Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.92


__ADS_3

"Noah kamu baik-baik saja?" tanya Vina yang saat ini sedang duduk berhadapan dengan Noah di kantin perusahaan.


Setelah mengetahui hubungan Alvino dan Aliya, entah kenapa Vina jadi memikirkan Noah yang ia tahu begitu mencintai Aliya selama ini, namun hanya bisa di pendam karena takut persahabatannya hancur.


Tidak tanggung-tanggung, Vina pun menghampiri Noah yang saat ini sedang magang di perusahaan keluarganya.


Noah yang tadi terlihat asik menikmati makan siangnya, menegapkan kepala melihat Vina. "Maksudnya?"


"Ya sebenarnya selama ini aku tahu, kalau kamu suka dengan Aliya. Dari cara kamu memperlakukannya, kamu yang selalu khawatir saat dia tidak ada kabar dan kamu yang selalu sedia dua puluh empat jam ketika dia ada masalah."


Noah menyunggingkan senyumnya saat mendengar penuturan Vina. "Terlihat sekali ya?"


Vina menganggukkan kepalanya perlahan.


"Ya awalnya aku tidak baik-baik saja. Tapi melihat dia bahagia seperti sekarang, apa yang bisa aku lakukan? Cinta itu tidak harus memiliki dan tidak boleh egois, meskipun tidak bisa memiliki hatinya tapi dia akan menjadi sahabat ku selamanya, I'm fine. Aku sudah berdamai dengan kenyataan sekarang."


Vina merasa lega karena bisa melihat Noah baik-baik saja. Ia tidak melihat kesedihan saat Noah bicara, dan itu pertanda jika Noah sudah benar-benar ikhlas. "Ck, berarti sekarang kita satu sama ya."


"Hah, maksudnya?"


Vina memajukan tubuhnya agar bisa lebih dekat dengan Noah yang duduk di hadapannya. "Kamu pernah menolak ku karena kamu mencintai Aliya dan sekarang kamu di tolak Aliya karena dia mencintai Kakak ku."


Noah nampak gugup di tatap seperti itu oleh Vina. Ia mendorong kepala Vina agar tidak terlalu dekat dengannya. "Ke-kenapa kau membahas itu, bukannya itu sudah lama sekali."


"Ya, memang sudah lama. Tapi rasanya masih sama." Vina menghela napas pelan lalu kembali menatap Noah dengan serius. "Bagaimana rasanya, sakit kan? Begitulah aku dulu saat kamu menolakku."


"Bhahaha, jadi sekarang kamu balas dendam nih ceritanya? Oke fine thank you. Kamu sudah berhasil bestie."


"Haha, jadi bagaimana kamu mau memulainya dengan ku?" Vina kembali menyondongkan tubuhnya seraya mengedip-ngedipkan mata.


"Hah, kau bercanda? Aku sudah bilang, aku hanya menganggap mu ---" Noah tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Vina menutup mulutnya dengan tangan.


"Iya aku tau kamu hanya menganggap ku sebagai saudara kan? Jangan berkata seperti itu siapa tau kita jodoh ye kan."


Noah menjauhkan tangan Vina dari mulutnya. "Kita ini saudara."


"Jodoh!" sahut Vina yang tidak mau kalah.


Noah berdiri dari posisinya. "Saudara!"


Vina pun ikut berdiri seraya berkacak pinggang. "Ih Jodoh!"


"Saudara!" sahut Noah.

__ADS_1


"Jodoh!" sahut Vina.


"Jodoh eh ...." Noah langsung menutup mulutnya ketika tanpa sengaja ia mengucapkan kata jodoh bukannya saudara.


"Haha, tuh kan." Vina kembali duduk lalu tertawa terbahak-bahak karena melihat ekspresi Noah yang begitu lucu baginya.


~


Setelah mengantarkan Aliya pulang ke Mansion dan hari juga sudah mulai sore Alvino pun memutuskan untuk tidak lagi kembali ke kantor tetapi langsung pergi ke rumah untuk menemui Naya.


Saat sampai di depan halaman rumah, ia mengeluarkan sebuah paper bag besar dari bagasi mobil, paper bag itu berisi mainan untuk Naya. "Semoga saja Naya senang mendapatkan mainan ini."


Alvino melangkah dengan percaya diri masuk kedalam rumah, yang kebetulan tidak terkunci. Saat sampai di dalam, Alvino tiba-tiba saja memperlambat langkahnya melihat dua orang pelayan rumah sedang berdiri di depan tangga.


"Ada apa ini, kalian terlihat panik sekali?"


Kedua pelayan itu langsung menghampiri Alvino. "Tuan, Nyonya sedang mengemas semua barang-barangnya dan memaksa Nona Naya untuk pergi dari rumah ini."


"Apa!" Tanpa banyak pertanyaan Alvino pun langsung berlari menaiki tangga itu. Sidang perceraian mereka saja belum terlaksana tetapi Shela sudah ingin pergi begitu saja dengan membawa Naya.


Di dalam kamar yang nampak begitu luas Shela terus mengemas semua barang-barangnya hingga terbagi di beberapa koper besar, sementara Naya hanya bisa terduduk di lantai sambil terus menangis karena tidak siap untuk pergi.


