Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.43


__ADS_3

Alvino memandangi kepergian Abian dengan tatapan tak percaya. Rasanya baru beberapa detik yang lalu sahabatnya itu mengeluh karena merasa lelah, tetapi saat ia memancing hanya dengan menyebut nama Viona saja dia itu kembali bersemangat.


"Hah bocah itu benar-benar tidak bisa di percaya."


~


Aliya hampir sampai di gedung utama BW group, tetapi ia sudah merasa tidak bisa mengangkat kakinya lagi karena kakinya terasa sakit akibat berjalan menggunakan sepatu high heels.


akhirnya Ia memutuskan untuk duduk di sebuah kursi taman yang tersedia di trotoar jalan raya. "Hah, luka." Aliya terkejut saat melihat bagian belakang kakinya mengeluarkan darah. "Seharusnya aku naik ojek saja tadi, huftt."


Di tengah kepanikan Aliya tiba-tiba sebuah mobil yang sangat familiar berhenti tepat di depan kursi tempat Aliya duduk. pria itu adalah Noah, entah kenapa Aliya merasa ketika ia kesusahan Noah selalu saja datang di saat yang tepat.


"Kamu kenapa di sini?" tanya Noah saat sudah menghentikan langkahnya di depan Aliya.


"Aku berjalan dari halte bus yang di sana, eh ternyata kaki ku luka."


Noah meraih pergelangan kaki Aliyah dan memeriksa luka yang mengeluarkan darah dari bagian belakang kaki sahabat itu. "Kamu naik bus? Pantas saja kemarin aku masih melihat mobil yang sering kamu pakai di basement tapi tiba-tiba saja kamu menelpon dan bilang pulang ke kampung untuk ziarah makam. Sudah aku bilang telepon aku jika kamu ingin dijemput tapi kamu tidak pernah mengandalkan aku seperti dulu."

__ADS_1


"Aku sedang sakit tapi kamu masih saja memarahiku. Apa aku Ini anak kecil." Alia kembali memasang wajah cemberut seraya terus meringis kesakitan.


Noah mengambil sapu tangan yang ada di saku jas kerjanya lalu dililitkan di kaki Aliya. "Untung saja hanya sebelah kiri yang mengeluarkan darah seperti ini, kalau dua-duanya kamu mau apa tidak bisa berjalan lagi. Dasar ngeyel, bagiku kamu itu masih bocah yang harus dilindungi, kalau bukan aku yang melindungi kamu siapa lagi? Ayah tiri mu, huh aku benar-benar membencinya. Untung saja aku tidak pernah bertemu lagi dengannya."


"Sudahlah jangan banyak bicara sekarang bantu aku masuk ke mobilmu, sebentar lagi jam kerja akan dimulai kalau sampai kita terlambat bisa-bisa nilai kita akan dikurangi."


Aliya mengangkat tangannya agar Noah membantunya berjalan. Tetapi dengan inisiatif sendiri sahabatnya itu malah menggendongnya, masuk ke dalam mobil. Tentu saja aliya sangat terkejut karena Noah lagi-lagi begitu perhatian kepadanya.


"Hey aku hanya minta di papah tapi kenapa kau malah menggendong ku masuk ke sini," protes Aliya saat Noah juga sudah duduk di belakang setir.


"Memangnya kenapa? biasanya juga kamu yang minta gendong."


"Ya aku takut saja bagaimana jika tiba-tiba Vina lewat dan melihat kamu menggendongku jika kalian bertengkar karena aku kan aku tidak enak."


"Ck kau ini lucu sekali. untuk apa coba Vina marah Memangnya dia pacarku kan bukan."


"Tapi kamu menyukainya kan di kampus saja kamu selalu sigap saat dia memanggilmu menginginkan apa darimu kamu selalu menuruti."

__ADS_1


Noah yang baru saja menghidupkan mesin mobil kembali menoleh ke arah Aliya dengan tatapan bingung. "Kamu mengira aku menyukai Vina? Astaga dia itu sudah seperti saudara ku. Lagi pula dia satu tahun lebih tua dariku, mana mungkin aku menyukainya."


"jadi selama ini kamu tidak menyukainya?" Aliya masih nampak tak percaya hingga menanyakan hal itu berulang.


"Iya tentu saj tidak. Oh iya aku sampai lupa karena kamu sudah membahas Vina Aku ingin memberitahukan jika malam ini dia mengundang kamu untuk datang ke pesta ulang tahunnya yang akan diadakan di Mansion keluarga Wilson."


"Hah dia ulang tahun, sepertinya aku tidak bisa datang." Sebagai seorang wanita yang terlibat secara rahasia dalam hubungan pernikahan seseorang ia merasa pergi ke Mansion keluarga Wilson sama saja ia masuk ke dalam kandang singa.


"Kenapa? Dia sangat berharap kamu datang." Noah meraih sebuah paper bag yang ia letakkan di kursi belakang mobilnya. "Dia sampai menitipkan gaun ini untuk aku berikan kepadamu, katanya sebagai ucapan terima kasih, karena kamu sudah mau mengajar les Naya."


"Oh begitu ya." lagi-lagi mode tidak enak kembali aktif. Alia merasa tidak enak jika menolak untuk datang ke pesta ulang tahun Vina. "Baiklah kalau begitu aku akan datang."


"Jam tujuh malam, aku tunggu kamu di sana."


"Iya bawel deh, ayo jalan."


Bersambung 💖

__ADS_1


jangan lupa berikan autor dukungan ya dengan cara memberikan kembang kopi dan juga vote. 🥰


__ADS_2