Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.74


__ADS_3

Pukul satu siang waktu Melbourne Australia Aliya sudah sampai di kota sejuta pesona itu. Untungnya ia cukup fasih bahasa Inggris jadi ia tidak terlalu kesulitan, tangan dan kakinya bergetar ketika untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di negeri kanguru.


"Huh, hawanya dingin sekali padahal ini bukan musim dingin. Apa aku yang terlalu kampungan ya." Aliya mempercepat langkahnya keluar dari pintu kedatangan.


Saat sampai di bagian dalam bandara, ia kembali merasa kebingungan. Karena Alvaro tadi bilang akan ada yang datang menjemputnya, namun ia belum menemukan orang tersebut.


"Nona Aliya."


"Astaga." Aliya langsung berbalik dan langsung menghela napas pelan ketika melihat seorang pria berjas hitam yang di minta Alvaro untuk menjemputnya, akhirnya datang. "Anda membuat saya kaget saja."


"Oh maaf Nona, sepertinya Anda sudah tahu siapa saya. Kalau begitu silahkan ikuti saya," ucap pria itu lalu melangkah pergi di ikuti Aliya dari belakang.


~


Selama perjalanan, Aliya lebih banyak melihat keluar jendela untuk menikmati pemandangan, ketimbang bertanya kemana pria berjas hitam itu akan membawanya.

__ADS_1


Meski hatinya di penuhi rasa khawatir akan keadaan sang suami. Aliya tidak bisa menutupi rasa bahagianya karena bisa ke luar negeri untuk pertama kalinya.


"Nona, apa Anda mau langsung ke rumah sakit?" tanya pria itu kepada Aliya.


Aliya kembali menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil dan menutup kaca jendela. "Iya, Pak. Tapi bisakah saat di sana Anda meminta Tuan Alvino keluar untuk menemui saya? Saya merasa tidak enak jika harus masuk kedalam."


"Tentu saja, Nona. Tuan Alvino pasti sangat senang karena Anda datang. Awalnya saya kaget saat mengetahui jika Tuan Alvino sudah menikah lagi, tapi setelah melihat Nona saya tahu alasannya."


Aliya mengerutkan keningnya seraya melihat punggung pria yang saat ini sedang menyetir mobil di depannya. "Maksud bapak?"


"Hah, Bapak ini bisa saja. Mana mungkin saya bisa di samakan dengan Nyonya Arumi yang begitu cantik, anggun dan berkelas." Aliya menggelengkan kepalanya karena merasa semua pujian pria paruh baya di depannya ini amat berlebihan.


Bapak itu tersenyum seraya melirik Aliya yang ada di belakang. Andai Aliya tahu jika sebenarnya Arumi juga adalah seorang wanita yang tidak sengaja di peristri oleh Alvaro karena sebuah alasan yang begitu tabu.


Entahlah kisah itu seolah kembali terjadi. Bahkan orang di sekeliling Alvaro pun merasakan hal yang sama. Namun akankah Aliya dan Alvino mendapatkan akhir yang sama? Ya, mungkin. Masih terlalu dini untuk berasumsi.

__ADS_1


~


"Aku minta kamu pulang kenapa kamu masih berani berada di hadapan ku," ucap Alvino kepada Shela, setelah memastikan Naya tertidur lelap.


Shela mencengkram ujung selimut Naya, kepalanya tertunduk namun sedetik kemudian kepalanya kembali tegap. Ia memberanikan diri untuk menatap Alvino. "Sekarang kamu sudah tahu jika dia bukan anak kandung mu, seharusnya kalaupun ada yang pergi dari sini, itu kamu Mas. Aku Ibunya dan dia adalah anak ku."


Alvino berdiri dari posisi duduknya lalu menghampiri Shela. "Apa kamu bilang, Ibu? Sejak kapan kamu bertindak sebagai Ibu yang baik untuk Naya. Ck, aku memang bukan ayah kandungnya tapi jika kamu meminta dia untuk memilih, dia tidak akan pernah ragu untuk memilih ku."


Sepertinya Shela benar-benar sudah tidak perduli dengan dirinya sendiri, ia menyunggingkan senyum seraya berpangku tangan. "Meskipun kamu mau, tapi kalau pengadilan berkata lain, kamu mau apa Mas?"


"Ck, kau sedang mengancam ku? Kau pikir aku sebodoh itu hah! Aku tahu kamu punya beberapa saham dan deposito bank yang kamu sembunyikan dari ku. Dan itu adalah satu-satunya harapan kamu untuk melanjutkan hidup. Bagaimana jika aku menarik semuanya tanpa menyisakan sedikit pun untuk kamu bawa kabur."


Bersambung 💖


Jangan lupa berikan dukungan untuk Author ya bestie!!!! luv lub

__ADS_1


__ADS_2