Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.112


__ADS_3

Aliya menoleh kearah jendela, ketika mendengar rintik hujan yang baru saja turun membasahi bumi. "Mas, hujan." Ia melepaskan pelukannya dan langsung melangkah menuju balkon kamar.


Alvino salah melupakan masalahnya hari ini ia menyusul sang istri dan langsung memeluk istrinya dari belakang. Hari yang sudah mulai gelap dengan awan mendung yang begitu mendominasi membuat Alvino menginginkan sesuatu yang bergejolak dalam dirinya.


"Hujan ya, pas sekali."


Lagi-lagi Aliya tersipu malu karena ucapan sang suami. "Mas, apa kisah ini bertahan selamanya?"


Alvino membalik tubuh sang istri dam menatapnya dengan serius. "Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


"Terkadang aku terpikir apakah semua ini benar-benar nyata, rasanya baru kemarin kita bertemu dalam situasi yang tidak aku inginkan tapi sekarang aku benar-benar takut kehilangan kamu Mas."


Mendengar pernyataan sang istri tentu saja Alvino merasa jika sekarang apa yang ia harapkan dari diri Aliya benar-benar sudah ia dapatkan. Saat pernikahan pertamanya dengan Shela ia tidak pernah mendengar hal ini keluar dari mantan istrinya itu tetapi dengan Aliya sungguh ia merasa baru saja jatuh cinta untuk pertama kalinya.


"Kita mungkin bertemu dengan keadaan yang rumit dan kita memulai sebuah hubungan dengan cara yang salah. Aku pernah bilang kepadamu bahwa kamu adalah nyali terakhirku untuk mencari cinta sejati, tentu saja sekarang kamu tidak perlu ragu, aku benar-benar mencintai kamu Aliya."


"I love you so much Albino kuning menyebalkan." Aliya mencubit kedua sisi pipi sang suami sambil tertawa kecil.


"Ayang sakit. Kamu berani ya sekarang." Alvino mengelus pipinya seraya memasang wajah cemberut. "Oh iya, janji tadi siang masih berlaku kan?"


"Janji yang mana ya?" tanya Aliya dengan ekspresi pura-pura lupa.


"Kamu suka sekali membuat ku tanggung begini." Alvino hendak berbalik masuk ke dalam kamar namun langsung dicegah oleh Aliya. "Apa lagi?"


"Show time." Aliya menarik tangan sama suami masuk ke dalam kamar, dan secara tak terduga ia mendorong tubuh Alvino hingga terbaring di atas ranjang.


Aliya membuka tali pengikat handuk kimono yang masih melekat di tubuhnya. Entah datang dari mana keberanian itu hingga tanpa ragu ia menghempaskan jubah mandinya ke sembarang arah.


"Sa-sayang kamu ...." Alvino menelan salivanya sekuat tenaga saat sang istri secara perlahan naik ke atas tubuhnya dengan kondisi tanpa selai benang pun.


Aliya membuka satu persatu kancing baju sang suami. "Mas, kenapa tubuh mu begitu kekar sekali. Aku mau kamu malam ini."


Aliran darah Alvino terasa berdesir hebat. dengan suara rintik hujan dan hawaw dingin yang membangkitkan hasrat terpendam dua insan.

__ADS_1


"Aliya, kenapa kamu tiba-tiba saja seagresif Aaahkkk." Alvino tidak bisa melanjutkan ucapannya karena sang istri langsung menyerang bagian bawah tubuhnya. "Sayang terus... emmm."


Dengan teknik dasar yang iya kuasai Aliya terus menghisap hingga menimbulkan suara ucapan yang terdengar begitu indah di telinga Alvino. Benda besar dan panjang itu pun semakin mengeras karena mendapatkan layanan spesial dari sang pawang.


Fantasi liar seorang Alvino pun mulai bekerja, Ia memejamkan matanya seraya menikmati permainan sang istri yang benar-benar luar biasa baginya. "Teruskan sayang, ouwh f*uck."


"Mas besar sekali, apa kamu suka Mas."


"Nikmat sekali sayang, emmm...Aaah. Kenapa kau tiba-tiba seagresif ini hemm."


Aliya menghentikan permainan di bagian bawah sana kemudian menciumi perut hingga ke dada sang suami. ia menatap wajah suaminya dengan tatapan yang sudah diselimuti hasrat.


"Aku hanya ingin memuaskan kamu Mas, entah kenapa aku ingin belajar tentang hal ini."


