Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.124


__ADS_3

"Yona, kamu sudah siap?"


Viona nampak begitu cantik dengan setelah gaun pengantin berwarna putih yang di mix dengan motif bunga berwarna gold di bagian lengan dan juga ujung gaun.


Rambut yang tersanggul di percantik dengan sebuah mahkota bertahtakan kristal Swarovski. Ia berbalik melihat sang Mama, tepat di belakangnya.


Entah mengapa Viona merasa begitu juga emosional. Hari ini ia akan segera melepas masa lajangnya. Setelah hari ini, ia bukan lagi Viona yang keras kepala, ada satu tanggung jawab yang harus ia jalankan dengan status baru sebagai seorang istri.


Perlahan ia memejamkan matanya, menghela napas pelan kemudian kembali menatap sang Mama. "Aku siap, Ma. Doakan Viona bahagia."


Arumi merasa lega karena bisa melihat senyum Sang Putri setelah beberapa hari tenggelam dalam kekhawatiran. Ia tidak ingin mengulang luka yang sama seperti yang dialami Alvino.


"Tentu saja, tapi ... apa kamu yakin?"


"Yakin, aku tidak akan sampai ke titik ini jika aku masih ragu dengan keputusan ku." Viona menjawab dengan tegas. Karena kemarin ia sudah cukup merenungi semuanya.


Jika di dunia ini ada yang paling mengerti diri seorang Viona, maka Abianlah orangnya. Ia memang susah untuk menjatuhkan hati, tetapi bukan berarti tidak bisa. Ia hanya butuh waktu untuk hubungan pernikahan yang begitu mendadak.


Satu keyakinan Viona sematkan dalam hati, bahwa kelak ia pasti bisa mencintai, sebelum 365 hari yang mereka janjikan.


Klek.


Pintu ruangan Viona terbuka, sang kembaran Alvino masuk dengan wajah yang nampak begitu serius. Ya, hari ini sahabat dan juga saudaranya sendiri akan bersatu dalam ikatan suci. "Ma, bisa tinggalkan kami sebentar? Aku ingin bicara berdua dengan Yona."


"Ya, boleh." Arumi menepuk pundak Viona lalu melangkah menuju pintu keluar. Ia berhenti sebentar tepat di hadapan Alvino. "Jangan menjahilinya lagi ya, Yona sebentar lagi akan menjadi istri sahabat kamu."


Alvino hanya terkekeh kecil seraya menganggukkan kepalanya. Setelah kepergian sang Mama dari ruangan tersebut ia melangkah mendekati Viona yang masih berdiri terpaku pada posisinya. "Huftt, are you ready?"


"Ck, apaan sih. Kenapa semua orang kecuali Papa, menatap ku seperti ini? I fine, you now."

__ADS_1


"Abian adalah sahabat kita sejak kecil dan kamu tahu sendiri bagaimana karakter dirinya dari dulu. Aku bukannya berpihak kepadanya tetapi aku yakin dia pria yang baik untuk kamu. dan juga aku yakin kamu tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti yang aku lakukan dulu, kamu pasti akan jatuh cinta kepadanya dan hidup bahagia selamanya. Wish you happy sister."


Gejolak di dalam diri Viona seolah tidak tertahankan lagi ia menitikkan air mata seraya menumpukan kepalanya di dada Alvino. Ia bukannya sedih dan tidak menerima pernikahan ini tetapi ia merasa baru kali ini saudara kembarnya itu bicara dengan serius kepadanya.


Selama bertahun-tahun Alvino tidak pernah bicara seserius ini kepadanya, mereka terus bertengkar membicarakan hal yang tidak penting, tanpa melibatkan sebuah pembicaraan yang serius apalagi tentang perasaan masing-masing.


Mereka seolah mempunyai ikatan batin dan Alvino yakin bahwa Viona mampu melewati ini dengan hati yang lapang. Dan sepertinya Alvino juga yakin kelak Viona akan mencintai Abian baik itu esok, Minggu depan, ataupun suatu Hari Nanti.


"Terimakasih. Aku akan mengingat ucapan mu hari ini. Yakinlah, aku tidak akan gagal."


Alvino menepuk-nepuk punggung Viona dengan lembut. Dulu ia tidak pernah bisa bersikap manis dengan saudaranya karena mereka sudah seperti Tom and Jerry. "Tentu saja, kamu Viona Wilson. Hiduplah dengan bahagia bersamanya."


Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun mereka kembali berpelukan dibalut dengan suasana yang begitu mengharukan karena sebentar lagi mereka sama-sama melepaskan.


Viona akan segera melepas masa lajangnya sementara Alvino akan melepaskan saudara kembar yang dulu menjadi tanggung jawabnya sebagai seorang kakak dan sekarang hal sudah berpindah ke tangan pria lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rasa gugup nampak tergambar begitu jelas namun Ia juga sudah tidak sabar untuk melihat Viona dalam balut gaun pengantin. Setelah beberapa saat pandangannya yang sejak tadi tidak bisa fokus karena terlalu gugup, kini terpaku pada satu titik di mana Viona tengah melangkah ke arahnya dengan dituntun oleh Alvino dan juga Aliya.


