
Mendengar suara muntah nya Lala ,Azzam pun jadi tak berselera makan,bukan merasa jijik,hanya saja ia tak tega melihat istri nya sampai muntah gara-gara dirinya.
Azzam meraih minum lalu mengelap bibir nya dengan tisu. Setelah itu ia beranjak menghampiri Lala lalu memijit tengkuk nya.
"Hueeekkk....."
Setelah beberapa saat, akhirnya Lala sudah tak lagi muntah. Tubuh nya jadi lemas akibat tenaga nya yang terkuras karena muntah tadi.Bahian tubuh nya gemetaran. Azzam segera membawa Lala untuk duduk lalu memberi istrinya minum air hangat.
"Udah baikan ?" Tanya Azzam seraya mengelap keringat dan air mata Lala yang keluar
"Sedikit" Jawab Lala lemas
"Sayang maafin aku, gara-gara aku kamu jadi muntah " lirih Azzam menyesal
Lala menggelengkan kepala." Enggak kok,bukan salah kamu, sebenarnya sudah dari siang aku udah mual juga pusing" Ucap Lala sambil menyandarkan punggung nya pada kursi
"Jadi ,kamu mual dan pusing juga ?" Tanya Azzam terkejut
"Juga ? Memang nya kamu juga ngerasain hal yang sama ?" Tanya Lala
"Iya,bahkan aku sampai pingsan itu ya gara-gara pusing dan nahan mual juga " Sahut Azzam
"Apa jangan-jangan kita terkena penyakit serius ?" ujar Lala dengan wajah semakin pucat
"Huss...gak boleh bicara sembarangan ! Kita sehat" Ucap Azzam yang tak ingin berprasangka buruk tentang kondisi dirinya juga istrinya.Namun seketika ia teringat akan kata-kata hantu nenek tadi. Pria itu pun mulai memahami sesuatu.Dan entah kenapa hatinya berdesir kala membayangkan apa yang ia fikirkan benar-benar terjadi.
"Besok,kita pergi periksa ya, aku sudah tak sabar mendengar hasil pemeriksaan nya " Ucap Azzam seraya membawa Lala ke pelukan nya
"Maksudnya,gimana ?" Tanya Lala yang belum ngeh
"Mudah-mudahan hasil kerja keras kita tiap malam sudah membuahkan hasil nya" Lirih Azzam seraya mengusap perut rata Lala
Air mata Lala luruh seketika,ia teringat kembali akan kandungan nya yang pernah keguguran,dan kini ia berjanji akan menjaga dengan baik kandungan nya tersebut jika ia kembali mengandung.
"Sekarang kita istirahat ya " Ajak Azzam lalu menggendong Lala ala bridal style menuju kamar nya
"Jangan lupa untuk bantu Nenek ya " Ucap hantu nenek itu ketika Azzam hendak masuk ke kamar
"Iya ,nek.Tenang saja ,kita gak akan lupa kok ,besok setelah dari rumah sakit kami akan bantu nenek " Ucap Azzam lalu masuk ke dalam kamar
Sementara itu di belahan bumi lain ,Deni tengah membahas sesuatu dengan salah satu dosen nya. Perbedaan waktu membuat nya sulit berkomunikasi dengan teman-teman nya di tanah air ,termasuk Alena. Jika di tanah air saat ini sudah pukul sebelas malam,maka di Amerika saat ini masih pukul dua belas siang.
Namun meski begitu ,Deni selalu mengusahakan agar ia bisa mengabari teman-teman nya meski hanya sebuah pesan singkat.
Meski dengan keterbatasan berkomunikasi karena Deni yang tak begitu lancar berbahasa Inggris,namun sedikit banyak nya ia mengerti maksud daei setiap ucapan dosen nya ,meski ia sendiri harus kebingungan untuk berbicara.
__ADS_1
Dosen nya pun memaklumi hal tersebut,dan dengan sabar ia pun mengajari Deni agar lebih lancar lagi berbahasa Inggris.
"Ah, akhirnya selesai juga,setelah ini aku kembali ke apartemen saja.Mudah-mudahan aku bisa menyelesaikan kuliah ku lebih awal. Ok Deni semangat " Ucap nya menyemangati diri sendiri.Rupanya Deni mengambil program percepatan studi.
Sementara itu, di waktu berbeda. Jika Deni sedang berpanas-panasan menuju apartemen nya ,lain hal nya dengan Iqbal yang tiba-tiba merasa kepanasan. Tubuh nya memberikan reaksi ketika melihat penampilan Sarah yang seksi. Gelenyar-gelenyar aneh mulai ia rasakan seiring dengan berdenyut nya kepala atas juga bawah nya.
"Sial.Rupanya dia memberikan sesuatu pada minuman nya " umpat nya pelan
"Bang Iqbal kenapa ,sakit ?"Tanya Sarah
Saat ini mereka masih dalam perjalanan menuju rumah setelah menghadiri pesta.
