Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Lala Panik


__ADS_3

Banu-Sri , Damar-Susi segera berlari ke arah kamar. Fikiran mereka sudah tidak karuan saat mendengar jeritan tersebut.


"Ya Allah ,ini ada apa ?" Lirih Sri membatin


Sesampai nya di depan kamar yang pintu nya terbuka lebar ,mereka terkejut bukan main melihat genangan darah di lantai ,tak jauh dari sana nampak bi Yati tengah menutup mata dan telinga. Nampak nya bi Yati trauma melihat orang melahirkan. Selama ini ia selalu meyakinkan dirinya jika Lala akan melahirkan di rumah sakit ,jadi ia tidak bisa menyaksikan proses melahirkan.


Namun diluar dugaan nya ,ternyata Lala malah melahirkan tepat di depan mata kepala nya sendiri,hingga ia pun shock dan kembali teringat kenangan kelam nya di masa lalu.


"Astaghfirullah,...Bi Yati ! Ini ada apa ? Mana Lala ?" Tanya Sri


"Lala....Azzam ...." Lirih Susi sambil menutup mulut nya dengan tangan nya


"Ini darah siapa ?" Tanya Banu


"Huhuhu.....non Lala ....huhuhu....." Tangis bi Yati


"Iya,Lala kenapa ? Mana anak saya ?" Tanya Sri sambil mengguncang kedua bahu bi Yati


"Maaf,saya tidak bisa diandalkan ,saya malah menyusahkan huhuhu...."


"Astaghfirullah.....memang nya ini ada apa ,tolong jelaskan bi !" Damar nampak gemas karena bi Yati tak langsung memberi tahu nya


"Non Lala sudah dibawa ke rumah sakit " Jawab bi Yati


"Memang nya Lala kenapa bi ? Itu darah nya Lala kan ?" tanya Susi mencoba bersabar menghadapi bi Yati


"Iya Bu,itu darah nya non Lala " Sahut bi Yati


"Tolong jawab yang jelas bi ,kenapa Lala ?"Tanya Banu sudah tak sabar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi


"Itu....tadi,non Lala melahirkan di sini pak,Bu,saya takut ,huaaa...." Tangis bi Yati kembali pecah


"Ya Allah ,jadi Lala melahirkan sendiri?" Tanya Sri shock,bi Yati mengangguk


"Bibi tahu ,Lala dibawa ke rumah sakit mana ?" Tanya Sri,namun bi Yati menggeleng


"Ya Tuhan " Lirih Sri lemas ,ia semakin mengkhawatirkan putri kesayangan nya itu


"Pak,coba telpon Azzam ,tanya dia dimana ?" Ucap Susi pada Damar


"Oh,iya juga ya. Kenapa aku tidak kefikiran" Damar pun segera menelpon Azzam


Di rumah sakit ,Azzam tengah menatap bayi mungil yang ada di dalam box bayi. Tangan nya menyentuh kaca seolah ia sedang menyentuh buah hati nya. Hatinya pun seketika berdesir menatap bayi yang masih merah itu.


"Maaf,sus apa boleh saya masuk ? Saya ingin mengadzani bayi saya sus !" Pinta Azzam ketika seorang perawat hendak masuk ruangan bayi ,ia ingat jika bayi nya belum ia adzani


Untuk sesaat perawat tersebut diam memperhatikan Azzam. Bukan karena ia terpesona melainkan ia sedang merasa waspada. Takut jika pria yang meminta izin masuk ruangan bayi merupakan orang jahat. Akan tetapi melihat raut wajah nya,perawat itu akhirnya percaya jika pria di depan nya itu pria baik-baik.

