
Pukul lima sore waktu setempat, Aliya sudah sampai di Bandara internasional xx. Saat ia keluar dari pintu kedatangan tiba-tiba saja langkahnya terhenti karena melihat bukan hanya Alvaro yang menjemputnya tetapi juga Arumi sang Mama mertua juga ada di sana.
Arumi yang sedang duduk bersama sang suami langsung berdiri dari posisinya ketika melihat Aliyah berhenti di ambang pintu kedatangan. Tanpa menunda waktu Arumi melangkah dan langsung memeluk Aliya.
Arumi melepaskan pelukannya dan menatap Aliya dengan mata berkaca-kaca. "Kenapa kamu dan Alvino menyembunyikan semua ini dari Mama, saat kita makan di restoran waktu itu pantas saja Alvino terlihat tidak senang saat Mama membahas hubungan kamu dan Noah."
Aliya nampak masih terkejut hingga tidak bisa berkata-kata. Tadinya Ia berpikir ketika sang Mama mertua melihat kedatangannya ia akan dimarahi atau disalahkan karena sudah menjadi orang ketiga dalam hubungan seseorang tetapi ternyata ia malah mendapatkan pelukan hangat.
"Kamu tidak perlu takut Aliya Mama sudah tahu semuanya dan mama menerima kamu sebagai bagian dari keluarga Wilson," sahut Alvaro.
Aliya menatap Arumi dengan tatapan haru. iya sungguh tidak menyangka akan mendapatkan sambutan yang begitu luar biasa dari keluarga konglomerat seperti keluarga Wilson.
"Terimakasih, Ma. Maaf karena sudah berbohong selama ini."
"sudah pokoknya sekarang kamu tidak usah memikirkan status kamu dan Alvino. Yang jelas sekarang kamu adalah bagian dari keluarga kami dan sekarang kamu tidak boleh tinggal di apartemen lagi sekarang kamu harus ikut mama dan papa pulang ke Mansion."
perlahan Aliya menggelengkan kepalanya, iya masih merasa tidak enak dengan alvina karena selama ini Alvina begitu baik kepadanya. "Maaf Ma tapi sepertinya aku tidak bisa. aku tidak enak dengan Vina jika dia mengetahui semuanya aku belum siap. kita tunggu sampai Mas Alvino pulang saja ya."
"Tidak Aliya ini sudah saatnya semua anggota keluarga tahu. Bagi Mama hubungan Alvino dan kamu itu bukanlah sebuah kesalahan tetapi kalian memang ditakdirkan untuk bertemu dan saling menguatkan. Kamu jangan berpikir bahwa diri kamu begitu rendah karena mama pernah ada di posisi yang sama dengan kamu. Pokoknya sekarang kamu harus ikut mama dan papa pulang."
Karena Aliya yang seolah tidak ingin beranjak dari tempatnya berdiri, Arumi pun segera menarik tangan sang menantu keluar dari bandara itu.
Terkadang apa yang kita bayangkan tidaklah seburuk pada kenyataannya. Namun memang tidak salah Aliya berpikir seperti sekarang karena kebanyakan di dunia nyata keluarga konglomerat itu selalu memikirkan bibit bebet dan bobot calon menantu mereka.
~
Sesampainya di rumah Aliya semakin nampak begitu pucat ketika melihat mobil Noah berada di halaman Mansion keluarga Wilson. Itu berarti Vina juga sekarang sedang berada di rumah.
"Aliya sudah kamu tidak perlu takut ayo ikut Mama,"Arumi kembali menarik tangan Alia agar keluar dari dalam mobil.
Mereka melangkah beriringan masuk ke dalam Mansion mewah itu, tangan Arumi tidak pernah lepas dari Aliya karena ia tahu bagaimana rasanya terjebak dalam suatu hubungan yang dirahasiakan tetapi harus diungkapkan secara mendadak seperti ini.
__ADS_1
Vina dan Noah yang kebetulan sedang duduk di ruang keluarga sambil menikmati cemilan bersama terkejut ketika melihat kedatangan Aliya.
"Loh bukannya Arumi pergi melancong bersama para staf departemen perencanaan, kok bisa sama Mama dan Papa?" Vina nampak semakin bingung ketika melihat sang Mama menggenggam tangan Aliya.
