Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.67


__ADS_3

Shela baru saja pulang ke rumah, ia melangkah memasuki rumahnya dengan wajah penuh kekhawatiran. Saat ia hendak menaiki tangga menuju lantai dua, Naya menghampiri seraya menarik-narik dres yang ia pakai.


"Mommy, main sama Naya yuk."


Shela menoleh menatap sang putri, sejenak ia nampak terdiam lalu melepaskan ujung dresnya dari genggaman Naya. "Nanti ya, Mommy capek." Ia kembali melanjutkan langkahnya menaiki tangga.


Wajah Naya nampak kecewa. Gadis kecil itu menyeret boneka beruangnya masuk kedalam kamar kembali. Sang pengasuh pun hanya bisa menatap Iba anak majikannya itu. Sepertinya selama ini hanya Alvino yang begitu perhatian sementara Shela selalu saja mengabaikan putrinya.


Sementara itu Shela yang baru saja masuk kedalam kamar langsung melemparkan tasnya ke sembarang arah. Ia menarik rambutnya ke belakang seraya terus berjalan mondar-mandir tidak jelas.


Seperti ada kegalauan yang membuatnya tidak bisa duduk tenang. Entah siapa yang akan ia telepon kali ini, namun ekspresi wajahnya begitu panik.


"Hallo, Ma."


[Bagaimana, apa besok kamu akan tetap berangkat ke Melbourne?]


"Ya ... begitulah. Apa yang harus aku lakukan, Ma. Aku takut Mas Alvino tau jika Naya bukanlah putrinya tapi dia adalah anak dari hasil one night stand ku dengan seorang pria di London."


[Bagaimana bisa kamu membahas hal itu lagi! Naya adalah satu-satunya harapan kita agar kamu bisa mendapatkan harta gono-gini setelah perceraian. Dasar bodoh! Ini semua adalah kesalahan kamu karena sudah mengacaukan semuanya, pokoknya kamu tenang dan ikuti prosedur, selama operasi itu tidak memerlukan darah dan tes DNA, maka kita akan aman. Jangan sampai membuat semuanya curiga.]


"Mama menyalahkan aku sekarang? Ini juga karena Mama yang mata duitan. Apa Mama tau, pria brengsek itu masih sering mengancam aku jika aku tidak mengirimkan dia uang. Aku frustasi!"

__ADS_1


Emosinya meledak-ledak, hingga dada nampak naik turun karena napas yang terengah-engah. Shela melemparkan ponselnya ke lantai lalu duduk meringkuk di samping ranjang.


"Sebenarnya aku salah apa, kenapa aku harus menjalani ini semua! Aku hanya ingin bahagia tapi kenapa rasanya begitu susah," gumam Shela yang terlihat begitu kacau.


Selama bertahun-tahun ia berhasil meyakinkan Alvino bahwa Naya adalah anaknya. Ya, Alvino percaya saja karena memang mereka berhubungan badan layaknya pasangan suami istri meski tidak di dasari oleh cinta.


Namun suatu kejadian saat Shela berlibur bersama teman-temannya di London di malam pergantian tahun, membuat Shela terjebak one night stand dengan seorang pria bule yang baru saja ia kenal.


Saat mengetahui dirinya hamil tak lama setelah kejadian itu, Shela tahu pasti itu bukanlah anak Alvino karena suaminya itu sedang dinas keluar kota beberapa minggu.


Shela berpikir, rahasianya akan terus tertutup rapat namun nyatanya hari ini ia kembali merasakan khawatiran itu lagi. Naya adalah anak yang tidak ia inginkan hadir dalam pernikahannya dengan Alvino.


Baik itu kehidupan sosial dan juga pernikahan. Tetapi Shela hanyalah wanita biasa yang punya jalan pikirannya sendiri. Sekarang ia sudah menemukan pria yang ia cintai tetapi ia masih harus bergelut dengan pernikahan yang seolah tak berujung.


~


Alvino menghentikan laju mobilnya ketika sampai di depan kampus Aliya. Ia memarkirkan mobilnya di parkiran kampus. Suasana masih nampak lengang karena sekarang masih jam masuk kelas.


Di dalam mobil ia duduk bersandar sambil memainkan ponselnya. Karena tidak tahu Aliya ada di mana akhirnya ia memutuskan untuk menelepon.


"Kamu dimana?"

__ADS_1


[Astaga baru nelpon sapa dulu kenapa


... aku masih baru selesai, Mas. ini baru keluar dari ruangan dosen.]


"Aku di parkiran, keluarlah. Jangan sampai aku yang masuk untuk menjemput mu."


[Iya-iya, ini juga lagi jalan. Udah matiin dulu.]


Alvino pun mematikan panggilan telepon itu lalu meletakkan ponselnya di dasbord mobil. Ia mengambil sebuah kacamata hitam dan langsung ia pakai. "Perfect," ucap Alvino seraya melihat pantulan wajahnya di cermin.


Dari kejauhan ia bisa melihat Aliya sedang berjalan dengan beberapa pria muda yang cukup tampan, sepertinya adik kelas sang istri. Ia pun segera membuka kaca mobil dan memantau sang istri dari kejauhan.


"Ck, berani-beraninya mereka bicara seakrab itu dengan istri ku, ini benar-benar bahaya, ternyata dia bukan hanya di apit oleh Noah, tapi masih banyak laki-laki lain. Hah, untungnya aku tidak merasa kalah saing."


Bersambung 💖


Udah pada vote belum sih wkwk, canda. Terimakasih untuk dukungan semuanya ya.... terus support author okeyyy


Nih babang Albino lagi mantau Ayang....😂


__ADS_1


__ADS_2