__ADS_1


"Bayi yang mana ya pak?" tanya perawat itu kemudahan


"Yang itu sus " Tunjuk Azzam. Sebenarnya Azzam belum sempat melihat wajah bayi nya,karena begitu Lala masuk UGD,Mila segera memberikan bayi itu pada bidan. Di mobil pun fokus nya lebih banyak ke Lala. Azzam bisa tahu jika itu bayi nya karena melihat tanda pengenal pada box bayi yang berupa nama nya juga Lala yang tertulis di papan nama


"Baiklah,tapi anda harus di steril kan dulu ,mari " Perawat tersebut membawa Azzam ke ruangan khusus, di sana seluruh tubuh Azzam akan di semprot uap desinfektan,tak cukup itu saja ,Azzam pun menggunakan hand sanitizer di tangan nya , setelah itu baru Azzam pun diperbolehkan untuk memasuki ruangan bayi.


Hal tersebut dilakukan sebab bayi memiliki tubuh yang masih sangat rentan terkena virus.


"Silahkan pak " Ucap perawat memberikan bayi pada Azzam


"Terima kasih sus " Ucap Azzam seraya menerima bayi tersebut


"Masya Allah....." Lirih Azzam dengan suara bergetar dan mata yang sudah berkaca-kaca


Ditatap nya lekat bayi nya,lalu ia mengucap kan salam terlebih dahulu. Rasa sakit dan bahagia bercampur jadi satu. Bayi yang ia nantikan akhirnya sudah hadir dalam hidup nya,namun ia merasa sedih kala sang istri malah terbaring koma pasca melahirkan. Air mata nya pun tak dapat ia bendung lagi ,dengan suara bergetar Azzam mengucapkan salam untuk yang pertama kali nya ditelinga bayi nya.


"Assalamualaikum...."Setelah mengucap salam pada bayi nya ,barulah Azzam mulai mengadzani bayi nya.


Tak hanya lantunan adzan ,Azzam pun melantunkan beberapa ayat suci dengan berlinang air mata. Perawat yang sedari tadi tak meninggalkan nya pun ikut terharu ,ia sampai ikut menitipkan air mata melihat bagaimana cara Azzam menyambut kehadiran buah hati nya ditengah suasana hati nya yang terluka akibat sang istri yang terbaring koma.


Setelah selesai,Azzam pun mengajak berbicara bayi nya,meski begitu Azzam berbicara dengan suara pelan karena tak ingin mengganggu bayi-bayi lain nya.


"Selamat datang di dunia sayang "Lirih Azzam. Bayi mungil itu nampak menggeliat di gendongan Azzam


"Kenapa hem,kamu cari mama ya. Sabar ya nak,mama harus istirahat dulu,kita doakan sama-sama ya sayang, biar mama cepat sehat dan kita bisa berkumpul. Untuk sementara kamu di sini dulu sama suster,jangan nakal dan rewel ya ,kasihan mbak suster nya. Anak Sholeh " Ucap Azzam dengan suara bergetar


"Sudah pak ?" Tanya perawat


"Iya,tolong jaga baik-baik bayi saya ya sus,jika ada apa-apa cepat hubungi saya" ucap Azzam


"Tentu pak ,anda tak usah khawatir,saya akan menjaga bayi anda dengan sangat baik "Sahut perawat tersebut


"Sus,tolong tulis nama bayi saya dengan nama Azlan Muzzaki " Pinta Azzam


"Baik pak ,nanti akan saya konfirmasi kan kembali pada bidan yang menangani " Sahut perawat


Setelah itu Azzam pun keluar dari ruangan tersebut. Bertepatan dengan itu ponsel nya berbunyi,Azzam segera menjawab panggilan masuk dari Damar.


"Assalamualaikum "Ucap Azzam


"Waalaikumsalam salam,Zam bagiamana kondisi Lala sekarang ,kami sekarang sudah berada di rumah ,Lala di rumah sakit mana ?" Tanya Damar


Azzam mengerut kan kening ,ingin bertanya namun rasanya ia malas untuk berbicara banyak. Azzam pun hanya menyebutkan nama rumah sakit dan alamatnya,setelah itu panggilan telpon pun terputus.