"Mungkin kamu akan terkejut tapi mama harus memberitahukan ini semua kepada kamu. sebenarnya Aliya ini adalah istri dari kakak kamu Alvino. Mereka sudah resmi menikah dan mama harap sekarang kamu menerima Aliya sebagai bagian dari keluarga kita ya," tutur Arumi kepada sang putri.
Sementara itu Aliya nampak semakin gugup hingga menundukkan wajahnya.
Vina nampak tidak percaya dengan semua yang mamanya sampaikan. Ia menoleh ke arah Noah dan ditatapnya sahabatnya itu dengan tatapan penuh tanya. "Noah, kamu juga sudah tau tentang ini?"
Noah terlihat kebingungan harus menjawab apa karena baru tadi ia berbohong kepada Vina bahwa Aliya pergi melancong bersama para staf kantor.
"Bukan hanya Noah tapi Abian dan kakak kamu Viona juga sudah mengetahui semuanya," sahut Alvaro.
Vina menyungginkan senyumnya karena merasa ia menjadi orang bodoh di antara semua orang yang mengetahui fakta tentang hubungan Aliya dan sang kakak.
Selama ini Ia memang tahu hubungan sang kakak dan kakak iparnya Sheila tidak berjalan dengan baik tetapi ia masih tidak bisa percaya jika wanita yang akan menjadi orang ketiga dalam hubungan kakaknya adalah teman dekatnya sendiri.
Dengan langkah yang menghentak-hentak Alvina melangkah menaiki tangga menuju lantai atas. Aliyah hanya bisa memandangi kepergian Vina dengan perasaan yang campur aduk.
"Bagaimana ini, sepertinya Vina marah sama kita Al," ujar Noah.
"Sudah, kalian tidak usah khawatir biar Mama yang bicara sama Vina."
~
Di tempat berbeda Viona dan Abian sedang berada di bengkel mobil karena ban mobil Abian tertusuk paku. Ia nampak begitu tidak tenang karena tadi Aliya mengirim pesan kepadanya bahwa sang Papa dan Mama membawa Aliya ke Mansion.
"Yoona Kamu bisa duduk tidak sih aku pusing melihat kamu mondar-mandir seperti itu," sahut Abian yang merasa jika Viona terlalu panik.
"Ya gimana aku tidak panik kalau sekarang Aliya sedang berada di Mansion. aku takut dia merasa tidak nyaman, apalagi Vina belum tahu semuanya," ujar Viona.
__ADS_1
"Tapi aku yakin Vina tidak akan semarah yang kamu bayangkan sudah tenanglah."
Saat tengah mondar-mandir tidak jelas Viona melihat sebuah motor yang dipajang di bengkel itu. Sepertinya motor itu adalah motor Harley Davidson milik pemilik bengkel.
"Mas ini motor di jual tidak?" tanya Viona kepada sang pemilik bengkel yang kebetulan sedang membersihkan motor itu.
"Sebenarnya Ini motor saya pribadi tapi kalau Nona mau membelinya dengan cash sekarang juga saya jual," ujar pemilik motor itu dengan nada yang sedikit bercanda tetapi sepertinya Viona menganggap itu dengan serius.
"Harganya berapa?" tanya Viona.
saja biar langsung berdiri dari posisinya dan menghampiri Viona. "Yona, kamu ngapain sih, pake di tawar segala."
"Aish diem deh," sulut Viona kepada Abian.
"saya membelinya 600 juta tapi kalau Nona memang serius cukup bayar 400 juta saja."
"Oke saya beli, transfer sekarang mana nomor rekeningnya," ucap Yona seraya mengeluarkan ponselnya yang ada di dalam tas.
Abian membulatkan matanya ketika Fiona benar-benar membeli motor itu. "Heh, kamu gila ya. Ngapain sih beli motor?"
"Ya buat pulang lah, kelamaan kalau nunggu mobil kamu selesai," ucap Viona lalu melangkah mendekati pemilik bengkel tersebut.
Otw naik Harley Davidson. Mau heran tapi yang beli anak Sultan 🤣, ya sudahlah ya.
perlambatan updatenya ya guys karena sistem noveltoon sepertinya sedang gangguan.
Bersambung.
Bersambung 💖
__ADS_1