Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.60


__ADS_3

Satu minggu berlalu. Aliya sudah tiga hari ini berada di apartemen kondisinya sudah sangat baik meski kadang kepalanya masih terasa pusing karena baru saja selesai operasi satu minggu yang lalu.


Malam ini pun dia sudah memasak makan malam untuk sang suami seperti biasanya. Padahal Alvino sudah meminta kepada Aliya untuk beristirahat saja dan tidak usah melakukan aktivitas apapun.


Tetapi karena dia adalah tipe wanita yang tidak bisa diam, akhirnya Ia memutuskan untuk memasak menu sederhana yaitu nasi goreng untuk suaminya.


Alvino yang baru saja terbangun dari tidurnya nampak panik ketika tidak mendapati sang istri di sampingnya. Ia pun langsung memeriksa toilet dan langsung keluar dari kamar. ia mengolah nafas bulan ketika melihat ternyata Aliya sedang berada di dapur.


"Kenapa kamu memasak? Aku sudah bilang kamu istirahat saja."


Aliya menghentikan aktivitasnya sejenak dan langsung menoleh ke samping di mana sang suaminya sedang berdiri. "Aku bosan diam terus, Mas. Ini bukan aktivitas yang berat kok, lagi pula aku sudah benar-benar sehat."


"Kata siapa? Dokter bilang masa pemulihan kamu itu satu bulan. Aliya jaga kesehatan kamu. minggu depan aku akan berangkat ke Melbourne bersama Naya dan Shela. Jangan membuat aku jadi tidak tenang."


"tidak usah khawatirkan aku selama Mas pergi kan ada Kak Viona dan sekertaris Abian yang akan menemani aku di sini." Alia melangkah menuju meja makan lalu meletakkan dua piring nasi goreng di sana.


Meskipun menu itu biasanya ia masak untuk sarapan tetapi malam ini ia merasa hanya bisa memasak menu itu saja. Alvino pun langsung menyusul sang istri yang sudah duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


"Karena kamu sudah masak meskipun kamu belum pulih, aku akan makan. Tapi besok jangan memasak lagi." alfina menarik kursi lalu duduk di hadapan sang istri.


"Dulu Mas bilang suka kalau aku masak menu istimewa untuk Mas setiap hari . Tapi sekarang kenapa marah? Orang kalau sakit dan hanya berdiam diri nanti tambah sakit."


Alvino yang baru saja menelan makanannya Kembali beralih menatap sang istri. "Hey apa nasi goreng ini yang kamu maksud menu spesial? Sudah, pokoknya jangan repot-repot masak lagi besok ya, kita order online saja."


Aliya nampak tidak menanggapi ucapan Alvino dan memilih untuk melanjutkan aktivitas makannya.


"Oh iya, aku minta maaf jika selama kita mengenal dan menikah, aku mungkin sering membuat kamu sakit hati, sekarang aku sadar jika dulu aku sangat egois," ujar Alvino lalu kembali menyodorkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Bukan mungkin tapi sekarang aku sudah merasa kesal sama, Mas."


"Tadi aku berusaha keras untuk memasak makanan ini, tapi di puji pun tidak. Bagi seorang istri pujian suami adalah hal yang sangat berharga. Tadi sudah semangat sekarang down lagi."


Alvino berusaha untuk tidak tertawa, karena saat ini ekspresi wajah Aliya sangat amat menggemaskan. "Ehm ... lalu kamu mau suami mu ini melakukan apa sayang? Apa perlu aku menyuapi kamu makan sampai nasi goreng itu habis."


"Haiisss, memangnya aku anak kecil apa ... ah sudahlah lupakan saja. Oh iya Mas, aku sangat merindukan Naya. Apa besok malam aku boleh datang untuk mengajarnya, setiap hari dia mengirim voice note dan bertanya kapan aku akan datang.

__ADS_1


Alvino terdiam sejenak lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak boleh, kamu tidak boleh kemana-mana dulu. Nanti setelah Naya selesai operasi di Melbourne dan pulang, baru kamu boleh pergi menjenguknya.


"Ah Mas! Protektif sekali sih."


"Itu karena aku menyayangimu dan aku tidak mau terjadi hal buruk kepada mu," ucap Alvino dengan mulut penuh makanan.


Sejenak hati Aliya sempat tersentak saat mendengar ucapan Alvino namun ia berusaha untuk tetap besikap senormal mungkin. "Ehm ... Mas tau, aku ini bukan wanita yang bisa diam saja di rumah. Aku rindu masa magang ku, aku rindu mengajar les Naya dan juga aku rindu sekali dengan kampus--" Aliya tidak bisa melanjutkan ucapannya karena mulutnya sudah di bungkam dengan tangan oleh Alvino.


"Kamu tidak usah pikirkan itu dulu. Aku yang akan mengurus semuanya. Kamu hanya perlu kembali pulih, tugas kamu sebagai istri ku masih tersisa seribu tahun lagi, mengerti?"


Aliya hanya bisa menganggukkan kepalanya perlahan tanda jika ia telah mengerti. setelah ucapan Alvino tadi tidak ada lagi suara yang keluar dari mulut Aliyah Ia hanya fokus untuk menghabiskan makanannya.


Begitu juga dengan Alvino yang terlihat hanya diam seraya terus mengunyah makanannya. entah mengapa ia merasa kecewa karena sampai saat ini dia sudah mengucapkan kata cinta kata sayang kepada Aliya puluhan kali tetapi sekalipun anda tidak pernah membalas ucapannya.


~


Bersambung

__ADS_1


Author merekomendasikan novel keren lagi nih mampir yuk u



__ADS_2