
"Tuan tenang saja, saya akan secepatnya mengurus gugatan perceraian Anda dan Nona Shela."
Alvino berdiri dari posisi duduknya seraya mengulurkan tangan ke hadapan sang pengacara yang juga ikut berdiri dari posisinya. "Baiklah, terima kasih untuk semuanya. kita bertemu lagi minggu depan, kalau begitu saya pulang dulu."
Alvino akhirnya bisa bernafas lega karena apa yang sudah ia tahan selama ini sebentar lagi akan segera berakhir. Saat pertama kali mengucapkan janji suci untuk mengikat Shela menjadi pasangannya, ia tidak pernah berpikir jika kelak ia akan melakukan hal ini.
Mencoba untuk tetap tegar, mencoba untuk tetap menerima kenyataan dan mencoba untuk tetap bertahan di tengah rasa hancur akan penghianatan, sudah Alvino lakukan sejak lama dan saat ini perceraian adalah jalan terakhir yang ia pilih untuk menyelesaikan semuanya.
Apakah cinta itu masih ada? Tentu saja tidak, hubungan antara Alvino dan Shela memang hanya perjodohan yang dilakukan karena kepentingan bisnis keluarga. Cinta itu memang sudah tidak pernah hadir pada dasarnya, apalagi hanya Alvino yang terus berjuang sementara Shela terus melangkah menjauh tanpa memikirkan pernikahan mereka.
Hari ini Alvino mengambil langkah yang sama tanpa menunda waktu, tanpa memikirkan apapun lagi. Selama ini ia sudah cukup berjuang dan disia-siakan dan Shela harus menerima semua apa yang telah Ia tanam sendiri.
~
Matahari yang bersinar terik tidak membuat Aliya dan Arumi yang sedang berada di taman belakang bergegas untuk masuk ke dalam rumah. Seolah mendapatkan teman yang satu frekuensi Arumi begitu senang ternyata Aliya juga menyukai tanaman seperti bunga dan juga tanaman hias lainnya.
"Al, kamu benar tidak mau masuk? Cuacanya panas sekali loh ini." Arumi yang sudah nampak kegerahan kembali mempertanyakan hal yang sama kepada sang menantu.
"Iya Ma. Mama masuk duluan saja nanti aku menyusul ini sedikit lagi bibit bunganya habis."
"Baiklah kalau begitu Mama masuk duluan ya mau istirahat." Arumi beranjak masuk ke dalam rumah sementara di sana Aliya masih nampak sibuk menanam bunga.
Bertepatan ketika Arumi hendak menaiki tangga menuju lantai dua, ia menghentikan langkahnya ketika melihat kedatangan Alvino dari pintu utama Mansion.
Arumi segera bergegas menghampiri Sang putra dan langsung memeluknya. "Vino, kamu akhirnya datang juga Nak."
__ADS_1
"Apa Aliya masih menginap di sini Ma?" Alvino yang nampak menoleh kanan kiri begitu tidak sabar untuk melihat sang pujaan hati.
"Iya hari ini Mama melarang dia pergi magang Karena Mama tahu kamu akan pulang. Sekarang dia ada di taman belakang kamu bisa menghampirinya." saat Arumi hendak melangkah pergi ia kembali berbalik menatap Sang putra. "Oh iya, bagaimana kondisi Naya sekarang, Mama sangat merindukannya?"
"kondisi Naya sudah pulih dan dia juga sudah bisa bermain. Aku meminta Sheila untuk membicarakan tentang perceraian kami kepada Naya. Sebenarnya aku begitu berat untuk melepaskan Naya Ma, tapi apakah mungkin ada jalan yang bisa membuat aku tidak berpisah dengan Naya?"
Arumi mengerti kegelisahan hati Sang putra. Karena bukan hanya Alvino tetapi seluruh keluarga juga pasti akan merasakan hal yang sama. Sejak lahir Naya sudah memberikan warna tersendiri dalam keluarga Wilson karena ia adalah cucu pertama tetapi kenyataan ini telah menghancurkan segalanya.
Perlahan tangan Arumi bergerak menepuk pundak Alvino. "Kamu tenang saja ya pasti semua ada jalan keluarnya, lebih baik sekarang kamu fokus ke perceraian kamu. Karena Papa dan Mama tidak lagi menginginkan kamu mempertahankan rumah tangga ini."
Arumi melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju lantai dua, sementara Alvino masih berdiri di sana. Ia bisa menerima kenyataan bahwa pernikahannya tidak bisa lagi dipertahankan tetapi bagaimana dengan Naya.
Selama ini gadis kecil itu sudah seperti kekuatan baginya meski pernikahannya hancur Ia tetap bertahan karena ia mempunyai Naya di sisinya tetapi bisakah seorang Alvino melepaskan apa yang telah Ia pertahankan selama ini.
Tak ingin terus bergelut dalam pikirannya sendiri Alvino segera melangkah menuju area belakang Mansion di mana Aliya saat ini tengah berada.
Alvino melangkah mengendap-ngendap dari belakang untuk mengejutkan sang istri.
"Duaarrr!
"Astaga, ular ular." Alia mendadak latah ketika dikejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba saja menepuk pundaknya dari belakang. Saat ia berbalik matanya langsung membulat ketika melihat ternyata Alvino lah orangnya.
Bug...
Satu pukulan mendarat tepat di lengan Alvino. Alia nampak begitu kesal entah mengapa. "Ih Mas kamu nih."
__ADS_1
Lengannya sendirian terasa berdenyut karena mendapatkan pukulan yang cukup keras dari sang istri. "Sakit tau, suami datang bukannya di sambut dengan pelukan, ini malah dengan pukulan. Itu tadi kamu kenapa ngucap kata ular?"
"Aku lagi mikirin ular Albino kuning yang super menyebalkan," ucap Aliya dengan wajah cemberutnya.
"Albino kuning ... Kamu sejak kapan suka ular?"
"Sejak aku nikah sama kamu," jawab Aliya.
"Hah, maksud kamu yang ini," ucap Alvino seraya melihat ke area bawah tubuhnya.
"Ih Mas, kamu mau tambah lagi?" Aliya kembali mengangkat tangannya dan bersiap-siap untuk memukul lengan sang suami.
Alvino menahan tangan Aliya yang hendak kembali memukulnya. "Aku mau tambah, tapi bukan tambah pukulan."
Kening Aliya nampak mengkerut ketika mendengar ucapan Alvino. "Nah terus?"
"Tambah cinta dari kamu," ucap Alvino lalu menoleh ke sembarang arah, ia malu karena baru kali ini ia berkata gombal kepada seseorang.
Terkadang Cinta memang bisa mengubah karakter seseorang, hati yang dulu sekeras es balok kini mencair perlahan dan terus mengalir hingga tanpa sadar Ia sudah luluh hingga menjadi bucin.
Wajah Aliya pun nampak memerah. Ia berusaha menahan senyumnya, jika saat di kampus mendapatkan gombalan seperti itu dari pria-pria lain, ia akan merasa geli tetapi entah kenapa ketika Alvino yang melakukannya hatinya malah berdebar-debar.
"Ehm, kamu apaan sih Mas." Aliya segera mengambil langkah cepat untuk masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Alvino di sana sendiri.
Melihat sang istri yang melangkah semakin jauh, Alvino pun tidak bisa menahan rasa senangnya karena berhasil membuat kalian menjadi salah tingkah.
__ADS_1
Bersambung 💖