bisa mengatasi masalah ku sendiri, kamu cukup tutup mulut saja jangan sampai Mama tau, apalagi Naya. Cukup kamu dan Papa yang sudah tau hari ini," ujar Alvino kepada Viona.


"Hah! Jadi Papa juga sudah tau. Astaga, Vin kamu benar-benar tidak bisa di percaya, sudah tau mawar itu berduri masih saja kamu genggam. Sekarang aku hanya ingin bertanya kenapa kamu juga malah ikut berselingkuh?"


Mendengar pertanyaan Viona, Alvino kembali menoleh menatap tajam kearah Abian. Ternyata sahabat sekaligus sekertarisnya itu tidak tanggung-tanggung saat membocorkan rahasianya.


Abian menundukkan kepalanya karena takut dengan sorot mata tajam Alvino. "Sorry, Vin."

__ADS_1


"Kau benar-benar tidak bisa di percaya. Mulut mu itu lebih lemes dari pada ibu-ibu komplek!" seru Alvino kesal. Ia kembali beralih menatap Viona yang sedang menunggu jawaban darinya. "Memangnya kenapa? Dia saja bisa kenapa aku tidak."


"What! Well apa bedanya kamu sama Shela, ini bukan tentang siapa yang berkhianat duluan, tapi ini tentang harga diri. Akan lebih baik jika kamu menikah siri saja dengan selingkuhan mu itu."


"Kau ini baru datang langsung menceramahi ku! Kau tidak berada di posisi ku jadi kamu tidak tau rasanya perasaan ku seperti apa. Apa yang aku jalani selama ini hanya aku yang tahu rasanya."


"Aku bicara seperti ini demi kebaikan mu, Vin. Kita ini saudara kembar. Perasaan kita saling terikat satu sama lain, jika kamu sedih apa bedanya dengan ku. Aku hanya minta nikahi saja wanita yang menjadi simpanan mu itu meski kamu tidak mencintainya tapi setidaknya kamu bisa menyentuhnya secara sah. Setelah operasi Naya selesai, kamu harus menceraikan Shela dan kamu juga bisa meninggalkan wanita simpanan mu itu jika kamu tidak mencintainya."


"Hey, kalian baru saja bertemu kenapa malah bertengkar sih," sahut Abian yang berusaha melerai.


"Diam kau!" seru Alvino dan Viona secara bersamaan.


"Astaga, kalian kompak sekali." Akhirnya Abian memilih untuk kembali diam.


Bersambung 💖


Jangan lupa berikan dukungan untuk Author ya reader 🥰💖


Author mau merekomendasikan novel lagi nih.


__ADS_1


__ADS_2