Jodoh Wasiat Terakhir Kakek

Jodoh Wasiat Terakhir Kakek
Ajaib


__ADS_3

Saat semua orang tengah terlelap dalam tidur nya hal berbeda terjadi pada Deni. Pria itu sedang berkeliaran dengan dua orang pria sementara di sudut lain nampak seorang perempuan tengah menangis sesegukan dengan penampilan yang acak-acakan bahkan tubuh nya nyaris telanjang.


Bukk'


Pukulan terakhir berhasil menumbangkan kedua pria itu. Meski wajah nya sudah tak beraturan karena dikeroyok Deni masih bisa tertawa puas karena berhasil mengalahkan kedua nya. Dengan menduduki salah satu punggung pria itu, Deni menghubungi pihak keamanan.


Setelah menaruh gagang telpon, Deni melihat ke arah perempuan yang masih terlihat ketakutan. Ia menghampiri nya. Miris dan kasihan melihat nya. Deni segera meraih selimut lalu menutupi tubuh perempuan itu.


"Ok Miss, now it's safe" Ucap Deni


"Terima kasih ,tapi aku bisa berbahasa Indonesia "Ucap perempuan itu dengan logat khas nya


"Oh ,good lah kalau gitu,jadi gak perlu translate Google,bahasa Inggris aku gak lancar soal nya ,hehehe " Cengir Deni seraya membantu perempuan bule itu berdiri


Duk'


Perempuan itu menendang pria yang hendak melecehkan nya yang mulai siuman.


"Aargghhh "


Saat hendak pergi dua orang satpam datang bersama tiga orang polisi. Para polisi datang karena laporan tamu lain yang juga melihat kejadian itu,karena pada saat Deni duel dengan dua pria tadi pintu dalam keadaan terbuka.


Setelah kedua pria itu di gelandang ke kantor polisi , Deni mengantarkan bule itu ke apartemen nya menggunakan mobil hotel. Pihak hotel merasa bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa si bule. Tadi nya bule itu akan di antar oleh supir hotel,namun bule itu menolak dan hanya ingin Deni yang mengantarkan nya , beruntung Deni saat ini sudah bisa menyetir.


"Terima kasih ,nama aku Alena"


"Nama ku Deni "Ucap Deni tanpa membalas uluran tangan Alena. Meski begitu Alena sama sekali tak mempermasalahkan nya,ia justru sudah biasa dengan beberapa warga Indonesia yang berkenalan tanpa berjabat tangan dengan lawan jenis


"Oh ,iya Deni. Senang bisa kenal kamu,sekali lagi terima kasih,kalau tidak ada kamu entah apa yang akan terjadi pada ku. Oh iya untuk selimut ini nanti aku kembalikan kalau sudah aku cuci " Ucap Alena


"Iya ,santai saja nanti nona Alena bisa menghubungi hotel biar orang hotel yang mengambil nya " Sahut Deni


"No ! Jangan panggil aku nona, panggil aku Alena " Ucap Alena berbicara dengan tegas


"Baiklah Alena "


"Kamu ikut aku masuk ,akan aku obati luka mu,wajah kamu sampai penyok-penyok begitu "


"Tidak usah ,nanti biar aku obati sendiri"


Tolak Deni ,ia merasa sungkan jika harus berada satu ruangan bersama seorang wanita , berada satu mobil saja rasanya ia sudah tak karuan ,bukan fikiran kotor yang ada di otak nya ,hanya saja ia tak biasa. Meskipun ia sering bersama Mila atau Sarah tapi kedua gadis itu sudah bersama nya dari saat mereka sangat kecil ,dan mereka pun sudah seperti saudara.


"Tapi wajah kamu terluka karena menolong aku " ucap Alena yang merasa bersalah melihat wajah Deni


"Tidak apa-apa,hanya luka ringan nanti juga sembuh " jawab Deni


"Tapi..."