"Hmm...." Iqbal hanya menggeram menyahuti nya
"Ya ampun,Abang keringatan, sebentar " Sarah segera meraih sapu tangan lalu mengelap keringat suaminya itu , karena jika menyuruh Iqbal mengelap sendiri keringat nya pun tak mungkin karena Iqbal sedang menyetir
"Sarah ,stop ! Apa yang kamu lakukan malah semakin membuat ku tersiksa" Ucap Iqbal setengah menggeram
"Ma...maaf "Ucap Sarah terkejut,ia bahkan menarik lengan nya dengan cepat
"Maaf ,aku tidak bermaksud apa-apa,hanya saja .....ssshhh....huuuuhhh....." Iqbal menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya kasar karena libidonya mulai tak dapat dikendalikan
"A...Abang ,kenapa ?" Tanya Sarah takut ,maklum saja saat ini ekspresi Iqbal berbeda dari biasanya ,matanya terlihat berkabut serta tarikan nafas nya terdengar menggebu ,dada bidang nya pun terlihat naik turun
"Hah,ya... yang,yang tadi ?" Tanya Sarah terkejut
"Iya,"Jawab Iqbal singkat
"Ya Allah,terus apa yang harus aku lakukan ? Kita...kita ke rumah sakit saja ,biar dokter yang tangani ,aku gak mau bang Iqbal kenapa-kenapa" Kedua mata Sarah mulai berkaca-kaca,ia benar-benar tak ingin terjadi sesuatu pada suami nya itu
"Aku gak bakal kenapa-kenapa kok , jika saja aku bisa menahan nya ,kita harus segera cepat-cepat sampai rumah , aku harus berendam air dingin ,mungkin itu lebih baik " Ucap Iqbal dengan menambah kecepatan laju mobil nya
"Kok berendam ,kalau nanti kamu tenggelam dan mati bagaimana ,aku belum siap jadi janda muda ,apalagi kita ....." kata-kata Sarah terhenti saat ingin mengatakan jika mereka belum melakukan sesuatu seperti yang dilakukan pasangan suami istri pada umum nya
"Aku gak akan mati hanya karena tidak menyalurkan nya " Lirih Iqbal
"Abang jangan nyepelein dong ,gimana kalau nanti racunnya nyebar kemana-mana kan bahaya ,lebih baik kita ke rumah sakit " seru Sarah yang ternyata ia mengira jika sesuatu yang dimaksud kak Iqbal itu adalah racun
"Kamu diam lah , aku harus konsentrasi nyetir " sentak Iqbal ,seketika Sarah diam dengan hati mencelos
Selama ini Iqbal tak pernah berbicara kasar padanya meski pria itu tak memiliki perasaan apapun pada nya ,tapi kali ini pria itu sudah membuat hatinya tercubit,hanya dengan satu bentakan.
"Aku....hanya tidak mau Abang kenapa-kenapa" lirih Sarah dengan air mata yang sudah keluar
Namun Iqbal yang sedang fokus menyetir sambil menahan gejolak birahi nya membuat nya tak mendengar ucapan Sarah barusan.
__ADS_1
Hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah. Iqbal segera keluar dari dalam mobil meninggalkan Sarah begitu saja. Bahkan kondisi mobil pun masih menyala.
Sarah bingung bagaimana mematikan mesin mobil.Namun ia juga gak mungkin meninggal kan mobil dalam keadaan mesin nya yang masih hidup apalagi parkir nya pun sembarangan.
"Haduh ,ini gimana " lirih nya
"Apa aku cabut saja kuncinya ya " fikir nya ,akan tetapi sebelum ia menyentuh kunci mobil ,nampak satpam komplek menghampiri
Satpam tersebut merasa aneh karena ia melihat kondisi mobil yang mesin nya masih hidup. Sarah pun meminta bantuan satpam tersebut untuk mematikan mesin mobil nya.
"Alhamdulillah,terima kasih ya pak " ucap Sarah
Setelah itu satpam itu pun pergi untuk kembali berkeliling , sementara Sarah kini sedang menuju kamar nya.
Di dalam kamar ,Iqbal semakin blingsatan,ia merasa kepala nya akan pecah karena dari tadi ia tak bisa membuat milik nya tenang.
"Apa aku minta bantuan Sarah saja ya,toh dia kan istri aku ,daripada aku yang tersiksa begini " Lirih nya dengan nafas tersengal
Cklek'
Begitu pintu dibuka ,Sarah dibuat terkejut matanya pun membelalak karena kini Iqbal dalam kondisi telanjang. Saking panas nya Iqbal sampai tak bisa jika ia tetap mengenakan pakaian nya.
"Astaga " Sarah yang terkejut langsung berbalik
Grebb'
Seketika aliran darah di tubuh gadis itu terasa panas ,Sarah mendadak terkena sesak nafas.
"B...bang " lirih Sarah
"Tolong aku Sarah" pinta Iqbal memelas ,hembusan nafas hangat nya sampai terasa di permukaan kulitnya membuat nya meremang seketika
"Nanti akan aku ceritakan apa yang terjadi padaku ,tapi aku mohon tolong aku, aku sangat tersiksa " lirih Iqbal yang mulai tak dapat mengendalikan diri , penampilan Sarah yang begitu seksi membuat darah pada diri Iqbal semakin mendidih
Sarah dibuat semakin panas dingin saat kedua tangan Iqbal kini sudah berada di beberapa titik sensitifnya.
"Ehm...bang" Sarah bergidik geli saat Iqbal mulai menciumi tengkuk nya. Ada sensasi aneh yang menjalari seluruh tubuh nya saat ini,apalagi ia merasakan ada benda keras yang menusuk-nusuk dibagian belakang nya ,dan ia tahu benda apa itu
Iqbal membalikan tubuh Sarah ,dan kini mereka saling berhadapan. Dengan n*fsu yang sudah diujung tanduk,Iqbal segera ******* bibir Sarah hingga gadis itu membelalakan kedua mata nya.
Meski Iqbal tengah dikuasai obat perangsang ,namun ia bisa mengontrol diri agar tak membuat istri nya takut apalagi merasa tak nyaman ,Iqbal memperlakukan Sarah dengan sangat lembut ,hingga Sarah pun ikut hanyut dengan perbuatan Iqbal,ia pun mulai membalas setiap tindakan yang dilakukan Iqbal terhadap nya. Dan malam itu pun menjadi malam nya Sarah dan Iqbal.
"Aaaakkkhhhh......bang, sakiiiit......"
Bersambung.....
__ADS_1