Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.61


__ADS_3

hari ini Alvino kembali beraktivitas di perusahaan seperti biasa setelah hampir seminggu mengambil cuti untuk menemani Aliya. Andai bukan Aliya yang mendorongnya untuk pergi bekerja mungkin hari ini ia masih berada di apartemen dan bolak-balik ke rumahnya juga untuk menemani Naya.


"Selamat pagi, Tuan Alvino," ucap Abian yang sedang entah mengapa begitu formal pagi ini. Tetapi sepertinya ia hanya ingin bergurau dengan sahabatnya itu meski sepertinya Alvino tidak terlihat bersemangat pagi ini.


Alvino hanya menganggukkan kepalanya lalu terus melangkah masuk ke dalam ruangannya. karena merasa penasaran Abian pun langsung menyusul masuk ke ruangan CEO tersebut.


Ketika Abian masuk ke dalam ia melihat Alvino yang saat ini sedang membuka jasnya seraya mengendurkan dasi yang ia pakai. "Hey kenapa pagi ini kamu tidak bersemangat sekali," ucap Abian sambil duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan Alvino.


Alvino menghela napas pelan lalu menatap Abian dengan serius. "Aku tidak tahu sebenarnya Aliya itu benar-benar menerima aku sebagai suaminya atau tidak. Tapi sampai saat ini aku belum pernah sekalipun mendengar dia berkata i love you atau berkata sayang kepadaku."


"Bhahaha, jadi sekarang kamu butuh pengakuan. Hey bro sepertinya kamu masih meragukan di matanya."


"Hah, kau becanda? Apa lagi yang meragukan dari ku. You now, aku mengucapkan kata cinta 44 kali sehari tapi dia hanya tersenyum saja tanpa membalas ucapan ku."


Abian tidak henti-hentinya tertawa ketika mendengar penuturan sang sahabat Ia tidak menyangka jika Alvino bisa seresah ini. Perlahan ia mencoba mengatur napas lalu kembali menatap Alvino. "Sepertinya aku mulai paham. Aliya masih belum terbiasa dengan semuanya. Kamu bayangkan saja, dalam waktu hitungan bulan dia yang bagaikan bunga liar di tepi jalan, mendadak di angkat dan di puja oleh seorang pangeran. Biarkan dia menata hatinya, jangan menekan dan memberi beban. Kamu tau dia bukan tidak mencintai kamu, tapi dia sedang berusaha memantaskan diri agar kelak bisa bertahan mendampingi kamu meski di terpa badai sekali pun."

__ADS_1


Alvino nampak terpana lalu bertepuk tangan saat merasa ucapan Abian begitu mengena di hatinya. "Wah aku tidak menyangka jika kamu sebijak ini, tidak salah kamu di import langsung dari luar negeri untuk menjadi tangan kanan ku."


Abian pun langsung memasang wajah cool serayan mengapit dagunya dengan jari telunjuk dan jari jempol. "Ehm, siapa dulu. Jangan hanya memuji ku, kamu taukan nomor rekening ku berapa."


Alvino yang tadi nampak sangat bangga kepada sahabatnya langsung memasang wajah kesal. "Kau memang tidak bisa di puji, aku menarik ucapan ku tadi. Siapkan laporan sekarang, kita ke ruangan rapat."


Alvino kembali berdiri dari kursi kebesarannya lalu memakai jas yang tadi ia sempat buka dan juga memperbaiki dasinya.


"Hey, kata-kata mutiara ku itu sangat mahal!"


~


Sementara itu di tempat berbeda. Alvaro Wilson berbalik dari posisinya ketika menyadari kedatangan seorang pria suruhannya.


"Bagaimana apakah kamu mendapatkan apa yang aku inginkan?" tanya Alvaro kepada pria itu.

__ADS_1


"Tentu saja, Tuan." pria berjas hitam itu mengeluarkan sebuah map dan langsung diberikan kepada Alvaro. "Ini adalah bukti-bukti transfer uang yang dikirim oleh Nona Shela kepada pria itu."


Alvaro membuka map itu dan langsung tersenyum menyaringai. "Ck, aku pikir dia sudah cukup bodoh dengan menduakan anak ku, tapi ternyata dia mempunyai masalalu yang ia sembunyikan seperti ini, dasar wanita sampah!"


Alvaro meremas kertas itu lalu membantingnya ke lantai. Ekspresi wajahnya nampak sangat kesal dengan mata yang mulai memerah. Entah fakta baru apa yang baru saja ia dapatkan tetapi ia yakin jika putranya mengetahui hal itu, Alvino pasti akan lebih hancur lagi dari sebelumnya.


Bersambung 💖


Selamat malam semuanya, jangan lupa berikan dukungan untuk Author ya reader 🥰


Babang Albino nih, senggol dong



Bersambung 💖

__ADS_1


__ADS_2