Jerat Hasrat Sang Calon Duda

Jerat Hasrat Sang Calon Duda
Bab.97


__ADS_3

Sesampainya di ruangan Alvino, Aliya langsung menarik tangannya dari genggaman suaminya itu. "Dari tadi aku kesal karena Mas terus memanggilku seperti itu di hadapan semua orang."


Alvino dengan santainya melangkah menuju sofa yang ada di ruangan itu dan langsung duduk di sana. "Memangnya salah? Kalau aku memanggil kamu Adik itu baru salah. Kemari duduk disampingku."


Aliya menghela napas panjang lalu beranjak, duduk di samping Alvino. Ia menyandarkan kepalanya di pundak Alvino seraya memasang wajah lemas. "Panggil aku Aliya saja, tidak apa-apa. Mas bisa memanggil ku seperti itu saat kita berdua."


Alvino menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Baiklah, kalau begitu Ayank, kamu mau makan apa?"


Aliya menegapkan kepalanya melihat sang suami. "Ck, kenapa tetap saja terdengar aneh ya. Ah tidak entah lah. Oh iya, tadi kepala departemen perencanaan memberikan aku uang, ya katanya sih anggap saja gaji selama aku magang di sini. Jadi aku mau traktir Mas hari ini, Mas mau makan apa?"


Lagi-lagi Alvino menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia merangkul sang istri dan terus mencium pucuk kepalanya. "Kamu tidak boleh kemana-mana, tugas mu hanya menemani aku di sini, biar aku yang menghabiskan uang untuk membeli makanan yang kamu suka."


"Kalau Mas terus memeluk ku seperti ini, bagaimana kita makan siang. Yang ada makan angin." Aliya berusaha melepaskan diri namun Alvino terus mempererat pelukannya.


Alvino melepaskan sebelah tangannya dan meraih ponsel yang ada di saku celana. "Hallo, pesankan aku makan siang, ingat menu yang aku katakan kepadamu kemarin beli juga."


Setelah selesai menelpon Alvino kembali menatap aliya sambil tersenyum. "Beres kan."


"Astaga, jadi seperti itu cara kerjanya. Baiklah kalau begitu, sambil menunggu makanan datang aku mau istirahat, Mas kerja lagi sana. Aku mau rebahan di sini."


"Kenapa rebahan di sini, aku punya ruangan istirahat di sana. Ayo kita istirahat bersama." Alvino segera berdiri dari posisinya lalu menarik tangan Aliya agar mengikuti langkahnya.


Sesampainya di ruangan itu Aliya nampak terpana karena untuk pertama kalinya ia melihat sebuah kamar berada di ruangan kerja.


"Bagaimana, bagus kan. Kita bisa tidur di sini dan juga kita bisa ...." Alvino melangkah kebelakang tubuh Aliya dan langsung memeluknya. "Kita bisa melanjutkan usaha kita disini."


Sekujur tubuh Aliya kembali menegang karena Alvino menciumi tekuk lehernya. "U-usaha apa yang kamu maksud Mas?"


Tangan Alvino menarik rok Aliya ke atas hingga paha mulus itu kembali terpampang nyata dan membuat Alvino menelan salivanya. "Kita belum pernah melakukannya di sini kan. Aku rasa itu bukan ide yang buruk."

__ADS_1


Aliya membulatkan matanya lalu berbalik melihat sang suami. "Mas kamu sudah gila ya, ini kan--"


Alvino seolah tak ingin memberikan kesempatan Aliya untuk protes. Ia mencium bibir sang istri dan mendorong tubuhnya agar berbaring di atas Ranjang.


Di bawah kungkungan Alvino Aliya hanya bisa memejamkan mata. Seraya terus menikmati permainan mereka. Hingga akhirnya sang suami melepaskan ciuman mereka dan saling menatap satu sama lain.


