
Azzam membawa Lala ke hotel lain yang berjarak dua kilo dari hotel tadi.Meski bukan hotel bintang lima,namun fasilitas dan pelayanan nya terbilang cukup bagus.
"Aku mau cuci muka dulu " Ucap Lala sambil berjalan menuju kamar mandi dengan lirih
"Iya, hati-hati lantai nya pasti licin " Ucap Azzam yang menjadi super protektif
"Hm..." Sahut Lala
"Dia kenapa, kecapean kaya nya " Batin Azzam ketika melihat sikap Lala sangat berbeda dari semenjak keluar dari hotel sebelum nya
Azzam mengira jika Lala memang kecapean,tanpa ia sadari jika sikap Lala yang seperti itu karena dirinya.
Tak lama ,Lala pun sudah keluar dengan wajah yang sudah terlihat segar ,ia langsung berjalan menuju tempat tidur.Tak banyak bicara Lala pun segera merebahkan tubuh nya. Sementara Azzam segera ke kamar mandi.
Lala menoleh ke arah pintu kamar mandi ,ia langsung memalingkan wajah ketika mendengar pintu terbuka.
Azzam tersenyum melihat Lala yang ia kira sudah tidur.Perlahan Azzam menaiki tempat tidur,ia langsung memeluk istrinya dan sesekali menciumi kepala nya.
Azzam terkejut ketika ia merasa tubuh istri nya bergetar,terdengar juga isakan kecil dari istri nya itu.
"Sayang ,kamu nangis. Kenapa,apa ada yang sakit " Azzam segera merubah posisi nya jadi duduk menghadap Lala
"Hiks....aku benci sama kamu ,kamu jahat, sakiiiit hati aku " Jawab Lala mendramatisir
Azzam terkesiap dengan jawaban istri nya.
"Memang nya apa salah aku ?" Tanya nya dengan kening berkerut
"Huuuuhhuuu....pokok nya aku lagi benci sama kamu ,jangan deket-deket " Lala beringsut menjauh bahkan tangan Azzam yang sedang menyentuh pundak nya saja ,Lala lepaskan dengan kasar
Azzam semakin bingung dibuat nya ,ia pun menggaruk kepala nya tak gatal.
Sementara di tempat lain. Malam ini Mila tak bisa tidur. Ia masih memikirkan hubungan nya dengan Ovan yang tiba-tiba saja berubah status menjadi pasangan kekasih. Hatinya berdebar kala mengingat nya.
"Astaga ,kenapa aku konyol sekali tadi , bisa-bisanya aku minta Ovan seperti tadi " Lirih nya sambil berguling-guling di tempat tidur ,ia meraih ponsel nya hendak menghubungi Ovan,namun melihat jam sudah menunjukan angka sebelas malam ,ia mengurungkan niat nya
"Pasti dia sudah tidur " Gumam nya , Mila lalu berselancar di dunia maya. Seketika ia membelalakan mata ketika melihat foto dirinya di status Ovan dengan caption 'Akhir nya cinta yang baru diposting beberapa menit yang lalu
"Oh my good " jerit nya pelan. Wajahnya pun kini sudah semerah tomat.
"Berarti dia belum tidur " Gumam nya dengan senyuman nya merekah hatinya langsung berbunga-bunga. Sedetik kemudian ponsel nya berdering ,Mila yang terkejut pun sampai menjatuhkan ponsel nya ,untung saja ponsel nya jatuh ke atas tempat tidur jika jatuh nya ke lantai entah akan seperti apa nasib ponsel nya
"Astaga,dia nelpon aku " Mila yang biasa nya biasa saja ketika mengangkat telpon dari Ovan ,kali ini ia mendadak gugup
Dengan debaran jantung yang bertalun-talun, Mila pun menjawab panggilan telpon nya.
"Ha...halo "
"Selamat malam pacar" Ucap Ovan sambil mencorat-coret tembok kamar kosannya menggunakan pulpen. Hal itu tak sadar ia lakukan karena dirinya terlalu gugup. Sementara Mila malah kelojotan mendengar kata pacar yang diucapkan Ovan.
"Selamat malam juga"balas Mila sambil tersenyum
__ADS_1
"Kamu sedang apa ,kok udah malam belum tidur, pasti mikirin aku ya " Tanya Ovan tanpa menghentikan gerakan tangan nya pada tembok
"Dih,percaya diri sekali anda,siapa juga yang mikirin kamu "Ketus Mila
"Masa sih,kok aku gak percaya " Ucap Ovan sambil senyum-senyum dengan tangan nya yang terus mencoret dinding ,gerakan nya malah semakin kencang saja
"Udah ah jangan ledekin aku ,kamu mau apa nelpon malam-malam " Ucap Mila mengalihkan kegugupan nya
"Aku kangen. Tau jika kamu belum tidur aku langsung telpon saja "
"Darimana kamu tahu aku belum tidur ?" Tanya Mila mengulum senyum
"Ada deh mau tau aja " Sahut Ovan
"Dih, gak jelas.Ya sudah kalau gitu aku tutup aja telpon nya"
"Eehhh....jangan dulu !"Seru Ovan yang masih ingin mendengar suara Mila
Tiba-tiba Mila terkesiap saat Ovan mengalihkan panggilan ke mode video.