"Sudah tidak apa-apa masuk lah ini sudah malam " Potong Deni. Alena terdiam untuk sesaat


"Baiklah,kalau begitu aku masuk,sampai ketemu lagi ,by " Alena pun pergi setelah menutup pintu mobil

__ADS_1


Deni menghembuskan nafasnya ,sungguh situasi yang sangat mencanggung kan bagi nya. Ia pun kembali melajukan mobil menuju ke hotel.


Keesokan harinya


Lala sudah terlihat segar setelah tadi subuh mandi sebelum sholat subuh bersama Azzam. Pagi ini mereka akan kembali ke Jakarta.


"Adek jangan nakal ya,jangan rewel kalau kakak gak ada,nanti kita video call ok !" Azzam mengajak ngobrol Arkan yang sedang ia pangku. Posisi Arkan menghadap ke Azzam. Arkan pun nampak menatap Azzam dengan tersenyum dan sesekali membuka mulut nya


"Duh,gemes banget sih dek" Gumam Azzam sambil terus menciumi pipi Arkan. Arkan yang nampak kegelian justru tertawa,hal itu membuat Azzam terkesima ,pasal nya baru kali ini Arkan tertawa sampai mengeluarkan suara nya


"Masya Allah,kakak pasti akan merindukan suara tertawa mu ini dek " Mata nya sudah berkaca-kaca,ia semakin berat meninggalkan adik angkatnya itu


Di ambang pintu,Lala memperhatikan Azzam,timbul rasa kasihan terhadap laki-laki yang sudah sah menjadi suami nya itu. Ia tak tega jika melihat Azzam bersedih jauh dari Arkan.


"Loh kok malah berdiri di sini sih "Ucap Susi


"Eh ,ibu " Lala terkejut begitu pun dengan Azzam yang langsung menolehkan kepala nya


"Kalian mau berangkat jam berapa , keburu siang loh,tadi katanya mau langsung ke kampus kan ?" Tanya Susi lagi


"Iya Bu ,ini aku baru mau ngajak Azzam " Jawab Lala


Azzam pun berdiri dan segera memberikan Arkan pada ibu nya.


"Zam, bagaimana kalau Arkan ikut kita " Cetus Lala membuat Azzam dan Susi menatap pada nya , Damar yang baru datang pun bertanya


"Maksudnya ikut gimana ?"


"Aku kasihan lihat Azzam kaya nya berat banget ninggalin Arkan " Ucapnya


"Bapak benar ,sudahlah jangan ributkan masalah Arkan ,kalau kalian rindu kan bisa telpon dan video call. Sekarang zaman sudah canggih ,jangan kan Sumedang Jakarta ,Arab Indonesia pun seakan di depan mata kalau aduah video call" Timpal Susi


Lala menatap Azzam ,lalu Azzam pun berkata


"Ibu dan bapak benar ,aku gak apa-apa kok ,Arkan biar di sini saja ,kalau Arkan ikut gimana kita bisa mesra-mesra an coba ,yang ada kita malah riweuh seperti ibu dan bapak semalam " Ucapan Azzam sukses membuat Lala malu ,reflek Lala menginjak kaki Azzam hingga pria itu berjengkit kaget dan kesakitan


"Aduh sakit La,ibu bapak ,lihat nih menantu kalian melakukan tindak kdrt " Adu Azzam bercanda


"Iiihh,kamu nya juga sih ,bisa gak jangan ngomong seperti itu ,kan malu " Suara Lala tertahan


"Yang mana?" Tanya Azzam bingung


"Ah tau lah " Ketus Lala semen Azzam mengulum senyum karena mulai sadar ucapan mana yang Lala maksud


"Sudah-sudah sana kalian berangkat keburu panas nanti " Lerai Damar. Ia hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah kedua nya ,Damar tak begitu heran melihat tingkah Lala ,karena dulu saat Lala tinggal di desa tersebut ,Damar sudah sering melihat dan memperhatikan nya ,bukan tanpa tujuan ia memperhatikan Lala. Itu karena ia merasa penasaran akan sosok Lala yang katanya sangat dekat dengan putra nya ,karena ia cukup tahu putra nya itu tak pernah begitu dekat dengan teman perempuan nya. Hingga akhir nya ia mengerti apa yang membuat putra nya jatuh hati dengan sosok Lala. Yaitu sifat unik Lala yang selalu bisa membuat orang geleng kepala.


