
Di sudut kota metropolitan, tepatnya di sebuah warung remang-remang yang jauh dari ruang publik. Seorang pria paru baya melangkah cepat dengan ponsel yang terus menyala di genggamannya.
"Gas...Bagas, liat ini deh." Pria paruh baya itu menyerahkan ponselnya kepada seorang pria yang seusia dengannya.
"Apa sih, ganggu aja." pria itu mengambil ponsel tersebut dari tangan temannya, tiba-tiba matanya membulat ketika melihat sebuah foto yang disertai dengan sebuah artikel yang terus ia baca dengan rasa tak percaya.
"Anak tiri lu, si Aliya sekarang udah jadi orang gedongan. Dia istri dari Alvino Wilson, anak pengusaha ternama."
Ya, pria itu adalah ayah tiri dari Aliya yang selama ini menganggap jika anak tirinya sudah menjadi wanita malam setelah dia jual tetapi ternyata masih baik masih berada di pihak Aliya.
"Dia kenapa bisa tiba-tiba ...." Pria itu melepaskan ponsel itu dari tangannya, karena merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
**
Setelah acara perpisahan selesai, Noah dan Aliya keluar ruangan dan bermaksud untuk pergi ke kantin perusahaan, karena ini sudah jam makan siang.
"Kita harus makan bakso mang iwan. Setelah ini kita pasti akan jarang ke perusahaan," ujar Aliya.
"Yee, kamu mah bisa saja. Lupa ya ini perusahaan punya siapa? Kalau aku mungkin akan lama baru ke perusahaan ini lagi. Ayah ku meminta aku untuk pulang ke Malaysia untuk mengurus perusahaan di sana."
Aliya menghentikan langkahnya, menatap Noah yang juga ikut berhenti. "Aku kenapa tiba-tiba mau pindah? Bukannya kamu bilang mau kerja di perusahaan ini setelah lulus."
__ADS_1
"Emm, aku pikir-pikir lagi sebaliknya aku kembali ke Malaysia saja. Toh aku sudah lega karena kamu sudah ada yang menjaga."
Aliya nampak sedih, hingga tidak bisa berkata-kata. Baginya Noah adalah sahabat terbaik di dunia, banyak hal yang mereka lewati bersama.
Belum juga pergi tetapi Aliya sudah merasa kehilangan. "Aku benar-benar kaget dan tidak siap jika kamu pergi, katanya sahabat tapi kok ninggalin. Ingat mimpi kamu di sini, sebelumnya kamu tidak pernah membahas tentang kembali ke Malaysia, kenapa sekarang baru mau pulang, mau ketemu Upin Ipin kamu?"
Aliya melangkah cepat meninggalkan Noah yang masih diam terpaku pada posisinya. Sejak dulu Aliya tahu betul jika Noah sangat suka tinggal di kota itu, dan tidak punya rencana untuk pulang.
Tetapi Aliya lupa, ada hati yang terus terluka karena melihatnya bahagia dan ada luka yang tidak juga sembuh meski kata ikhlas sudah terucap. Ya, melupakan seseorang memang tidak mudah, apalagi Aliya adalah cinta pertama Noah.
Aku hanya butuh waktu untuk memulihkan semuanya, Al. Aku bahagia kamu sudah bertemu orang yang tepat tapi di sisi lain perasaan ini benar-benar membunuh ku secara perlahan, batin Noah.
~
Aliya baru saja sampai di lantai dasar.
"Astaga." Ia kaget ketika pintu lift terbuka, Alvino sedang berdiri di sana bersama Abian dan beberapa karyawan perusahaan lainnya. Ia segera membuang muka, lalu melangkah keluar dari lift.
"Ayank, mau kemana."
Sontak saja Aliya langsung kembali berbalik dan menatap Alvino dengan tatapan kesal. "Maaf Tuan CEO yang terhormat, saya sudah selesai di sini jadi saya mau pulang."
__ADS_1
Alvino tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. "Temani suami mu makan siang dulu."
Aliya benar-benar berusaha menahan malu, apalagi saat melihat Abian dan para karyawan yang ada di sana terkekeh. "Apa Anda bisa membedakan antara urusan pribadi dan profesional?"
"Tentu saja, sekarang kamu di sini sebagai istri ku bukan anak magang lagi." Alvino melangkah dan langsung meraih tangan Aliya. "Ayo ikut ke ruangan ku." tanpa menunggu persetujuan Aliya, ia langsung membawa istrinya itu masuk kedalam lift.
Aliya hanya bisa menundukkan kepalanya, karena tidak sanggup melihat orang-orang di hadapannya.
"Kami duluan ya," ucap Alvino kepada Abian dan karyawannya.
"Silahkan Tuan, Nona," ucap Abian dan para karyawan itu secara bersamaan.
Setelah pintu lift itu tertutup, Abian dan yang lainnya pun akhirnya bisa tertawa tanpa harus di tahan lagi.
"Ternyata Tuan Alvino itu bucin sekali ya," ucap seorang karyawan kepada Abian.
"Dia baru pertama kali jatuh cinta seperti itu, jadi biarkan saja. Mulai sekarang kalian harus menghormati Nona Aliya seperti dulu kalian menghormati Nona Shela," ujar Abian.
~
Bersambung 💖🥰
__ADS_1