Hasrat mulai bangkit, apalagi saat tangan lentik Aliya membuka satu persatu kancing baju Alvino. Hingga perut kotak-kotak itu kembali terlihat.


"Mas, kamu serius. Di sini?"


"Hem, apa aku pernah bercanda soal ini. Waktu kita tidak banyak ayo sayang kamu ubah posisi ya." Alvino menuntun Aliya agar mengambil posisi menungging.


Alvino menyibak rok sang istri, membuka segitiga bermuda yang menutupi liang kenikmatan. Sejenak ia terpaku melihat sesuatu yang sudah basah di bawah sana, namun setelahnya ia langsung menghantam Aliya dari belakang.


"Aaahhh...Mas pelan-pelan."


"Waktu kita tidak banyak sayang. Nikmati saja Hem."


"Uuuhh...Mas. Aaaahhh terus emmmm."


Alvino terus mempercepat gerakannya karena merasakan sesuatu yang akan segera keluar. "Emmm nikmatilah sayang. Aaahhhh"


"Mas aku .... Aaahhhh eeemmmm terus Mas aku hampir keluar."


Tangan Alvino terus mere*mas dua gunung kembar yang begitu menantang dan kenyal. "Aahh Yank Aku mau ....aaaahhhhh!"


Alvino kembali menanam benihnya yang ia harapkan akan segera membuahkan hasil.


~

__ADS_1


Setelah permainan singkat nan panas itu, Aliya dan Alvino pun memutuskan untuk mandi bersama. setelah selesai mereka keluar dari ruangan istirahat itu dan kembali duduk di sofa karena makan siang mereka sebentar lagi datang.


Klek.


"Aku datang,' ucap Abian seraya melangkah masuk kedalam ruangan itu. Namun ia merasa ada yang berbeda dari Aliya dan Alvino. "Kalian ... astaga, rambut kalian basah pasti gara-gara itu ya?"


Alvino segera berdiri dari posisinya dan langsung menghampiri Abian sementara Aliya hanya bisa duduk di sofa seraya bergelut dengan perasaan malunya sendiri.


"Hey sudah jangan banyak bicara, berikan makanan itu kepada ku." Alvino mengambil alih paper bag berisi makanan itu dari tangan Abian.


sementara Abian masih berdiri di sana sambil menatap sang sahabat dengan tatapan tak percaya. "Wah kau benar-benar luar biasa ya sekarang, di kantor juga bisa?"


"Sudah keluar sana, kau membuatnya malu."


seraya terus mencoba untuk menahan tawanya Abian melangkah keluar dari ruangan itu.


Sementara Alvino kembali duduk di samping sang istri sambil mengeluarkan makanan yang ada di paper bag tersebut.


"Seharusnya aku tidak usah mandi tadi, Sekertaris Bian jadi tau kan," ucap Aliya seraya menutup matanya dengan kedua tangan.


"Sudah jangan di pikirkan, ayo makan. Ini semua khusus aku pesan untuk kamu."


Aliya membuka matanya lalu beralih melihat semua makanan yang sudah berjajar rapi di atas meja. Namun tiba-tiba ia memicingkan matanya saat melihat satu persatu menu makanan itu berbahan dasar yang sama.


"Mas kamu tidak salah pesan kan? Kok ini ada sayur tauge, bakwan tauge, tumis tauge dan pecel tapi isinya tauge semua."


Alvino terdiam sejenak seraya mencari alasan yang pas untuk berdalih. "Emm ... tidak kok, aku memang suka tauge. Very nice, I love tauge pokoknya. Ayo makan, ini sangat enak. Ada campuran seafood dan dagingnya juga kok."


"Ya baiklah." Setelah terdiam sebentar akhirnya Aliya pun langsung mengambil nasi dan menyendok beberapa lauk pauk meskipun semuanya memiliki campuran tauge yang sebenarnya tidak terlalu ia sukai.

__ADS_1


Bersambung 💖🥰


__ADS_2