"Ya sudah kalau gitu kamu berangkatlah sekarang saja " Ucap Azzam langsung meraih tangan kedua orangtuanya untuk ia cium , diikuti Lala setelah nya


"Kakak berangkat ya ,jangan nakal ok anak Soleh " Azzam mencium kembali kedua pipi Arkana bergantian


"Assalamualaikum " Kini kedua nya segera masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"Waalaikum salam "


Mobil pun melaju pelan meninggalkan pekarangan rumah ,hingga pada saat mobil sudah dekat rumah nek Arum,Azzam menepikan mobil nya. Mereka lalu turun untuk berpamitan.


Setelah berpamitan mereka melanjutkan lagi perjalanan.


"Oh iya Zam ,kok aku baru ngeh ya,motor kamu mama ,kok tadi aku gak lihat ?" Tanya Lala


"Terus nanti kamu ke Bandung nya gimana ?" Tanya nya lagi


"Motor aku titip ke Deni,Kemarin aku ke sini naik ojol " Jawab Azzam santai


"Hah,naik ojol ? Yang benar saja " Seru Lala gak percaya


"Iya ,kenapa memang nya ?" Tanya Azzam


"Kasihan tukang ojol nya dong ,pasti pegel banget narik dari Jakarta ke Sumedang" Ucap Lala


"Aku juga merasa pegal dari Sumedang ke Jakarta naik motor,makanya aku pake jasa ojol buat balik lagi ke Sumedang. Bisa kebas tangan aku bolak-balik Jakarta Sumedang pake motor" Jawab Azzam


"Kan masih ada taksi online ,atau mobil travel juga banyak kan "


"Mobil travel kelamaan ,mesti pesan jauh-jauh hari buat bisa naik ,mana banyak penumpangnya juga kan,waktu ku buat sampe tempat tujuan jadi makin lama dong,sedangkan aku sudah sangat rindu sama istri ku ini,apalagi istri ku ini sedang dalam masalah ,aku fikir kamu akan main jambak-jambakan atau saling tendang dan cakar jadinya aku ingin cepat-cepat sampai ,aku juga gak bisa berfikir apa-apa karena panik ,jadinya yang ada di fikiran ku hanya ojol " Tutur Azzam panjang lebar


"Dih ,dasar ! Alasan macam apa itu " Lala mencebik


"Zam?"


"Ya?"Azzam menoleh sekilas lalu kembali menatap jalanan


"Aku mau tanya sesuatu,tapi jawab yang jujur ya" ucap Lala dengan ragu hingga Azzam mengerutkan kening nya penasaran


"Apa?"Tanya nya


"Hm...gak jadi deh ,malu " Lala meringis senyum


"Apa sih ? Bikin penasaran saja " Tanya Azzam semakin penasaran


Namun tiba-tiba muncul beberapa motor menyalip dan berhenti tepat di depan mobil. Azzam terkejut langsung menginjak rem.


Ckiiiiiittt'


Brugh'


"Woy ! Keluar ! " Seorang pria bertato memukul kap depan mobil


"Astaghfirullah..... mereka mau apa? " Gumam Azzam khawatir


" Wah, seperti nya akan sangat menyenangkan" Sorak Lala pelan sambil bertepuk tangan


Mendengar hal tersebut Azzam pun menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Ya Allah, istri ku ini ajaib banget sih , bukannya takut malah kesenengan " lirih nya


Bersambung....


__ADS_2