"Ya ampun ,ngapain dia pake video call segala sih ,mana aku pake baju begini" Mila panik sebab ia saat ini hanya mengenakan kaos tangtop dan celana pendek
"Haduh,mesti pakai baju dulu ini mah " Mila melompat dari tempat tidur untuk mengambil pakaian nya di lemari plastik
Dengan terburu-buru Mila segera memakai nya ,hingga ia tak sadar jika baju yang ia kenakan terbalik ,depan jadi belakang belakang jadi depan.Setelah itu ia merapikan rambut nya.
"Seperti nya sudah rapih deh " gumam nya lalu kembali duduk di tempat tidur sambil meraih ponsel nya
Sosok Ovan langsung terpampang jelas di layar ponsel nya.
"Kenapa lama banget ? Pasti ganti baju dulu ya ,hayooo....." Ucap Ovan dengan wajah berbinar
"Enggak ,orang aku ke kamar mandi dulu ,tadi kebelet " Bohong nya
"Masa ?"
"Ya terserah kalau gak percaya " Ucap Mila mencebik
Ovan mengulum senyum ,ia ingin mengatakan jika baju Mila kebalik ,akan tetapi ia takut jika kekasih nya itu akan malu dan berakhir marah yang nantinya akan berdampak pada hubungan mereka yang baru saja dimulai.
"Dih,kenapa senyum-senyum begitu?" Tanya Mila
"Kamu cantik " Ucap Ovan singkat
"Ih,kamu tuh bikin aku salting saja deh " Ucap Mila sambil menggigit bibir nya
Saat itu kebetulan saja mata Ovan melirik pada tembok di depan nya ,seketika ia terbelalak.
"Hah ! Siapa yang corat-coret?" gumam nya dalam hati ,Ovan pun mengingat-ingat kembali apa yang ia lakukan tadi
"Mati aku ! Bisa kena denda kalau yang punya kosan lihat " Ucap Ovan lantang seraya menepuk kening nya
__ADS_1
"Kenapa ?" Tanya Mila
"Enggak ! Itu ,ada kecoa mati " Jawab Ovan asal
"Kecoa mati ? Apa hubungannya kecoa sama yang punya kosan ?"tanya Mila dengan alis berkerut
Sementara di tempat lain ,Azzam harus pasrah tidur di sofa panjang dekat tempat tidur. Ia benar-benar tak diizinkan untuk mendekati istrinya. Meski hatinya sempat dilanda kesal,namun ia berusaha untuk lebih memahami istrinya yang tengah mengandung. Sebelum nya Azzam sudah mencari informasi mengenai seputar kehamilan agar ia bisa menjadi suami siaga. Jadi kekesalan nya pun tak berlangsung lama. Justru kini Azzam malah tersenyum menatap punggung Lala yang membelakangi nya.
"Semoga Allah selalu menjaga kalian " batin nya
"Ternyata sindrom kehamilan nya sakti juga bikin aku tidur di sofa" Batin nya terkekeh
Keesokkan pagi nya
Azzam sudah bangun lebih dulu ,ia hendak membangunkan Lala ,namun takut jika Lala akan marah-marah seperti semalam. Akhirnya Azzam hanya diam sambil memandangi wajah cantik istri nya.
Tak lama,Lala pun mengerjapkan mata nya. Wajah tampan Azzam menjadi pemandangan pertama saat ia membuka mata.
"Em...selamat pagi ,jam berapa ini ?" Tanya Lala dengan suara serak khas bangun tidur
"Jam lima pagi. Bangun yuk kita shalat subuh " Ajak Azzam lembut
"Hm....masih ngantuk " lirih Lala sambil mengeratkan selimut nya
"Nanti tidur nya bisa dilanjut lagi , tapi shalat gak bisa dinanti-nanti.Yuk,bangun ! Atau mau aku gendong " Tawar Azzam
"He'em, gendong " jawab Lala dengan nada manja
"Ya sudah ,ayo sini " Dengan senang hati Azzam menggendong Lala
"Jadi kamu udah gak marah lagi nih ?" Tanya Azzam setelah menurunkan Lala di kamar mandi
"Siapa yang marah ?" Tanya Lala bingung
"Semalam,kamu nangis-nangis pake bilang aku jahat ,terakhir kamu minta aku buat tidur di sofa " Tutur Azzam
"Oh,itu. Hehehe ....iya aku minta maaf. Aku juga gak tahu kenapa aku bisa sesakit hati itu ketika kamu ngelarang aku ketika merasa penasaran dengan insiden di hotel itu "
"Ya ampun ,jadi karena hal itu kamu sampai tega nyuruh aku tidur di sofa ? Terlalu " Ucap Azzam menirukan gaya raja dangdut
"Maaf " Lirih Lala menunduk ,ia sangat menyesal karena sudah mengikuti ego nya
Azzam menangkup wajah Lala lalu berbicara" Tidak apa-apa,aku sama sekali tidak tersinggung kok, sekarang lebih baik kita segera ambil wudhu sebelum aku kehilangan kendali " Ucap nya lalu mengecup bibir Lala singkat
Cup
"Sayang ,aku kan belum cuci muka pasti bau iler " Lala menjauh kan wajah nya
"Tapi aku suka "
"Iiihhh jorok " Lala
__ADS_1
Bersambung.....