
Hari berganti hari ,Lala dan Azzam sudah selesai mengurus SIM mereka. Kini kedua nya sedang dalam perjalanan ke Jakarta dimana rumah yang dimaksud Banu berada.
"Aku fikir rumah nya ada di Bandung,ternyata di Jakarta " Fikir Lala
"Iya aku juga mikir yang sama. Tapi ya sudah lah dimana pun rumah nya asal sama kamu aku pasti betah " Sahut Azzam
"Kamu tuh sekarang gombal terus ya?" Lala terkekeh
"Kok gombal sih,perasaan aku gak bisa gombal-gombalan , kata-kata yang aku ucapkan itu tulus dari lubuk hatiku yang terdalam " Ucap Azzam sambil mengendarai mobil , sementara motor nya dibawakan seseorang
"Ih,tau ah " Lala membuang muka ke sisi kirinya karena merasa baper mendengar ucapan Azzam , jantungnya pun terasa berdebar-debar
Azzam tersenyum melihat reaksi Lala yang tersipu malu seperti itu.
Beberapa jam kemudian mereka pun sampai. Azzam dan Lala keluar dari dalam mobil. Motor nya pun juga sampai.
"Makasih ya mas "Ucap Azzam lalu memberi orang itu uang
"Iya sama-sama,kalau begitu saya permisi , assalamualaikum " Pamit nya
"Waalaikum salam " Jawab Azzam dan Lala
Lala segera memperhatikan rumah di depan nya,ia berjalan sedikit mendekat.
"Rumah nya besar dan luas banget " Gumam Lala takjub
Rumah tersebut hanya satu lantai dengan gaya Eropa klasik. Sebelum nya Banu sudah merombak sebagian yang rusak dimakan usia,ia juga sudah mengecat ulang rumah itu namun tetap saja kesan horor masih terasa. Apalagi dengan adanya pohon randu yang tumbuh besar di samping rumah itu.
"Banyak penghuni nya ya" Ucap Azzam tepat di samping Lala
"Iya " Lala mengangguk
Mungkin karena rumah itu sudah lumayan lama tak dihuni jadi menarik perhatian para tak kasat mata.
"Yuk kita masuk ! Kamu gak lupa bawa kuncinya kan?" Tanya Azzam
"Enggak ,ya udah yuk "
Saat keduanya hendak melangkah seseorang tiba-tiba datang
"Maaf,kalian ini siapa ya?" Tanya seorang bapak
"Eh,kami penghuni rumah ini,kami baru saja menikah dan rumah ini jadi hadiah pernikahan kami" Ucap Azzam yang tak ingin bapak itu salah faham
"Memangnya kalian siapa nya almarhum pak Sugandi ? " Tanya bapak itu
__ADS_1
"Saya cucu nya " Sahut Lala
"Oalah, cucunya ternyata. Perkenalkan mbak ,mas saya Haryono,mas dan mbak bisa panggil pak Yono ,saya itu kebetulan dulu tukang kebun di rumah ini,semenjak pak Sugandi meninggal dunia,rumah ini kosong dan jarang dibersihkan jadi saya juga tak lagi jadi tukang kebun nya "
Mendengar ucapan pak Yono membuat Lala dan Azzam saling pandang.
"Lalu?" Tanya Azzam
"Hehe....apa mas dan mbak gak keberatan kalau saya kembali bekerja di sini menjadi tukang kebun?" Tanya nya
"Waduh ,gimana ya pak, bukan nya kami tak mau menerima bapak. Tapi kami takut gak bisa bayar bapak ,soalnya kan kami masih sama-sama kuliah dan belum bekerja " Ucap Azzam merasa tak enak
"Oh gitu,ya sudah gak apa-apa. Tapi jika mas ,dan mbak nya butuh sesuatu jangan sungkan untuk meminta bantuan ya ,itu rumah saya yang di depan nya ada pohon mangga " Ucap pak Yono sembari menunjuk rumah nya yang tak jauh dari rumah besar itu
"Oh iya pak ,sekali lagi maaf ya pak "Ucap Azzam lagi
"Belum kerja tapi udah pada nikah saja,mau dikasih makan apa istri nya " Batin pak Yono
Setelah kepergian pak Yono,Azzam dan Lala pun masuk
"Assalamualaikum " Ucap Azzam ketika mereka memasuki rumah itu
Seperti yang sudah dikatakan Banu jika rumah itu sudah bersih dan perabotan nya sudah ada.