"Maksud nya apa ? Rumah mana yang dimaksud ? Lalu kenapa bapak bisa tahu Lala masuk rumah sakit ?" Batin nya bertanya-tanya


Azzam memang tidak mengetahui jika kedua orang tua dan mertuanya akan datang. Hanya Lala yang tahu ,makanya Lala meyakinkan nya untuk berangkat ke kampus karena mertua dan orangtua nya akan datang. Tadinya Lala ingin memberikan kejutan pada suami nya namun kenyataan malah merubah rencana nya.

__ADS_1


Di lorong lain ,nampak Mila masih menangis.


"Sudah ,jangan nangis terus ,yang Lala perlukan saat ini adalah doa dari kita ,bukan suara tangisan kamu,nanti yang ada bukan nya Lala cepat bangun,tapi malah males buat bangun karena dengerin tangisan kamu yang fals itu " Cibir Deni ,berharap Mila akan kesal dan berhenti menangis ,namun ternyata Mila tak menghiraukan cibiran Deni


Saat itu datang seorang dokter yang menangani Lala bersama seorang perawat perempuan. Dokter tersebut tak sengaja melirik pada Deni,kening nya sedikit berkerut karena merasa tak asing dengan wajah Deni.


"Dokter " Panggil Deni ketika dokter hendak memasuki ruangan Lala , dokter itu menoleh


"Iya ,ada yang bisa saya bantu ?" Tanya nya


"Tolong,lakukan yang terbaik untuk teman saya !" Pinta Deni


"Saya hanya manusia biasa ,meminta tolong lah pada Sang Maha Kuasa. Kalau begitu saya permisi " Dokter itu segera masuk,perawat segera menutup pintu dan jendela dengan dapat dari dalam


"Dasar pelit , ngintip sedikit saja gak boleh " Gerutu Ovan yang saat itu tengah memperhatikan Lala


Sementara di dalam ruangan,dokter nampak berfikir keras.


"Dokter kenapa ?" Tanya perawat


"Tidak apa-apa,hanya saja saya merasa pernah melihat pria tadi,tapi dimana " Gumam dokter itu,sambil memeriksa Lala


"Pria yang mana ya dok ?" Tanya perawat nampak bingung


"Yang tadi berbicara dengan saya " Jawab dokter itu cepat


"Iya sih ,dok. Saya juga merasa pernah melihat nya. Oh iya ,kalau dilihat-lihat pria tadi mirip dengan cucu nya pemilik rumah sakit ini " Ucap perawat


"Sok tahu kamu sus ! Kaya yang pernah bertemu saja dengan cucu pak Kusuma " Dokter tersebut nampak tak percaya ,ia lalu menulis kan sesuatu pada lembar catatan rekam medis nya Lala


"Semuanya bagus " gumam nya


"Hehehehe.....emang belum sih ,tapi saya pernah melihat struktur organisasi rumah sakit ini, dan di sana ada foto cucu nya pak Kusuma. Pria tadi mirip ya dok " Cetus perawat itu


"Masa sih " Ucap dokter tersebut


"Kenapa mereka malah bergosip di sini ?"


"Duh...kok aku merinding ya " Gumam perawat sambil melirik sisi kanan nya


"Emang aku hantu gitu ,pake merinding segala. Eh,tapi .... kalau aku bukan hantu, terus aku ngapain di sini,bukan nya aku harusnya di sana " Lala nampak bingung dibuat nya ,melihat tubuh nya berbaring di tempat tidur dengan beberapa peralatan medis dan infus di punggung tangan nya


"Apa aku sudah meninggal " Lirih nya


"Lalu, bagaimana dengan Azzam dan bayi aku ? Gak ,aku gak boleh mati dulu,aku harus kembali " Lala panik dan ingin masuk ke dalam tubuh nya,akan tetapi tubuh nya seakan menolak. Lala malah terpental dan menghilang ke dalam pusaran lubang hitam yang langsung menelan nya


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2