
Di tengah suasana hangat yang sedang terjalin, tiba-tiba terdengar dari seorang pria yang sedang berdiri di depan meja. Sontak Aliya dan Arumi langsung mendogakkan kepala mereka melihat orang tersebut.
"Vino," ucap Arumi lalu berdiri dari posisinya.
Aliya pun langsung ikut berdiri dengan tatapan yang tak pernah lepas dari Alvino. Dalam hati ia berteriak Kenapa Anda muncul segala sih!!!
"Aku tidak sengaja mampir untuk membeli capcay kuah kesukaan ku di sini. Aku malah melihat Mama sedang makan dengan dia," tutur Alvino sambil melirik kearah Aliya.
"Wah malam ini benar-benar serba kebetulan ya, Mama juga tadi tidak sengaja bertemu Aliya di supermarket, terus Mama ajak dia makan di sini. Kalau begitu ayo kita makan bersama saja," ucap Arumi lalu menarik sang putra untuk duduk di sampingnya.
Aliya pun ikut duduk kembali di kursinya. Ia merasa sekarang tidak bisa lagi menelan makanannya. Niatnya malam ini ia hanya ingin berbelanja sedikit untuk sarapan besok, tetapi pada akhirnya berakhir dengan drama kucing-kucingan seperti ini.
"Kamu kenal Aliya kan?" Dia ini magang di perusahaan kamu bersama dengan Noah," ujar Arumi kepada Alvino.
__ADS_1
Alvino yang sejak tadi tidak pernah melepaskan tatapan matanya dari Aliya, menoleh kearah sang Mama. "Tentu saja, Ma. Kami cukup sering bertemu, dia juga guru les Naya."
Arumi pun kembali terperangah ketika mendengar penuturan sang putra. "Oh jadi Aliya orangnya, astaga Mama kagum sekali deh."
"Kebetulan saja Tante, Noah yang merekomendasikan saya kepada Vina dan Nona Shela waktu itu," ucap Aliya yang merasa tidak tidak enak mendapatkan pujian seperti itu.
"Benarkah? Eh sepertinya kamu ini berteman dekat ya sama Noah, kalian pacaran ya?"
"Tidak," sahut Alvino tiba-tiba. Ia merasa kesal namun berusaha untuk menahan diri. Mau marah tapi yang bertanya adalah Mamanya sendiri.
Aliya kembali menelan salivanya ketika melihat tatapan tajam sang suami. "Em, hubungan kami tidak seperti itu kok. Saya dan Noah itu hanya berteman saja, kami sudah bersahabat sejak SMA, jadi sudah seperti saudara."
"Kenapa hanya teman? Jadian saja, kamu dan Noah terlihat sangat cocok kok. Kurang apa Noah coba. Dia tampan, muda dan berprestasi. Kalau kamu nikah sama Noah, hubungan keluarga kita akan semakin dekat," ujar Arumi dengan sangat antusias.
__ADS_1
Alvino lagi-lagi hanya bisa menghela napas sambil menahan rasa kesal, karena lagi-lagi yang bertanya seperti itu adalah sang Mama.
Aliya seperti sedang di hadapakan dengan buah simalakama. Di makan mati, tidak makan juga mati.
"Ehm ... ya karena perasaan itu tidak bisa di paksakan. Saya sudah mempunyai seseorang yang saat ini sedang saya jaga perasaannya, Tante. Noah adalah sahabat saya dan akan terus seperti itu, sementara dia adalah harapan saya di masa depan.
Serrrrrr...
Lautan api yang tadi membara di hati Alvino langsung luluh seketika. Ia begitu tersentuh dengan jawaban Aliya.
"Tuh Ma dia sudah punya orang yang harus di jaga perasaannya. Jangan suka jodoh-jodohin orang deh," ucap Alvino kepada sang Mama.
"Ya, padahal Aliya sama Noah cocok loh, baru juga Mama mau menelpon Ibu noah di luar kota, tidak jadi deh," ucap Arumi dengan wajah sendunya karena ia gagal mendapatkan gosip terbaru.
__ADS_1
Bersambung 💖
Jangan lupa berikan dukungan untuk Author ya reader 🥰💖