"Ya ampun Zam,ini rumah luas banget ,ruang tamu nya saja seluas ini gimana ruangan yang lain nya " Ucap Lala terpesona
Azzam dan Lala tentu melihat nya ,tapi keduanya bersikap seolah tak bisa melihat. Sebelum memasuki rumah tersebut keduanya sudah sepakat untuk tak akan menghiraukan 'mereka' selama mereka tak mengganggu.
"Ayo,kita lihat-lihat ke dalam " Ajak Lala antusias. Azzam tersenyum dan mengangguk
"Yuk "Jawab Azzam
Lala dan Azzam melihat setiap kamar. Ada empat kamar di sana. Satu kamar paling luas yang mereka yakini itu adalah kamar utama yang terletak di dekat ruang keluarga. ketiga kamar lain nya ukuran nya sama dan sejajar di sebelah kiri dekat ruang makan.
Untuk menuju ke dapur pun harus melewati ketiga kamar itu ,dan di bagian dapur di tengah-tengah terdapat taman kecil yang terbuka.
"Ini konsep dapur nya unik ya "Ucap Lala
"hm,iya baru lihat aku konsep dapur seperti ini "Sahut Azzam
Setelah puas berkeliling mereka pun memasuki kamar yang paling besar yaitu kamar utama.
" Kita istirahat sebentar ya,aku capek banget abis keliling rumah berasa abis tour saja " Kekeh Lala sambil menduduki tempat tidur yang nampak usang
"Ini tempat tidur nya apa gak sebaiknya kita ganti saja ,udah pada keropos juga takut pas lagi tidur malah ambruk " Ucap Lala sambil menyentuh bagian yang keropos
__ADS_1
"Memang seperti nya harus diganti,kan gak lucu kalau kita sedang nganu malah ambruk "Balas Azzam ,Lala memicingkan mata menatap Azzam
"Maksudnya kita sedang tidur" Ralat Azzam mengulum senyum
"Aku juga mau ganti warna dinding nya,nanti di sini aku taruh meja rias ,sebelah sini......." Lala terus saja berbicara tentang apa-apa saja yang diinginkan nya
"Ok,nanti kita belanja ,sekarang aku mau mau lakukan pembersihan " Ucap Azzam seraya melirik pada makhluk tak kasat mata
"Nanti saja deh,kita pulang saja dulu,masih banyak yang harus kita siapkan untuk kepindahan kita " Ujar Lala
"Pulang ke Bandung? Tahu gitu motor nyabgaj perlu dibawa ,aku kita kita langsung pindahan "Ucap Azzam lemas
"Bukan ke Bandung , tapi ke kontrakan ku, aku juga mau ngembaliin kunci kamar nya, baju-baju aku juga masih ada beberapa di sana, perlengkapan kuliah juga " Ucap Lala
"Owh,kirain ke Bandung "
Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan rumah itu menuju ke kontrakan Lala.
Azzam mengendarai motornya, beruntung ia tak melupakan helm nya , sementara Lala membawa mobil. Azzam mengikuti di belakang,hingga pada saat di lampu merah keduanya terpisah ,karena Azzam harus menghentikan laju motor nya ketika lampu berwarna merah.
"Akh,keburu lampu merah kan" Keluh nya
Mau tidak mau Azzam pun harus menunggu beberapa saat hingga lampu berubah hijau. Sementara di dalam mobil Lala sesekali melihay spion ,ia tak melihat motor Azzam di belakang.
Lalu Lala pun menghentikan mobil nya.
"Azzam mana? Kok gak ada ?" Gumam nya
Ia lantas menghubungi Azzam
"Kok gak diangkat sih"
Azzam yang merasakan ponsel nya bergetar hendak merogoh ponsel nya di saku jaket namun lampu sudah berganti hijau ,Azzam pun tak jadi melihat ponsel nya.
"Lebih baik aku menepi dulu "Azzam segera memelankan laju motor nya dan berhenti di bahu jalan
"Oh Lala nelpon " Gumam nya ,tak menunggu waktu lama Azzam pun segera mengangkat panggilan telpon
Beberapa saat kemudian panggilan telpon pun selesai,Azzam segera memacu motor nya menuju tempat Lala berada.
"Nah itu dia " Gumam Azzam ketika melihat Lala yang sudah berdiri di samping mobil nya namun kemudian ia mengerutkan kening saat melihat ada pria di juga di sana
"Siapa pria itu? Sepertinya Lala mengenal nya ,kalau tidak mana mungkin mereka ngobrol sampai ketawa-ketawa gitu " Batin Azzam bertanya-tanya
Seketika Azzam pun merasa panas bukan karena terik nya matahari tapi melihat istrinya berbicara begitu santai dengan pria lain.
__ADS_1
bersambung...