Semakin dekat Abian semakin merasakan gejolak perasaan yang sudah terpendam sejak dulu kini akhirnya tercurahkan. Wanita yang sejak dulu ya banggakan kini sudah resmi menjadi istrinya.


Alvino yang sejak tadi menggenggam tangan Viona kini perlahan melepaskan, ia mendekat dan menepuk pundak Abian yang saat ini bukan hanya berstatus sebagai sahabat baiknya tetapi juga iparnya. "Bian, sekarang aku percayakan Viona kepadamu. Dia adalah tanggung jawabmu, mau kamu bawa kemanapun dan apapun yang kamu berikan kepadanya kami sebagai keluarga tidak akan ikut campur lagi. Tetapi satu kali saja dia menangis karena disakiti olehmu demi apapun aku tidak akan rela, dan kamu akan menerima akibatnya."


"Tenang saja, Vin. kamu tahu bagaimana aku begitu mencintainya selama ini. Aku berjanji tidak akan membuat dia menangis karena kesedihan tetapi mungkin kamu akan melihat dia menangis karena merasa bahagia telah jatuh ke seorang pria yang tepat."


Viona kembali menyeka air matanya, dia merasa begitu terharu mendengar percakapan dua sahabat itu. bukan hanya dirinya saja tetapi Aliya juga nampak begitu.


"Kak Viona beruntung sekali. Aku yakin kalian pasti akan bahagia, tinggal penyesuaian diri saja dari sahabat jadi pasangan suami istri," bisik Aliya.

__ADS_1


"Iya, Al. Semoga saja."


Karena sudah merasa begitu yakin, Alvino perlahan mundur dan membiarkan Abian menghampiri Viona yang sejak tadi menunggunya. Abian mengulurkan tangan ke hadapan sang istri untuk melangkah beriringan menuju masa depan yang sudah ada di hadapan mereka.


Entah bagaimana perjalanan mereka nantinya tetapi harapan itu tidak pernah pupus dari keduanya meski pernikahan ini serba dadakan.


Tanpa ragu Viona meraih uluran tangan Abian. Mereka melangkah sambil bergenggaman tangan dengan diiringi riuh tepuk tangan dari para tamu.


Di sana sudah ada kedua orang tua Viona dan juga Abian mereka tersenyum senang melihat akhirnya putra-putri mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan.


~


Pesta pernikahan yang begitu meriah dan digelar hingga larut malam membuat Viona dan Abian nampak begitu lelah saat masuk ke dalam kamar pengantin mereka yang bertempat di sebuah hotel mewah milik keluarga Wilson.


Semua anggota keluarga pun ikut menginap di hotel malam ini. namun kamar pasangan pengantin baru itu satu-satunya yang terasa begitu panas meski sudah difasilitasi dengan AC.


"Aku mau mandi, kamu mau ikut?" tanya Abian dengan ekspresi jahilnya.


"Bian, ka-kamu duluan saja ... ehm aku merasa lelah sekali, besok saja mandinya, masih wangi kok." Viona yang nampak begitu gugup hendak melangkah menuju ranjang, tetapi langsung di cegah oleh Abian.


Dengan satu tarikan Abian membawa Viona ke dalam pelukannya. "Terimakasih, karena sudah bersedia menjadi istri ku."


Dengan gerakan yang ragu-ragu Viona membalas pelukan Abian dan menepuk-nepuk pundak pria yang saat ini sudah sah menjadi suaminya. "Sekarang aku hanya minta satu hal buat aku jatuh cinta hingga tergila-gila padamu."


Bersambung 💖🥰


Maaf untuk keterlambatan updatenya karena beberapa hari ini author sangat sibuk Karena ada acara pribadi. insya Allah di awal bulan nanti akan lebih update teratur 2/hari sampai nanti di akhir bulan Agustus cerita ini ditargetkan akan tamat. nantikan terus kelanjutan ceritanya karena hanya tersisa 60 BAB terakhir.


dalam kurun waktu 1 bulan kedepan cerita ini akan berfokus kepada perjuangan Abian mendapatkan Viona, kisah pernikahan Viona dan Abian yang diwarnai dengan keromantisan dan juga aksi-aksi kocak yang pastinya tidak akan pernah terbayangkan.

__ADS_1


bukan hanya itu tetapi juga akan ada Aliya dan Alvino yang merajut kisah kamus Nissan rumah tangga mereka menunggu kelahiran anak mereka. and the last ending, nanti akan ada kejutan dari kisah Noah dan juga Vina yang kembali dipertemukan, bagaimana mereka dipertemukan nanti, ikuti terus kisahnya.


__ADS_2