Alvino mencoba untuk mengatur nafasnya senormal mungkin karena sang istri yang kembali memainkan pusakanya dengan tangan. "Aahh, kau membuat ku gila sayang."


"Mas mau lagi?"


Setelah itu Aliya kembali ke tempatnya semula dan memulai permainan menikmati es krim loli yang entah bagaimana terasa begitu hangat di dalam mulutnya.


Alvino tidak henti-hentinya memejamkan mata kemudian membukanya kembali. Kedua tangannya pun mencengkram ujung bantal karena terasa nikmat yang luar biasa hingga sampai ke ubun-ubunnya.


"Aaahhh sayang, kau luar biasa. Lebih cepat sayang aku menggila." Tanpa sadar Alvino ikut mengerakkan pinggulnya naik turun hingga pada akhirnya ia yakin sudah tidak tahan membalik posisinya dengan Aliya.


"Sekarang giliran ku, nikmatilah sayang." Alvino membuka kedua paha istri lebar-lebar lalu menenggelamkan wajahnya di tempat yang mampu begitu basah karena kenikmatan.


"Mas Aaaahh...Emmmm." Aliya menggel*injang hebat karena permainan sang suami ke bagian intimnya.


"Sayang aku sudah tidak, sudah tidak tahan lagi." Alvino memasukkan Albinonya ke dalam sarang kenikmatan, lalu mulai menggerakkan pinggulnya secara cepat karena kenikmatan yang sudah sampai pada puncaknya.


"Mas lebih cepat, Ummm...Aahh. Aku sudah tidak tahan."


"Sebentar lagi sayang ... aku akan

__ADS_1


... Aaahhhhkk!!" Alvino kembali menyemburkan awan panas kedalam rahim sang istri. Semoga saja calon bayi yang ada di dalam sana tidak marah karena sang Papa kembali berulah.


~


Pagi kembali menjelang ketika Alvino membuka matanya ia tersenyum saat sang istri masih berada dalam dekapannya. Momen-momen seperti ini begitu langkah untuk ia lihat.


Ya, berhubung hari ini adalah weekend jadi Alvino bisa seharian di rumah bersama sang istri. "Cantik sekali." Dia mengelus perut Aliya yang masih nampak rata namun sebuah harapan sedang terbangun di dalam sana. "Semoga kamu dan anak kita selalu sehat."


Perlahan Alia membuka mata karena merasa ada yang mengganggu tidurnya. "Mas kamu sudah bangun, aku lelah sekali."


"Tidurlah di pelukan ku sampai kamu puas, hari ini kan weekend."


Mendengar kata-kata weekend, Aliya langsung mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap sang suami dengan mata membulat. "Mas, ini weekend?"


"Iya, kenapa?" Alvino nampak bingung karena istrinya terlihat begitu serius.


"Kalau begitu hari ini kita harus jalan."


"Jalan kemana? Tadi kamu bilang lelah."


"Tunggu sebentar." Alia turun dari atas ranjang lalu mengambil sebuah catatan di laci meja riasnya. "Aku sudah menyusun list untuk hari weekend kita kali ini. pagi ini kita mulai dengan pergi sarapan di restoran The classic, setelah sarapan kita pergi ke mall untuk berbelanja susu dan keperluan lainnya, setelah dari mall kita pergi ke alun-alun kota, setelah dari alun-alun kota Aku mau kita pergi menonton film dan malam harinya Aku mau naik ke puncak Monas untuk melihat pemandangan malam."


"Apa! Eh maksud ku, kamu serius mau melakukan semua itu dari pagi sampai malam?"


Aliya menganggukan kepalanya lalu kembali melompat ke atas ranjang dan memeluk sang suami. "Aku mau sekali, janji tidak akan capek. Kapan lagi kita bisa menghabiskan waktu bersama, Mas kan sibuk."


Alvino kembali menemukan fakta baru tentang sang istri semenjak hamil. Yaitu, istrinya bukan hanya meminta hal aneh tetapi sikapnya juga mulai manja dan agresif.


"Y-ya baiklah, boleh kok boleh."


Bersambung 💖


assalamualaikum bestie ku semua karena malam ini aku terus cukup sibuk karena urusan pribadi jadi hanya bisa dua buat saja insya Allah besok diusahakan tiga BAB ya guys tetap berikan dukungan untuk author ya see you tomorrow... 🥰

__ADS_1


__ADS_2