"Mommy, Naya tidak mau pergi. Hiks..hiks Naya mau sama Daddy."


"Shela!"


Shela membulatkan matanya saat melihat kedatangan Alvino yang berdiri di ambang pintu. "Mas, ka-kamu."


Alvino bergerak cepat, dan langsung membawa Naya dalam gendongannya. "Sudah sayang jangan menangis lagi, Daddy di sini sayang."


Tangan kecil itu memeluk erat Alvino seraya terus terisak. Naya, hanyalah seorang gadis kecil yang tidak tahu apa-apa, dia berhak untuk hidup bahagia. Tetapi takdir seolah membawanya kedalam masalah yang tidak ia pahami.


Shela mendekat dan langsung mencoba mengambil Naya dari gendongan Alvino. "Lepaskan Naya, dia anak ku!"


Alvino pun terus berusaha mempertahankan Naya. "Ibu macam apa kamu, hah! Kenapa kamu membuat dia menangis, dia tidak tahu apa-apa."


"Apapun yang mau aku lakukan padanya. Itu bukan urusan kamu, Mas. Aku yang melahirkannya dan dia tidak ada hubungan apapun dengan mu, lebih baik kamu pulang dan urus ja*lang mu itu!"


"Sebenarnya ada apa dengan mu?! Kau yang sejak awal menginginkan perceraian ini kenapa sekarang kau seperti ini, kau menemui Aliya dan menghinanya apa kau punya otak!"


Shela berdecak kesal lalu dengan kasar melemparkan sebuah vas bunga ke lantai. "Hidup ku hancur! Dan semua itu karena kalian. Mas Arya sudah meninggalkan aku karena dia mendapatkan fakta DNA Naya dari Papa kamu! Sekarang aku beri kamu satu kesempatan, kalau kamu memang tidak mau aku membawa Naya pergi, kembali lah kepada ku dan tinggalkan ja*Lang itu."


Alvino menatap Shela dengan tatapan yang tak percaya setelah apa yang telah mereka lalui selama ini tiba-tiba saja Shela memintanya untuk kembali.

__ADS_1


"Kau gila? Setelah semua yang kamu lakukan kepada ku dan keluarga ku, kamu ingin aku kembali pada mu."


"Kalau kamu tidak mau, berikan Naya kepada ku. Hari ini juga aku akan membawanya pergi jauh dari sini sampai kamu tidak bisa melihatnya lagi!"


"Aku tidak akan membiarkan Naya hidup dengan Ibu sekejam kamu!" Alvino terus berusaha mempertahankan Naya dalam gendongannya. Hingga aksi tarik-menarik pun tidak terhindarkan.


Bug!


"Aakh." Shela yang kalah tenaga dengan Alvino pun jatuh tersungkur ke lantai.


"Aku akan membawa Naya sampai sidang perceraian kita di gelar. Selama itu, aku mau kamu intropeksi diri dan menyesali semua yang kamu lakukan selama ini. Jika kamu terus berharap aku akan kembali, maaf hati ku sudah terkunci rapat, seharusnya kamu menyesali semuanya sejak lama, saat aku dengan tulus mencintai kamu dan memperlakukan kamu seperti ratu! Aku tidak heran jika Arya meninggalkan kamu, karena kamu sudah mempermainkan banyak hati dan dengan tidak tau diri menyalahkan orang lain atas semua yang sudah menimpa diri mu, itu karma Shela, karma!"


"Aaakkkk, diam!"


Alvino tidak lagi memperdulikan Shela terduduk di lantai seraya terus menangis. Ia melangkah pergi dari kamar itu sambil menggendong Naya.


Shela segera berdiri dari posisinya saat melihat Alvino keluar membawa Naya. "Mau kamu bawa kemana Naya, kembalikan dia pada ku!"


Alvino melangkah cepat menuruni tangga hingga akhirnya ia sampai ke bawah dan bertemu dengan dua orang pelayan yang masih nampak khawatir dengan keadaan kedua majikannya yang saat ini sedang ditimpa prahara rumah tangga.


"Tuan, Nona Naya mau di bawa?"


"Iya, kalian tetap disini dan awasi Shela."


"Kembalikan Naya brensek!" sahut Shela dari atas.


Alvino, Naya dan dua orang pelayan rumah itu mengalihkan pandangan mereka kepada Shela yang saat ini melangkah cepat menuruni tangga.


Namun karena kurang berhati-hati, kaki Shela tergelincir hingga akhirnya--


"Aaakk!"


Bug!


Tubuh Shela berguling di tangga yang cukup tinggi dan curam.


"Shela!" teriak Alvino, ia menurunkan Naya dari gendongannnya dan langsung berlari menghampiri Shela yang sudah tidak sadarkan diri di ujung tangga.


"Sh-Shela." Mata Alvino nampak membulat saat melihat darah segar mengalir dari bagian kepala belakang Shela.


Bersambung 💖🥰


Terimakasih untuk semua komentar positifnya ya readers 😘

__ADS_1


__ADS_2