
Hari-hari berlalu begitu cepat. Setelah Naya kembali pulih seperti sedia kala Alvino dan juga Shela kembali ke tanah air. mereka baru saja turun dari private jet yang membawa mereka terbang.
Dengan hati yang gembira dan senyum yang terus merekah, Naya menggandeng tangan kedua orang tuanya keluar dari bandara. Gadis kecil itu belum tahu jika sebentar lagi ia harus menerima kenyataan baik itu untuk hubungan kedua orang tuanya dan juga kenyataan atas identitas dirinya selama ini.
Sesampainya di depan bandara Alvino menekuk lututnya agar sejajarkan diri dengan Naya. "Sayang kamu pulang dulu bersama monia Daddy ada urusan sebentar."
"Oke Daddy, Naya tunggu di rumah ya." Gadis kecil itu dituntun oleh Sheila masuk ke dalam mobil setelah itu Sheila kembali menghampiri Alvino.
"Apa harus aku yang mengatakan semua ini kepada Naya?" tanya Sheila yang nampak khawatir dan juga belum siap untuk menyampaikan semuanya kepada sang putri.
"Kamu yang sudah berulah dan tentu saja kamu yang harus bertanggung jawab. Hari ini juga aku akan menemui pengacaraku untuk mengurus perceraian kita dan selama proses perceraian kita berlangsung tetaplah tinggal di rumah."
Tidak ingin terus berdebat dengan Sheila, Alvino segera melangkah menuju mobilnya yang sudah tersedia di parkiran bandara. selama ia berada di Melbourne, iya terus memikirkan hal terbaik yang harus ia lakukan ketika kembali ke tanah air.
semakin Ia berpikir Ia terus saja kembali ke keputusan awal. karena awalnya ia sempat memutuskan untuk menjaga rahasia Ini dari Naya tetapi semakin hari gadis kecil itu akan semakin tumbuh dan pikirannya pun akan semakin matang.
Membuat hati gadis kecil itu patah memanglah hal yang begitu menyakitkan tetapi akan lebih menyakitkan lagi jika kelak Naya tahu semuanya ketika dewasa.
__ADS_1
Meski berat tetapi Alvino sudah memutuskan. namun iya sudah berjanji pada diri sendiri tidak akan mengabaikan gadis kecil yang sudah ia anggap putrinya itu. sepenuhnya semua keputusan Ia berikan kepada Naya jika memang gadis kecil itu, mau nanti Naya memilih Shela ataupun dirinya.
~
Mobil yang membawa Shela dan Naya akhirnya sampai di halaman rumah. Namun ketika turun dari mobil Sheila nampak kaget ketika melihat selingkuhannya datang dan sedang duduk di teras rumahnya.
"Naya, kamu masuk duluan ya sayang. Mommy mau bicara dengan tamu Mommy sebentar."
Gadis kecil itu pun langsung dituntun oleh seorang pelayan rumahnya yang kebetulan menemani pria itu menunggu di depan. setelah memastikan ayah masuk ke dalam Shela pun langsung menghampiri pria tersebut.
"Mas kamu kok datang ke sini tidak bilang-bilang? Apa kamu ingin menyambut kedatanganku. Oh iya Aku punya kabar baik untuk kita sebentar lagi aku dan Mas Alvino akan bercerai jadi kita bisa menikah."
Benar saja maka secara langsung membulat ketika melihat hasil tes DNA dan juga beberapa foto dirinya di masa lalu ketika ia tanpa sengaja menjalin hubungan terlarang dengan seorang pria berwarga kebangsaan Amerika.
"Mas aku bisa menjelaskan semua ini. waktu itu aku dan pria yang ada di foto ini tanpa sengaja terlibat one night stand dan akhirnya Naya terlahir ke dunia ini. Apa si brengsek yang mengirim semua foto ini dan hasil tes DNA kepadamu?"
Pria itu menggelengkan kepalanya seraya mengusap wajahnya dengan kasar. "Bukan Dia tapi Papa mertua kamu yang memberikannya langsung kepadaku. Kita sudah menjalin hubungan sebelum kamu menikah dengan Alvino dan aku terus menunggu dan percaya bahwa kamu akan setia kepadaku tapi apa ... kamu bahkan melahirkan anak dari pria asing yang tidak Kamu kenal, Aku tidak menyangka kamu ternyata semurahan ini. aku sudah cukup terpukul ketika dulu kamu jujur bahwa sudah berhubungan badan dengan Alvino tapi sekarang aku merasa kesabaranku sudah habis Aku tidak bisa menerima kamu tidur dengan pria lain dan melahirkan anak. Lebih baik sekarang kita putus saja dan jangan pernah cari aku lagi."
__ADS_1
"Mas kamu bercanda kan? Kita sudah melewati susah senang bersama selama hampir 8 tahun. Kamu sudah berjanji akan terus bertahan meskipun orang tuaku tidak merestui kita dan juga meskipun aku menikah dengan Mas Alvino. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu Mas jangan bicara seperti itu."
Shela terus membujuk pria itu, Namun sepertinya sang kekasih sudah benar-benar kehilangan kesabaran. Ya, mereka memang sudah menjalin hubungan pacaran jauh sebelum Shela dan Alvino menikah.
Namun karena terhalang restu orang tua Shela akhirnya mereka memutuskan untuk menjalin hubungan secara rahasia dan sampai bertahan sejauh ini.
"Jangan pernah menyentuhku! Kamu wanita yang menjijikan. setelah ini aku akan kembali ke Malaysia dan jangan pernah berharap aku akan memaafkan kamu lagi. Aku sudah memutuskan untuk menerima perjodohan kedua orang tuaku di sana."
Pria itu melangkah pergi meninggalkan Sheila yang duduk bersimpuh di lantai teras. Rasanya karma kembali menghantam Shela berkali-kali hingga tidak membiarkan sel untuk bernafas lega walau sedikit.
"Mas, jangan tinggalkan aku!"
teriakan sela tidak membuat pria tersebut berbalik. Mobil yang dikendarai sang kekasih melaju pergi meninggalkan haraman rumah mewah itu.
Setelah semua keserakahan yang Shela lakukan di masa lalu akhirnya hari ini ia menuai semuanya. Ia sudah kehilangan kepercayaan orang yang paling ia cintai dan juga sebentar lagi hubungan pernikahannya akan benar-benar berakhir di hadapan pengadilan.
Jangan pernah berpikir bahwa seseorang yang mencintaimu dengan begitu kuat tidak akan pergi meski kamu bermain-main dengan api di belakangnya. Shela, terlalu menganggap enteng kesabaran kekasihnya itu. Sampai hari ini untuk pertama kalinya kekasihnya mengabaikan ia dan memutuskan hubungan mereka.
__ADS_1
Bersambung 💖
maafkan auto receh ini ya guys karena kemarin tidak update. karena kemarin itu outdoor lagi libur untuk refreshing otak. tapi tenang saja hari ini sampai hari hari kedepannya insyaAllah autor akan kembali aktif update novel ini ya....